Dijerat Pasal Berlapis, Pembunuh Auzia Terancam Hukuman Mati

DN terduga pelaku pembunuhan.
DN terduga pelaku pembunuhan.
Polda Bengkulu

Klikwarta.com - Kasus pembunuhan Auzia Umi Detra (16) sempat menggeparkan Bengkulu. Tak sedikit masyarakat yang mengutarakan kesedihannya lewat berbagai media sosial.  

Terduga pelaku pembunuhan inisial DN yang telah diamankan pihak kepolisian bakal menerima ganjaran atas perbuatannya. DN terancam hukuman mati dan penjara seumur hidup. 

"Pelaku diancam dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup," kata Direskrimum Polda Bengkulu Kombes Pol Pudyo Haryono, dilansir Bengkulutoday.com, Kamis (8/2/2018).

Dalam kasus ini, pelaku dijerat dengan pasal 340 tentang pembunuhan berencana, pasal 385 tentang pembunuhan, pasal 365 tentang pencurian dengna tindak kekerasan dan UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan perempuan dan anak.

DN, terduga pelaku pembunuh Auzia Umi Detra yang saat ini ditahan di Polda Bengkulu diduga memiliki motif lain atas pembunuhan itu. DN diduga juga hendak melakukan pemerkosaan terhadap korban usai dipukul dengan palu. Namun karena melihat kondisi korban berdarah, niat itu diurungkan. DN kemudian menyeret korban ke semak-semak dan berlalu pergi meninggalkan korban.

Sebelumnya, dari Kepolisian memberikan informasi motif sementara pembunuhan itu adalah faktor ekonomi. DN mengaku menunggak kos selama tiga bulan dan membayarnya dengan uang hasil dari penjualan hanphone merk Xiomi milik korban. Hp tersebut dijual seharga Rp 900 ribu.

Namun namanya penyidik tidak begitu saja mempercayai keterangan pelaku.

Sementara hasil otopsi terhadap jenazah korban, diketahui Auzia dibunuh dengan benda keras jenis palu. Benda itu digunakan pelaku untuk memukul korban sebanyak empat kali, satu kali dibagian kening dan dua kali di bagian kepala belakang serta satu pukulan lagi di mulut korban. Selain dipukul dengan palu, ditubuh korban juga ditemukan luka bekas tusukan benda runcing. 

Polisi juga membantah jika korban dimutilasi dan dibakar. "Untuk kemungkinan korban dibakar dan dimutilasi itu tidak ada," terang Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Coki Manurung melalui Direskrimum Polda Bengkulu Kombes Pol Pudyo Haryono. (LJ)

Dibaca: 777 kali

Related News

mendes

 

prov