Kawasan Industri, Bupati Batu Bara Tandatangani Penlok

Sabtu, 29/02/2020 - 11:22
Bupati Batu Bara Tandatangani Penlok
Bupati Batu Bara Tandatangani Penlok

Medan, Klikwarta.com - Pengembangan Pelabuhan Hub Internasional dan Kawasan Industri di Kuala Tanjung Kecamatan Sei Suka, Bupati Batu Bara Ir.H. Zahir, M.AP Menandatangani Penetapan lokasi (Penlok) sebagai MOU antara Pemerintah Daerah Kabupaten Batu Bara dengan Pelindo I, dihadapan Gubernur Sumatera Utara(Gubsu) Edy Rahmayadi dan Direktur Utama Pelindo I Dian Rachmawan, Jum'at (28/02/2020) diruang rapat Marah Halim Kantor Gubsu di Medan, Provinsi Sumatera Utara.

Selain dihadapan Gubsu dan Direktur Utama Pelindo I, turut juga disaksikan oleh Ketua DPRD Batu Bara(M. Syafi'i, SH) Serta Wakil  Ketua DPRD, Forkopimda, Dandim 0208 Asahan(Mayor Inf. TM. Panjaitan), Waka Polres (Kompol Abdul Mutalif), Ketua PN Asahan(DR. Ulina Marbun, SH,MH) dan Kajari Batu Bara(Sajaen, SH,MH).

Bupati Batu Bara Ir.H.Zahir M.AP didampingi oleh Sekdakab Sakti Alam Siregar, SH serta Asisten I Rusian Heri, SH mengatakan Penlok yang ditandatangani merupakan tuntutan dari UU No. 2 Tahun 2012 dan Pepres 81 Tahun 2018 serta Pendelegasian wewenang Gubsu kepada  Bupati Batu Bara dengan Surat Keputusan No. 188.44 Tahun 2019. Yang mana tim sudah bertugas sejak tanggal 23 Oktober 2019.

"Tim telah mendata masyarakat yang memiliki Hak atas tanah, bangunan Serta tanamannya diwilayah Desa Kuala Indah dan Kuala Tanjung", kata Zahir.

Lanjut Zahir, adanya usulan dari masyarakat bagi yang tidak memiliki tanah dan rumah,  meminta disiapkan Relokasi untuk tempat tinggal sesuai budaya, disisi lain, Perioritas tenaga kerja putra daerah dan diajak bermusyawarah dalam penetapan harga tanah, bangunan serta tanamannya.

Dijelaskan Zahir, bahwa jika ada masyarakat yang keberatan terhadap tanah, bangunan serta tanamannya untuk menjadi lokasi Pengembangan Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung dan Kawasan Industri, maka peta lokasi akan dipindahkan ke Desa lain dan Kecamatan lain.

Membangun Kilang Minyak

Dirut Pelindo I Dian Rachmawan menyampaikan bahwa PT. Pertamina I akan membangun Kilang Minyak terbesar di Indonesia dengan biaya Rp 250 Triliun di Kabupaten Batu Bara, seperti Pembangunan Terminal BBM. 

Oleh karenanya, Pelindo meminta support pemerintah dengan penyertaan Modal Negara serta mengajak Perusahaan BUMN lain untuk ikut membangun Kabupaten Batu Bara.

Dian Rachmawan mewakili pihak Pelindo I komit dengan usulan Bupati Batu Bara sekaligus meminta kepada stafnya agar bekerja dengan baik tanpa ada permainan sehingga kerja yang besar ini berhasil.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi didampingi Sekda DR. Sabrina dan Asisten I Arsad Lubis menjelaskan bahwa Kabupaten Batu Bara akan menjadi Kabupaten terbesar di Sumut.

Untuk itu, Masalah informal dengan masyarakat didata dan diselesaikan dengan baik, ditata baik, jangan main - main, mari bekerja secara profesional dan objektif serta ikhlas.

Bahkan, Kapolres Batu Bara, Dandim serta Kejaksaan untuk ikut melakukan pendataan, ketika adanya gangguan masyarakat di inventaris agar diberi penjelasan.

"Saya tidak mau ada rakyat saya sengsara", tegas Edy Rahmayadi.

(Pewarta : Muhamad Yusuf)

Related News

Loading...

pers

loading...