Kejari Karanganyar Musnahkan Barang Bukti Tindak Pidana dan Produk Ilegal

Jumat, 24/11/2023 - 10:13
Pemusnahan barang bukti tindak pidana umum dan tindak pidana cukai, di halaman kantor Kejari Karanganyar, Kamis (23/11/2023)
Pemusnahan barang bukti tindak pidana umum dan tindak pidana cukai, di halaman kantor Kejari Karanganyar, Kamis (23/11/2023)

Klikwarta.com, Karanganyar - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Karanganyar memusnahkan sejumlah barang bukti tindak pidana umum dan tindak pidana cukai, Kamis (23/11/2023), di halaman kantor Kejari setempat.

Kepala Kejari Karanganyar, M Zuhri, mengatakan barang-barang bukti yang dimusnahkan telah dipastikan mempunyai kekuatan hukum tetap. Pemusnahan dilakukan bersama Kapolres Karanganyar AKBP Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, perwakilan BPOM serta kantor Bea Cukai Surakarta.

Barang bukti tersebut berupa 169 kilogram lebih sabu-sabu, 4 paket ganja, 42 unit handphone, dan 539 bungkus jamu tanpa ijin edar, 369 mie instan kadaluarsa, dan 299.680 batang rokok ilegal atau tanpa cukai. Ada pula barang bukti lainnya berupa alat hisap atau bong, sejumlah pakaian, senjata tajam, serta timbangan digital.

Pemusnahan barang bukti ini merupakan salah satu tugas kejaksaan dalam melaksanakan putusan pengadilan. Barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil pengumpulan yang masuk sejak 2022 hingga 2023. 

"Pemusnahan barang bukti dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti penyalahgunaan maupun penggelapan. Bahkan, agar jangan sampai ada yang dikonsumsi maupun dijual kembali," ungkap Zuhri kepada wartawan, di sela kegiatan itu.

Dari penyidikan Bea Cukai Surakarta, kata Zuhri, rokok-rokok ilegal yang banyak masuk ke Karanganyar berasal dari daerah Madura dan Temanggung, yang diproduksi industri rumah tangga tanpa memiliki izin dan cukai.

"Rokok-rokok tersebut menyasar kepada konsumen di daerah pedesaan. Kita berharap kampanye pemberantasan rokok ilegal terus digalakkan. Pembinaan atau edukasi juga perlu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat," jelasnya.

Sementara, terkait kasus narkotika di Karanganyar saat ini, Zuhri mengatakan telah terjadi tren peningkatan dibanding tahun lalu. Kebanyakan penggunanya yakni warga dari luar daerah.

"Berdasarkan SPDP terkait kasus narkotika dari Polres Karanganyar yang masuk ke kami, lebih banyak dibanding tahun lalu. Kurang lebih tahun ini ada 30 SPDP, dan masih banyak yang kami proses untuk sidang. Salah satu faktornya karena Karanganyar ini merupakan daerah wisata, sehingga banyak orang dari luar daerah yang datang. Kebanyakan dari mereka adalah remaja," paparnya.

Pihaknya berharap kepolisian dapat menutup akses peredaran atau masuknya narkoba ke Kabupaten Karanganyar. Dia juga berharap, sosialisasi dan penyuluhan tentang bahaya narkoba terus ditingkatkan.

"Sedangkan mengenai penindakan produk jamu ilegal baik di pasar-pasar maupun toko-toko, adalah yang tidak dilengkapi dengan ijin edar dari BPOM. Sepanjang tidak dilengkapi dengan izin edar, maka produk tersebut dianggap ilega," tandas Zuhri.

Pewarta : Kacuk Legowo

Related News