Pembunuhan Auzia Gemparkan Bengkulu

Terduga pelaku (kiri) dan korban (kanan) (sumber foto : Facebook)
Terduga pelaku (kiri) dan korban (kanan) (sumber foto : Facebook)

Klikwarta.com - Bengkulu digemparkan kejadian pembunuhan sadis anak SMA Negeri 4 Kota Bengkulu, Auzia Umi Detra (16). Hampir semua media di Bengkulu dan juga media nasional memberitakan terkait pembunuhan Auzia ini.

Peristiwa pembunuhan ini menghebohkan masyarakat Bengkulu. Tak sedikit masyarakat yang mengutarakan kesedihannya lewat berbagai media sosial.  

Keterangan polisi, pembunuhan ini dilakukan oleh MS (18), motifnya karena terdesak dengan pembayaran uang kos yang ditempatinya. "Pelaku mengambil handphone dan cincin emas milik korban, uang hasil penjualannya digunakan untuk membayar tunggakan kos yang telah menunggak beberapa bulan." terang Kombes Pol Pudyo, Rabu (7/2/2018) dilansir Bengkulutoday.com.

Adapun hanphone milik korban adalah merk Xiomi. Hanphone itu oleh pelaku dijual pada tanggal 2 Februari 2018 seharga Rp 900 ribu. Dari uang itu digunakan untuk membayar kos pelaku yang nunggak 3 bulan.

Awalnya, pelaku tidak mengakui keberadaan korban. Namun berkat kerja keras Kepolisian dengan mengumpulkan keterangan saksi akhirnya terungkap MS mengetahui keberadaan korban. MS kemudian mengakui telah membunuh korban dan membuang jenazah korban. Bersama Polisi, MS menunjukkan lokasi korban dibuang.

Kondisi jasad korban yang sudah membusuk dengan anggota tubuh yang terpisah nyaris tidak dikenali. Diduga akibat ulah hewan liar yang menyebabkan anggota tubuh korban terpisah, bukan karena dimutilasi.

Dari keterangan MS juga diperoleh informasi bahwa korban dihabisi nyawanya dengan menggunakan palu. Namun untuk mengetahui pasti dimana letak benda keras itu bersarang ditubuh korban, Polisi masih menunggu hasil otopsi.

Korban dibunuh oleh pelaku pada Kamis 1 Februari 2018 lalu. Sebelumnya, Kasubdit Jatanras dan anggota Timsus Opsnal Polda Bengkulu melakukan penyelidikan terhadap hilangnya siswi SMA N 4 Kota Bengkulu tersebut. Setelah selama 3 hari mengumpulkan bahan dan keterangan saksi serta penyelidikan mendalam di lapangan, pelaku mengarah pada MS. Pelaku merupakan siswa SMAN 7 Kota Bengkulu dan kakak angkat dari korban sejak SMP. 

Bagaimana kronologi pembunuhannya?

Pada hari Kamis 1 Februari 2018 pukul 08.00 WIB, pelaku menghubungi korban melalui pesan Watshapp dengan maksud untuk memberikan kejutan hadiah ulang tahun kepada korban. Korban kemudian menemui pelaku di samping rumah rekan pelaku pada pukul 15.00 WIB seusai pulang sekolah. Bersama korban, pelaku kemudian menuju ke Lentera Merah dengan tujuan memberikan kejutan hadiah ulang tahun.

Setiba di kawasan Lentera Merah, pelaku kemudian menutup mata korban dengan masker korban dan mengikat tangan korban menggunakan lakban coklat yang telah disiapkan pelaku.  

Namun, bukannya kejutan hadiah ulang tahun yang diterima korban melainkan pukulan palu dari pelaku. Awalnya korban sempat melawan kemudian pelaku kembali memukul kepala korban sebanyak 3 kali. Korbanpun terjatuh dan tak sadarkan diri. Pelaku kemudian mengambil hanphone milik korban. Sementara korban oleh pelaku diseret ke rawa-rawa. Helm, jam tangan, gunting dan lakban oleh pelaku juga dibuang.

Usai melakukan tindakan itu, pelaku kemudian meninggalkan lokasi dengan menggunakan motor Honda Beat milik korban menuju Sukarami untuk mencopot plat kendaraan milik korban. Dengan kendaraan milik korban, pelaku sempat berkeliling di seputaran kota, namun kemudian kendaraan milik korban ditinggalkannya di Lapangan Golf. Pelaku kemudian pulang dengan berjalan kaki menuju rumah rekannya. 

Hingga akhirnya, perbuatan pelaku terungkap oleh Polisi. Pelaku juga "dihadiahi" timah panas dipaha kanannya oleh Polisi. Sementara keluarga korban mengaku terpukul dengan kejadian itu. Harmen, paman korban meminta aparat menghukum pelaku seberat-beratnya. 

Doa Mengalir Untuk Auzia, Plt Gubernur Ucapkan Bela Sungkawa

Almarhumah Auzia Umi Detra telah bersemayam di alamnya. Rabu malam (7/2/2018) digelar doa yasinan di rumah duka Kelurahan Timur Indah Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu. Dalam kesempatan itu, Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengucapkan bela sungkawa dan memberikan imbauan agar peristiwa itu menjadi pelajaran penting bagi orang tua dan sekolah untuk lebih ketat menjaga anak-anaknya.

"Saya harap, keluarga yang ditinggalkan bisa ikhlas melepas kepergian Tara dan tidak menyisakan dendam dan semacamnya. Biarkan hukum yang menjalankan fungsinya dengan baik. Jangan sampai ada lagi dampak lain dari musibah ini," kata Rohidin.

Rohidin juga meminta tidak ada dampak lain yang tidak baik dari peristiwa itu. Ia meminta masing-masing keluarga menjaga emosi, begitu juga dengan para siswa di sekolah. "Saya meminta aparat hukum dan Satpol PP ikut berjaga, sehingga tidak ada lagi akibat buruk dari peristiwa ini," tambah Rohidin.

Selain Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, anggota DPD RI Ahmad Kanedi juga mengucapkan bela sungkawa atas peristiwa itu. Bang Ken, sapaan akrab Ahmad Kanedi, mengimbau masyarakat agar menjadikan peristiwa Auzia sebagai pelajaran berharga yang tidak untuk diulangi terjadi. "Semoga syurga menjadi tempat Auzia," kata Bang Ken.

Senada dengan anggota DPRD Provinsi yang juga ketua komisi III Jonaidi, SP. "Kami atas nama pribadi dan keluarga besar Gerindra Bengkulu mengucapkan bela sungkawa dan selamat jalan Aulia, semoga tempat mulia bagimu," sebut Jonaidi dalam postingannya di akun Facebook. Selain Jonaidi, Agung Gatam dari PDIP juga mengucapkan bela sungkawa serupa. 

Media sosial bahkan diramaikan oleh postingan berisikan ucapan duka dan empati atas peristiwa Auzia. Namun demikian, ada juga yang mengutuk tindakan pelaku kepada Auzia.

Hari ini Kamis (8/2/2018) jenazah almarhumah Auzia dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bukit Bacang Kelurahan Tanjung Agung Kota Bengkulu.

Kapolda Bengkulu : Kasus Auzia Masalah Pribadi Bukan Sekolah, Percayakan Pada Polisi

Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Coki Manurung meminta semua pihak agar kasus Auzia Umi Detra tidak dikaitkan dengan sekolah masing-masing. Ditegaskan Kapolda, kasus itu murni masalah pribadi dan bukan masalah sekolah. "Jangan dikaitkan dengan sekolah SMAN 4 atau SMAN 7, ini murni masalah pribadi, bukan masalah sekolah," kata Coki Manurung usai berkunjung ke rumah duka korban di Timur Indah Kota Bengkulu, Kamis (8/2/2018).

Kapolda juga mengimbau semua pihak, termasuk pihak sekolah untuk menyerahkan proses pengungkapan kasus itu kepada pihak berwajib. Ditegaskannya semua pihak untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang menyalahi hukum atas kasus itu.

"Tidak boleh melakukan tindakan-tindakan lain (yang bertentangan dengan hukum), serahkan kepada Kepolisian, pelaku akan dihukum maksimal sesuai dengan perbuatannya," ujar Kapolda. (BT/LJ)

Dibaca: 812 kali

Related News

BU
MM
DPRD Lebong
pu kota bengkulu