Polisi Ungkap Jaringan Baru Pembuatan KTP Palsu

Ilustrasi
Ilustrasi

Kota Bengkulu, Klikwarta.com - Kasus pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu kembali berhasil diungkap oleh jajaran anggota Polsek Selebar, Kota Bengkulu. Kali ini pihak Polsek yang langsung dipimpin oleh Kapolsek Kompol Amsaludin berhasil mengungkap dan mengamankan lima tersangka yang diduga sebagai pelaku pembuat KTP palsu yang dilakukan di salah satu percetakan di Jalan Hibrida Raya depan Kampus Tri Mandiri Sakti Kota Bengkulu.

Informasi terhimpun, pihak Polsek Selebar melakukan penggerebekan di lokasi TKP setelah mendapatkan laporan jika di percetakan yang bernama I Con bisa membuat KTP Palsu. Setelah menerima laporan tersebut maka Selasa pagi (20/3) anggota Polsek Selebar berhasil mengamankan para pelaku dan barang bukti yaitu lima unit komputer beserta alat cetak KTP nya.

Kapolsek Selebar, Kompol Amsaludin mengatakan, pihak kembali berhasil mengamankan para tersangka dalam kasus pembuatan KTP palsu dan ini tidak ada sangkut pautnya dengan kasus pembuatan KTP palsu yang sebelumnya.

“Ini merupakan jaringan baru dan tidak ada hubungannya dengan tersangka SG dan RN yang sebelumnya,” terangnya, Senin (20/3).

Ia menjelaskan, para tersangka dalam pembuatan KTP palsu ini memiliki peran masing-masing seperti TM (30) warga Hibrida Kota Bengkulu selaku pemilik I Con yang terletak di Jalan Hibrida Raya. Em (27) yang bertugas sebagai pelaksana pembuatan KTP palsu. Kemudian, Aa (27) warga Jalan Salak Kelurahan Panorama Kecamatan Singarn Pati yang berperan sebagai tukang ngulo atau pencari yang mau buat KTP palsu dan Ci (24) sebagai pemilik KTP palsu.

“Saat ini para tersangka dalam proses pemeriksaan dan untuk keterlibatan lebih dalam lagi masih terus kita lakukan proses pendalaman,” bebernya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Aa (27) yang bertugas sebagai ngulo atau pencari yang ingin buat KTP palsu mengatakan, ia membuat KTP palsu tersebut untuk menolong sepupunya untuk melakukan peminjaman di Bank dan untuk ngurus syarat pernikahan. “Saya baru kali ini membuat KTP palsu di I con,” tuturnya.

Tetapi setelah dicecar pertanyaan akhirnya yang bersangkutan Aa mengaku jika sudah 7 kali melakukan atau membuatkan KTP palsu tersebut dan korbanya semuanya warga Kota Bengkulu. “Ya sebenarnya sudah tujuh kali saya membuatkan KTP palsu ini tetapi untuk keluarga baru satu kali ini,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, banyak warga yang membuat KTP palsu ini digunakan untuk pengambilan pinjaman di Bank dan untuk syarat nikah sedangkan untuk sekali buat dihargai sebesar Rp 15 ribu per KTP. “Kita juga sediakan perpaket yaitu untuk KTP dan KK kita hargai Rp 30 ribu,” bebernya.

Ia mengatakan, untuk saat ini yang telah membuat KTP semua tidak lagi berada di Kota Bengkulu sudah pada menghilang kembali ke daerah asalnya lagi. “Terakhir ya waktu sepupu saya itulah sedangkan untuk yang lainnya saya sudah tidak tahu lagi kemana swkarang,” jelasnya.

Sementara itu, saat dilakukan penggerebekan turut diamankan satu orang berinisial Ic (30) warga Jalan Manggis Keluarahan Panorama Kecamatan Siangaran Pati Kota Bengkulu yang berkerja di salah satu perusahaan perkreditan mengaku baru pertama.

“Saya beru pertama kali ini mau membuatkan konsumen KTP palsu karena yang bersangkutan tidak ada KTP dan saat itu mau ngambil mesin cuci di tempat kerja saya,” ungkapnya saat itu.

Ia menjelaskan, dapat informasi jika di I Con bisa membuat KTP palsu yaitu dari tetangganya yang kuliah di TMS, sehingga ia mencoba untuk menanyakan hal tersebut ke pihak I Con tersebut. “Demi allah baru kali ini saya mau membuat KTP palsu tersebut dan ini merupakan inisiatip saya sendiri tanpa sepengetahuan pimpinan saya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat diamankan pihak Polsek Selebar, ia baru akan menyerahkan berkas tetapi ditolak oleh pihak I Con. Saat hendak mau pulang, ia turut diamankan dengan barang bukti syarat-syarat pengurusan pembuatan KTP palsu.

“Ya mungkin ini lagi nasib saya yang lagi apes tatapi ini baru pertama kali saya lakukan dan belum jadi,” bebernya. (Tribratanewsbengkulu)

Dibaca: 8 kali

Related News