Danrem 073/Makutarama Melaksanakan Sholat Idul Adha 1443 H/2022 M Di Alun-Alun Kota Salatiga

Minggu, 10/07/2022 - 19:48
Suasana sholat Idul Adha di alun alun Salatiga
Suasana sholat Idul Adha di alun alun Salatiga

Klikwarta.com, Salatiga-Dalam rangka perayaan Idul Adha 1443 H/2022 M, Komandan Korem 073/Makutarama Kolonel Inf Purnomosidi, S.I.P., M.A.P., melaksanakan Sholat Idul Adha bersama, bertempat di Alun-alun kota Salatiga, Minggu, (10/7/2022).

Nampak hadir menjalankan ibadah Sholat Idul Adha, Danrem 073/Makutarama, Pejabat Walikota Salatiga, Dandim 0714/Salatiga, Kapolres Salatiga, Forkopimda kota Salatiga serta Lebih kurang 5.000 masyarakat kota Salatiga.

Sholat dimpimpin oleh Imam KH. M. Mudatsir, M.Si., dan sebagai Khotib H. Taufiqurrahman, S.Ag., M.Si., dari Kemenag kota Salatiga.

Dalam khutbahnya, H. Taufiqurrahman, S.Ag., M.Si., menyampaikan, kaum muslimin jamaah sholat Idul Adha yang berbahagia, saat ini gema Takbir, Tahmid dan Tahlil membahana di seantero dunia. 

Momentum ini kita jadikan kesempatan untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. 

“Dengan ketaqwaan kita akan meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat, demikian juga kemuliaan seseorang ditentukan oleh kadar ketaqwaannya,”ucap Taufiqurrahman.

Ada dua ibadah penting yang menyertai Hari Raya Idul Adha, yaitu ibadah Haji dan Berkurban. Saat ini kurang lebih satu juta saudara-saudara kita sedang melaksanakan ibadah haji di tanah Suci Makkah Al-Mukarromah untuk memenuhi panggilan Allah.

Nabi Ibrahim AS memberikan contoh ketulusan dalam berkorban ketika diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih putranya Ismail AS, dengan berbagai macam godaan yang dilancarkan oleh Iblis, Nabi Ibrahim bergeming tetap melaksanakan perintah Allah dengan penuh ketulusan, sehingga akhirnya oleh Allah SWT diganti dengan seekor domba besar. 

Totalitas kepatuhan kepada Adah SWT, Nabi Ibrahim yang mendapat julukan "Khalsa” (Kekasih Allah). Lewat perintah Allah SWT, seolah hendak mengingatkan Nabi Ibrahim bahwa anak hanya titipan.

Nabi Ibrahim mampu membuktikan bahwa perintah Allah tersebut bukti rasa cintanya kepada anak kesayangannya. Demikian juga Nabi Ismail mampu membuktikan bahwa sebagai anak yang patuh kepada perintah Allah bersedia untuk melaksanakan perintah Allah.

“Umat muslim hendaknya mampu meneladani Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS, yang rela mengorbankan hanya untuk Allah SWT dan tidak mudah terpengaruh oleh bujukan Iblis,”.Pungkas H. Taufiqurrahman dalam khutbahnya.(Penrem 073/Makutarama).

Pewarta m@s

Related News