Bakamla Berhasil Amankan 19 Orang PMI

Senin, 11/05/2020 - 16:29
19 PMI yang diamankan Bakamla RI

19 PMI yang diamankan Bakamla RI

Klikwarta.com, Batam - 19 Pekerja Migran Indonesia (PMI) berhasil diamankan oleh Gabungan Satuan Tugas (Satgas) Garda Lintas Batas bersama Satgas Trisula Badan Keamanan Laut (Bakamla) dipangkalan patroli Wilayah Barat, Sabtu (9/5/2020) lalu.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Zona Maritim Barat Laksamana Pertama TNI Bakamla RI Eko Purwanto, Senin (11/5/2020).

Eko mengatakan, bahwa 19 orang tersebut yakni, terdiri dari Laki-laki dewasa 16 orang, wanita dewasa dua orang dan satu orang balita.

Eko mengungkapkan, kronologis awalnya pihaknya mendapat informasi dari Petugas APMM yang telah memonitor aktivitas Speed Boat memuat PMI di Timur Malaysia telah bergerak ke Selatan menuju Pulau Bintan.

Lanjut Eko, tiga unit Kapal Patroli Bakamla yang berada disekitar Selat Singapura segera merespon informasi tersebut dan melaksanakan pencarian dan pencegatan dan pukul 01.00 WIB, terpantau Speed Boat yang dicurigai membawa PMI memasuki wilayah perairan Pulau Bintan selanjutnya dilakukan pengejaran.

"Kejar-kejaran mulai dari bagian Utara Karang Galang menuju ke-arah Pulau Tanjung Sauh. Namun Speed Boat tersebut menghilang di perairan Pulau Tanjung Sauh dimana dilokasi tersebut banyak terdapat batu karang dan hutan bakau," jelas Eko.

Selanjutnya dikatakan Eko, tim melaksanakan penyisiran di sekitar Pulau Tanjung Sauh, termasuk penyisiran di hutan-hutan bakau Tanjung Sauh. Tim gabungan yang lainpun melaksanakan pengejaran terhadap kemungkinan Speed Boat menghilang namun Speed boat tersebut tidak terpantau.

"Dari hasil penyisiran ke hutan bakau, Tim menemukan PMI ilegal dan selanjutnya dievakuasi kepangkalan kapal patroli Wilayah Barat. Setiba dipangkalan dilaksanakan tindakan protokol kesehatan Covid-19 dengan pemeriksaan suhu tubuh, pendataan dan penyemprotan cairan disinfektan serta pemeriksaan suhu 33.5º s.d 36.5º C sebagai antisipasi penyebaran Covid-19," ungkap Eko.

Menurut Eko, tim juga melakukan pemeriksaan barang bawaan guna memastikan barang-barang yang terlarang. Sedangkan untuk Tujuan kembali ke daerah asal terdata, tujuh orang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT), sembilan orang dari Jambi, satu orang dari Jakarta, satu orang dari Padang dan satu orang dari Dumai.

"Selanjutnya dilaksanakan pemeriksaan oleh TIM dari KKP dan Satgas Covid 19 Pemkot Walikota Batam guna penanganan protokol Covid-19. Serta melakukan Operasi Garda Lintas Batas akan terus kita tingkatkan terutama dititik-titik rawan jalur keluar-masuk PMI secara illegal," tutup Eko.

(Pewarta : Putra)

Berita Terkait