Bebaskan Anak Bermain HP, Apa Dampaknya?

Minggu, 17/07/2022 - 16:53
Anak Main HP.Net

Anak Main HP.Net

Oleh: Sri Latifah Nasution

Di zaman yang sudah serba canggih dan instan seperti sekarang ini memang memberi banyak manfaat dan kemudahan bagi manusia. Dengan telepon pintar atau smartphone semua sudah berada dalam satu genggaman. Namun, kecanggihan teknologi tersebut sering kali disalahgunakan. Salah satu contohnya adalah orang tua yang makin sering memberikan anaknya tontonan melalui smartphone.

Orang tua mengizinkan anaknya menggunakan HP salah satu alasannya adalah agar tidak rewel, sehingga orang tua bisa melakukan aktivitas lain. Namun, membiarkan anak menggunakan HP dengan bebas bisa menimbulkan banyak dampak negatif.

Kecanduan

Anak akan terbiasa untuk menggunakan perangkat tersebut bahkan pada tingkat yang lebih kompleks, anak bisa saja kecanduan terhadap HP. Saat seorang sudah masuk tahap kecanduan, si anak bisa saja tantrum, berguling-guling di lantai, dan bahkan melempar barang-barang di sekitarnya saat tidak diizinkan bermain HP. Alhasil, agar anak berhenti menangis orang tua pun menuruti permintaan anaknya.

Masalah penglihatan

      Menatap layar HP terlalu lama bisa mengakibatkan masalah pada indra penglihatan, seperti mata perih dan sakit mata. Masalah ini bukan hanya dialami oleh orang dewasa saja, anak-anak pun demikian. Jika terus dibiarkan, gangguan pada mata bisa bisa lebih fatal lagi, seperti penglihatan yang menjadi kabur.

Hubungan anak dan orang tua menjadi renggang

Saat anak sudah terbiasa menggunakan HP, dia akan menganggap itu adalah dunianya. Dunianya ada dalam tontonan maupun games yang sering ia dimainkan. Anak akan merasa lebih menyenangkan tenggelam dalam dunianya dibandingkan bermain bersama orang tuanya. Hal seperti ini tentu tidak diinginkan oleh orang tua. Anaknya lebih senang menatap layar HP berjam-jam daripada bermain dengan orang tuanya.

Rentan terpapar tontonan tak sesuai

Konten-konten yang ada pada media digital tidaklah selalu baik dan berbobot. Hal yang paling berbahaya adalah ketika anak menonton konten yang berbau kekerasan, SARA dan lainnya. Anak belum bisa membedakan konten yang sedang ditontonnya tersebut baik atau tidak. Padahal, tontonan anak akan sangat berpengaruh terhadap pola pikirnya.

Jika anak sering menonton video tentang kekerasan, dia akan membuat template di otaknya bahwa hal itu adalah sesuatu yang wajar dan boleh dilakukan. Dikhawatirkan saat dia sedang bermain dengan teman sebayanya, dia akan mempraktikkan tontonannya tersebut dan hal itu bisa saja berbahaya bagi dirinya maupun temannya.

Mengizinkan anak bermain HP memang tidak hanya memberi dampak buruk, ada juga manfaat yang bisa diambil, seperti menambah wawasan anak, menjadi media belajar baru, bisa melihat ketertarikan anak di bidang-bidang tertentu, dan merangsang anak untuk berpikir lebih kreatif.

Namun, manfaat-manfaat tersebut hanya dapat dinikmati apabila ada pengawasan yang ketat dari orang tua terhadap tontonan si anak. Selain pengawasan, orang tua juga perlu melakukan pembatasan terhadap waktu bermain HP anaknya. Orang tua harus bisa mengatur jadwal screen time, misalnya hanya boleh bermain HP 30 menit hingga 1 jam per hari, agar anak tidak kecanduan.

Memang kemajuan teknologi yang semakin pesat tidak akan dapat dibendung, untuk itu diharapkan kesadaran dari kita untuk tidak hanya melihat dampak baik dari teknologi, tetapi juga dampak buruknya. Dengan melihat dampaknya dari berbagai sisi, tentunya penggunaan teknologi akan dapat lebih optimal lagi serta memberikan manfaat yang jauh lebih besar bagi para penggunanya.

Berita Terkait