'Bengkulu Coffee Worldwide'

Rabu, 29/01/2020 - 12:55
Kopi Bengkulu

Kopi Bengkulu

Klikwarta.com, Bengkulu - Bukan hanya dipasarkan skala lokal, Kopi Bengkulu kian berkembang dan terus dikenalkan ke seluruh penjuru dunia, agar pemasarannya menembus pasar Internasional. Bahkan Bengkulu bersiap jadi tuan rumah Hari Kopi Internasional Tahun 2020 ini.

"Satu Biji Saja Kopi Bengkulu Keluar, Harus Disebutkan Nama Bengkulu", kata inilah yang perlu digaungkan masyarakat Bengkulu, agar hak para petani Kopi Bengkulu tidak diklaim daerah lain. Perlu diingat, pada tahun 2018, Bengkulu sudah memperoleh sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Bengkulu (HAM) Republik Indonesia. IG ini diberikan sebagai langkah untuk melindungi potensi kopi Bengkulu yang cukup besar.

Diketahui, Bengkulu merupakan provinsi ketiga penghasil kopi terbesar di Indonesia setelah Sumatera Selatan dan Lampung. Maka sudah sepantasnya keberadaan kopi Bengkulu diperhitungkan, sebagaimana selaras dengan upaya Gubernur Rohidin Mersyah dalam setahun terakhir untuk menduniakan kopi Bengkulu.

a

Perluas Pemasaran

Memperluas pemasaran menjadi salah satu langkah Gubernur Bengkulu yang patut diacungi jempol. Bukan hanya jalin kerjasama dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kopi Bengkulu juga telah meraih penghargaan pada tahun 2019 lalu di Perancis, yakni dalam 3 kategori awards, Kejuaraan Kopi Internasional AVPA (Agency for the Valorization of the Agricultural Products). Sehingga brending Kopi Bengkulu terwujud yakni Bencoolen Rejang Lebong, Bencoolen Kepahiang, dan Bermani Coffee Rejang Lebong.

Atas penghargaan itu, Kopi Bengkulu semakin dikenal. Bahkan mendapat apresiasi dari Presiden AVPA (Agency for the Valorization of the Agricultural Products), Philippe Juglar.

Kian tampak langkah menduniakan kopi Bengkulu, hal ini setelah ditetapkannya Bengkulu menjadi tuan rumah 'International Coffee Day' pada 1 Oktober 2020 mendatang yang rencananya akan digelar di Benteng Marlborough Bengkulu.

Tentu hal ini menjadi momentum bagi Bengkulu untuk terus memacu pengembangan kualitas dan kuantitas Kopi Bengkulu. Sehingga dapat bersaing dengan kopi negara produsen lain.

l

Komoditas Lokal ke Kancah Internasional

Kopi Bengkulu sudah sejak lama menjadi usaha rakyat yang dilakukan secara turun temurun di Provinsi Bengkulu. Namun, karena masih banyak lahan kopi rakyat yang masuk dalam kawasan hutan lindung, sehingga petani kopi dalam memproduksi kopi terbatas. Seperti di kawasan perkebunan Kopi di Kabupaten Kepahiang. 

Dikepemimpinan Gubernur Rohidin Mersyah, hal itu 'didobrak'. Perkebunan Kopi rakyat yang masuk dalam kawasan hutan diperjelas statusnya dengan sistem perhutanan sosial sehingga masyarakat bisa leluasa mengelola kebunnya dan meningkatkan hasil produksi.

Tak hanya itu, program bantuan, edukasi pasca panen juga terus diupayakan Pemprov Bengkulu dan Pemkab Kepahiang. Bupati Kepahiang Hidayatullah Sjahid juga terpacu meningkatkan produksi kopi yang dikelola masyarakatnya. 

Pemkab Kepahiang terus berupaya melakukan metode sambung pada kebun rakyat agar hasilnya bisa berlipat. Bahkan, konsep integrasi dengan pariwisata digagas Pemkab Kepahiang bersama Pemprov Bengkulu dengan membuat Kampung Kopi Kabawetan yang menyajikan kopi di area kebun rakyat dan menampilkan pengelolaan kopi secara special.

Kopi Bengkulu di Eropa

Tanggapan positif soal kopi Bengkulu di lontarkan oleh Presiden AVPA Mr. Philippe Juglar. Ia mengapresiasi atas prestasi dan komitmen Gubernur Rohidin dan masyarakat Bengkulu terkait pengembangan kopi Bengkulu ini. Menurutnya, dengan kekhasan aroma dan citarasa kopi Bengkulu ini, jelas memberikan peluang besar bagi kebangkitan ekonomi masyarakat melalui kopi.

Diketahui saat ini, di Bengkulu sudah tumbuh dan kembang pelaku kopi hilir sepanjang 3 tahun terakhir, dan mencapai kurang lebih 135 brand kopi premium Bengkulu muncul ke permukaan. 

Sementara diungkapkan Duta Besar RI untuk Perancis Arrmanatha Nasir, selama ini di pasar Eropa Kopi Indonesia tidak diketahui oleh warga masyarakat Perancis. Namun seiring berjalannya waktu, warga Perancis sudah mulai melirik kopi Indonesia yang memiliki kualitas terbaik.

Arrmanatha Nasir berharap, Para penggiat kopi di setiap daerah, di Indonesia tetap menjaga kualitas kopi masing-masing, agar kopi indonesia semakin dikenal di mancanegara.

Untuk diketahui, Bengkulu adalah penghasil kopi ke tiga terbesar Nasional, Perkebunan Rakyat Kopi Robusta Seluas 86,746 Ha dengan produksi 55,333,34 Ton, Sedangkan Kopi Arabika Seluas 3,734 dengan Produksi 1,482,10 ton, dan perkebunan besar swasta kopi arabika seluas 405 Ha dengan Produksi 140 ton. 

Misi Dagang Australia 2020

Salah satu produk unggulan Provinsi Bengkulu Kopi Robusta akan ikut dalam Misi Dagang ke Australia tahun 2020 ini. Selain merupakan ajang promosi skala internasional, juga diharapkan dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat khususnya para petani kopi Bengkulu.

Wakil Gubernur Bengkulu Dedy Ermansyah mengatakan, Kopi Robusta yang berasal dari daerah Kepahiang dan curup Rejang Lebong sudah dikenal dunia dan sudah mendapatkan penghargaan di Prancis.

Untuk mengembangkan pangsa pasar, kata Dedy, maka kopi Bengkulu harus terus ikut dalam ajang internasional, salah satunya dalam Misi Dagang Australia 2020 yang dimotori Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemndag RI). (Red/LJ)

j

Berita Terkait