BPS Catat Perbaikan Indikator Kemiskinan Jember, Pemkab Targetkan di Bawah 200 Ribu Jiwa

Kamis, 22/10/2026 - 08:58
BPS Catat Perbaikan Indikator Kemiskinan Jember, Pemkab Targetkan di Bawah 200 Ribu Jiwa

BPS Catat Perbaikan Indikator Kemiskinan Jember, Pemkab Targetkan di Bawah 200 Ribu Jiwa

Klikwarta.com, Jember - Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan melalui berbagai program pembangunan dan intervensi sosial. Berdasarkan potret indikator pembangunan 2026 yang diserahkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember, posisi Jember berdasarkan jumlah penduduk miskin secara absolut mengalami perbaikan, dari peringkat kedua menjadi peringkat ketiga di Jawa Timur.

Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Alhamdulillah, Jember hari ini sudah on the track. Selama bertahun-tahun kemiskinan kita selalu nomor dua secara absolut di Jawa Timur. Sekarang sudah nomor tiga dengan adanya penurunan kemiskinan yang cukup signifikan di Kabupaten Jember,” ujar Gus Fawait, Selasa (20/10/2026).

Menurutnya, perbaikan indikator kemiskinan tidak terlepas dari dukungan berbagai sektor, termasuk peningkatan belanja pemerintah melalui APBD dan APBN serta perkembangan investasi sepanjang 2025 hingga 2026. Sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dinilai memiliki peran penting dalam mendorong aktivitas ekonomi dan memperluas kesempatan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.

Pemkab Jember juga mengoptimalkan sejumlah program prioritas yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Di bidang kesehatan, pemerintah daerah menyediakan layanan melalui program Universal Health Coverage (UHC), Homecare, serta Mobil Cinta yang mendukung pelayanan dan pengantaran pasien pulang setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Di bidang pendidikan, pemerintah daerah mengalokasikan program beasiswa bagi sekitar 11 ribu mahasiswa. Program ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu upaya jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan.

Selain itu, Pemkab Jember melaksanakan berbagai intervensi untuk menjaga daya beli masyarakat, antara lain melalui pasar murah, program Bunga Desaku yang menyediakan paket sembako, serta penyaluran bantuan pangan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dan menjaga stabilitas harga.

Gus Fawait menyampaikan bahwa persentase penduduk miskin di Jember saat ini berada di kisaran 8 persen atau lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Timur. Meski demikian, pemerintah daerah menilai upaya pengentasan kemiskinan masih perlu diperkuat, terutama untuk menurunkan jumlah penduduk miskin secara absolut.

Pemkab Jember menargetkan jumlah penduduk miskin dapat ditekan hingga di bawah 200.000 jiwa dalam beberapa tahun mendatang. Pencapaian target tersebut akan didukung melalui kesinambungan program perlindungan sosial, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan, serta penguatan perekonomian daerah.

Menurut Gus Fawait, penurunan kemiskinan merupakan salah satu indikator penting keberhasilan pembangunan. Oleh karena itu, berbagai kebijakan pemerintah daerah diarahkan agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Upaya tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan sebagai prioritas. Pemkab Jember berkomitmen melanjutkan berbagai program secara terukur dan berkelanjutan guna meningkatkan taraf hidup masyarakat serta mempercepat pemerataan kesejahteraan di Kabupaten Jember. (**) 

Berita Terkait