Dampak Penyakit Media Sosial FoMO

Minggu, 09/07/2023 - 14:09
Ilustrasi Ketakutan Kehilangan Momen (FoMO)/Sumber : Yandex.com

Ilustrasi Ketakutan Kehilangan Momen (FoMO)/Sumber : Yandex.com

Oleh : Helen Nur Rahmadhan 

Klikwarta.com - Pernahkah kamu merasa gelisah ketika kamu mengecek media sosial kamu dan melihat berbagai keseruan yang sedang dilakukan oleh teman-temanmu? Kamu mungkin merasa sulit untuk berhenti memantau aktivitas orang lain di media sosial. Jika kamu pernah mengalami hal tersebut, maka kemungkinan kamu telah terkena penyakit media sosial FoMO. Namun, apakah kamu tahu apa itu FoMO?.

Beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah sangat pesat. Pesatnya perkembangan ini menjadikan internet sebagai alat komunikasi utama yang sangat diminati oleh masyarakat setelah internet mulai dapat diakses melalui smartphone. Dengan hadirnya Smartphone, fasilitas yang disediakan dalam berkomunikasipun pun semakin beraneka macam, mulai dari sms, mms, chatting, email, browsing serta fasilitas sosial media. 

Media sosial adalah platform online yang memungkinkan kamu untuk menunjukkan siapa dirimu, berinteraksi dengan orang lain, bekerja sama, berbagi, dan berkomunikasi dengan pengguna lain untuk membentuk ikatan sosial dalam bentuk virtual.

Namun, hal tersebut dapat berubah menjadi rasa gelisah dan takut jika kamu merasa tertinggal saat melihat teman-temanmu sedang melakukan sesuatu yang lebih baik atau lebih menyenangkan daripada apa yang kamu lakukan saat ini. Rasa takut seperti itu disebut Fear of Missing Out (FoMO) merupakan keinginan besar untuk tetap terhubung dengan apa yang orang lain lakukan melalui dunia maya. FoMO dapat dijelaskan sebagai ketakutan kehilangan momen ini perasaan cemas yang muncul saat kamu khawatir kehilangan pengalaman yang orang lain miliki. 

Menurut hasil survei FoMO yang dilakukan oleh Australian Psychological Society (APS), remaja rata-rata menghabiskan waktu 2,7 jam per hari terpengaruh oleh FoMO. Survei ini menunjukkan bahwa prevalensi FoMO pada remaja mencapai 50%, sementara pada kelompok dewasa sebesar 25%. Temuan ini juga mengungkapkan bahwa remaja memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk mengalami FoMO dibandingkan dengan kelompok dewasa. 
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap remaja dalam pembentukan identitas diri.
Ada beberapa fenomena di Indonesia mengenai FoMO yang berujung tragis. Pada tahun 2016, terjadi kasus seorang siswa SMP yang meninggal setelah jatuh dari lantai lima sebuah gedung kosong di Koja, Jakarta Utara saat sedang berfoto selfie. Siswa tersebut berusia 15 tahun. Dari kejadian ini menggambarkan dampak negatif FoMO terhadap remaja sangatlah berbahaya. Apa sajakah dampak negatif  FoMO terhadap remaja? 

1. Masalah Identitas Diri : FoMO dapat membuatmu meragukan diri sendiri dan merasa tidak puas dengan siapa kamu sebenarnya. Melihat apa yang orang lain lakukan atau miliki di media sosial bisa membuatmu membandingkan dirimu dengan standar yang tidak realistis, dan ini dapat mempengaruhi pembentukan identitas dirimu.

2. Kesepian : Ketika kamu terus memerhatikan apa yang orang lain lakukan melalui media sosial, kamu mungkin merasa kesepian atau terisolasi. Rasa terpinggirkan dapat muncul ketika kamu melihat teman-temanmu berkumpul atau melakukan kegiatan sosial tanpa kamu.

3. Gambaran Diri Negatif : Terus-menerus terpapar highlight reel kehidupan orang lain di media sosial dapat menghasilkan gambaran diri yang negatif. Kamu mungkin merasa kurang berarti atau tidak memadai ketika membandingkan kehidupanmu dengan apa yang kamu lihat di platform tersebut.

4. Perasaan Tidak Adekuat : FoMO dapat memicu perasaan tidak cukup atau kurang berhasil. Kamu mungkin merasa tertekan untuk selalu terlibat dalam berbagai kegiatan atau mengikuti tren terkini demi merasa diterima dan diakui oleh orang lain.

5. Rasa Iri Hati: Melihat keseruan dan prestasi orang lain di media sosial dapat memicu rasa iri hati. Kamu mungkin merasa cemburu atau tidak puas dengan apa yang kamu miliki, berpikir bahwa orang lain memiliki pengalaman yang lebih baik atau lebih menyenangkan daripada dirimu.

Untuk mengatasi dampak FoMO, cobalah untuk mengembangkan kesadaran diri, fokus pada kekuatan dan minatmu sendiri, dan terlibat dalam kegiatan yang benar-benar membuatmu bahagia. Juga, penting untuk membangun hubungan sosial yang nyata dan mengatur waktu yang sehat untuk menggunakan media sosial sehingga dapat mengurangi dampak FoMO dan menemukan keseimbangan dalam kehidupanmu sebagai remaja.
 

Tags

Berita Terkait