Asep Rianto Ketua DPC Lembaga LIPPAN JAYA Kabupaten Kaur
Klikwarta.com, Kaur - Dana Desa tahap 40% pertama Desa Kepala Pasar, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, hancurkan siring pasang aset milik Kabupaten, demi untuk bangun Trotoar melalui DD Tahun 2020.
Pjs Kades Kepala Pasar Subandi menyampaikan kepada media Klikwarta.com, Sabtu (16/05/2020) di kediamannya, bahwa DD 40% tahap pertama untuk membangun Trotoar Jalan di Terminal Bus pasar Impres dengan panjang 57 M dengan jumlah anggaran Rp112.130.600.
"Kita membangun trotoar tersebut lantaran siring yang lama sudah mampet, sehingga airnya tidak lancar. Kalau masalah siring pasang tersebut aset milik Kabupaten ya gak masalah. Yang penting pembangunan dalam wilayah desa kami", jelas Subandi Pjs Kepala Pasar.

(Foto : Limbah material habis dipakai kembali)
Sementara, ketua Teknis DD Kepala Pasar yang akrab dipanggil Buyung menyampaikan, "sebelum kami membangun, kami koordinasi pihak Dinas PUPR Kabupaten Kaur dengan kabid Cipta Karya. Katanya silakan dibangun, tapi hanya sebatas lisan", ungkapnya singkat.
Di sisi lain, Asep Rianto Ketua DPC Lembaga LIPPAN JAYA Kabupaten Kaur sangat menyayangkan atas pembangunan trotoar Kepala Pasar tersebut, lantaran siring lama masih sangat layak. Persoalan air mampet itu hanya karena siringnya tertimbun tanah, jadi kalau dibuang tanahnya, selesai persoalannya.
"Selain siringnya masih bagus. Atas pantauan selama ini. Kok batu atau limbah material yang lama dipakai kembali. Harusnya semua batu bekas siring lama (limbah material) tidak lagi di pakai. Lantaran bangunan tersebut dengan anggaran fantastis. Sehingga kuat dugaan pihak KPA memark-up anggaran tersebut", tudingnya.

(Foto : kondisi dinding siring sebelum dirusak)
Tentunya dalam hal ini, lanjut Asep, pihaknya meminta pihak aparat terkait untuk menelusuri kegiatan Pembangunan DD Kepala Pasar tersebut. "Mulai dari siring yang bagus dihancurkan, limbah material dipakai kembali dan anggaran yang fantastis diduga Mark-up. Agar tidak merugikan Keuangan Negara harus dicek aparat. Apalagi sekarang ini kita semua sedang dilanda wabah Covid-19, jadi jangan mengambil kesempatan diatas kesempitan", sebut Asep.
Sementara, pihak PUPR Kabupaten Kaur bidang Cipta Karya selaku pemilik Aset Siring tersebut saat dikonfirmasi via Telephone seluler melalui Kabid CK Doni menyampaikan, "Kita belum mengetahui siring aset kabupaten dibagung oleh pihak desa. Namun akan kita cek dulu", tandas Doni.
(Pewarta : Sulek)

(Foto : limbah material sebelum habis dipakai kembali)








