Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes, PPKB) Kabupaten Trenggalek, dr. Saeroni, MMRS. saat dikonfirmasi di halaman, Pendapa Manggala Praja Nugraha, Senin (17/1/2022) (Foto : Hardi Rangga, klikwarta.com).
Klikwarta.com, Trenggalek - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai menjakit di Kabupaten Trenggalek. Diharapkan seluruh warga harus waspada serta melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan sekitar.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes, PPKB) Kabupaten Trenggalek, dr. Saeroni, MMRS, mengatakan, hingga saat ini tercatat ada 21 orang yang terpapar penyakit tersebut.
"Sampai dengan saat ini jumlahnya ada 21 kasus, yang pertama ada di Karanganyar, 3 orang, kemudian Suruh 1 orang, Pule 1 orang Baruharjo 1 orang, Karangan 1 orang," ungkap Saeroni, Senin (17/1/2022).
"Gandusari 2 orang, Puncang Anak 4 orang, Munjungan 3 orang dan Tugu 5 orang, totalnya ada 21 orang. Ini semua sudah kita lakukan sesuai dengan prosedur penanganan Deman Berdarah (DB)", jelasnya.
Guna menangani kasus DBD, kata Kadinkes PPKB itu, pihaknya telah melakukan penyelidikan epidemologi di lapangan. Apabila di radius 100 meter ada penderita yang panas, maka dilakukan fogging.
"Sudah ada beberapa titik yang kita lakukan fogging, di Tugu, Munjungan dan Pogalan, dengan upaya ini diharapkan kasus tidak meningkat, karena sejak awal sudah dilakukan pencegahan atau penanganan yang cepat", ujar Kadinkes PPKB.
"Saat ini kondisi Trenggalek masih stabil, trennya tidak ada peningkatan yang drastis, semoga terus seperti ini", tandasnya.
Beberapa daerah di Kabupaten Trenggalek yang endemik penyakit Demam Berdarah setiap tahunnya, meliputi Kecamatan Kota, Durenan, Gandusari maupun Pogalan. Karena itu, diharapkan kepada masyarakat, untuk melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk). Sebab ini cara yang ampuh untuk menangani DBD dengan memutus perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus yang dikenal menjadi pembawa virus Dengue masuk ke tubuh manusia.
"Apabila diketahui di sekitar itu sudah ada nyamuk yang banyak, ayo galakkan supaya dilakukan PSN, agar telur-telur yang ada di tempat-tempat perindukan nyamuk bertelur ini bisa hilang, termasuk jentik-jentiknya juga hilang. Sehingga tidak menjadi nyamuk dewasa yang bisa menularkan penyakit DBD", pinta Saeroni.
"Untuk mengurangi fatalitas penyakit ini, disarankan kepada penderita untuk meminum cairan yang banyak, karena DBD itu pembuluh darah yang bocor atau lubang-lubang, sehingga banyak cairan yang keluar, maka obatnya adalah minum cairan yang banyak, baik itu air maupun oralit", demikian dr.Saeroni.
Pewarta : Hardi Rangga








