Empat Hari Pasca-Gempa Flores M 7,7, Desa Sambi Terisolasi Bantuan, Warga Tuding Pemerintah 'Pilih Kasih'

Rabu, 19/08/2026 - 11:34
Rumah milik Stanislaus Kurnia Tewang di RT 08 hancur berat pasca gempa M 7,7 yang hingga saat ini belum tersentuh bantuan sembako sama sekali

Rumah milik Stanislaus Kurnia Tewang di RT 08 hancur berat pasca gempa M 7,7 yang hingga saat ini belum tersentuh bantuan sembako sama sekali

Klikwarta.com, Ruteng - Empat hari pasca-gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Desa Sambi di Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, seolah menjadi wilayah yang terlupakan. Di saat penanganan tanggap darurat berjalan di daerah lain, para penyintas gempa di Desa Sambi belum tersentuh bantuan logistik sedikit pun dari pemerintah.

Kondisi paling memprihatinkan terlihat di Kampung Golokung, RT 08, Dusun Waewua, Desa Sambi. Rumah-rumah warga di kawasan ini—termasuk milik Stanislaus Kurnia Tewang dan Yohanes Wacila—mengalami rusak berat hingga tak lagi aman dihuni.

Tanpa adanya tenda pengungsian resmi dari instansi terkait, warga Desa Sambi terpaksa bergotong royong mendirikan tempat perlindungan seadanya menggunakan terpal bekas dan kayu.

Penyebab Terisolasi: Distribusi Logistik yang Tidak Merata

Suara kekecewaan membuncah dari para warga Desa Sambi. Mereka menilai pemerintah daerah maupun pusat bersikap tidak adil dalam memetakan titik penyaluran bantuan pascabencana.

"Kami mendengar bantuan dari pemerintah sebenarnya sudah datang ke NTT, tetapi kenapa hanya berpusat di wilayah tertentu saja? Padahal kami di Desa Sambi ini juga warga negara Indonesia yang sama-sama terdampak parah akibat gempa," ujar Stanislaus Kurnia Tewang saat dikonfirmasi, mengeluhkan sulitnya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Hal senada ditegaskan oleh Yohanes Wacila. Ia mempertanyakan batas kesabaran warga Desa Sambi yang harus terus bertahan tanpa kejelasan nasib di bawah tenda darurat.

"Mau sampai kapan kami hidup di dalam tenda seperti ini tanpa punya apa-apa, khususnya untuk makan sehari-hari? Kami sangat berharap pemerintah tidak pilih kasih dalam mendistribusikan bantuan sembako," tegas Yohanes pada Rabu 19 Agustus 2026.

Kekecewaan warga tersebut akhirnya terkonfirmasi. Camat Reok Barat, Laus Hadi, membenarkan bahwa bantuan logistik ke Desa Sambi hingga saat ini memang belum ada sama sekali. Menurutnya, alokasi bantuan awal dari pemerintah baru menjangkau dua desa tetangga.

"Bantuan dari pemerintah berupa dua ton beras yang turun kemarin baru didistribusikan ke Desa Paralando dan Desa Lemarang," ungkap Laus Hadi saat dikonfirmasi media.

Daftar Kebutuhan Mendesak Warga Desa Sambi

Saat ini, ketahanan pangan dan kesehatan warga di Desa Sambi berada di titik kritis. Tanpa intervensi cepat dari pemerintah, krisis kemanusiaan di desa ini berpotensi kian memburuk.

Beberapa kebutuhan pokok yang mendesak di pengungsian Desa Sambi meliputi:

Logistik Pangan: Bahan makanan pokok (sembako) untuk pemenuhan gizi harian pengungsi.

Perlengkapan Tenda Layak: Terpal tebal, matras, alas tidur, dan selimut.

Fasilitas Penerangan: Lampu darurat atau genset karena instalasi listrik desa padam pasca-gempa.

Sanitasi dan Medis: Obat-obatan dasar, vitamin, serta sarana kebersihan darurat untuk mencegah wabah penyakit.

Hingga saat ini, warga Desa Sambi masih bertahan hidup dengan keterbatasan sumber daya mandiri, sembari mengetuk nurani pemerintah dan para dermawan agar bantuan kemanusiaan dapat segera digelontorkan ke wilayah mereka.

Penulis : Kordianus Lado

Berita Terkait