ilustrasi sayuran
Penulis: Dian Fitriani mahasiswa dari Politeknik Negeri Jakarta
Langit hitam yang menyelimuti semesta telah sepenuhnya tenggelam, berganti dengan langit biru dengan awan putih yang cerah serta menerbitkan harapan baru.
Hangatnya sinar matahari pagi ini memeluk setiap bagian tubuhku dan cerahnya pancaran sinar matahari menjadi teman dalam setiap perjalananku menuju tempat yang ramai dengan banyak orang.
Tempat itu adalah pasar tradisional, tempat yang sudah tidak asing lagi bagi banyak orang karena pasar tradisional sudah ada sejak dahulu.
Sayuran dan buah-buah segar sudah menjadi teman sehari-hari bagi para pedagang di sana. Menyapa, memberikan senyuman, serta lontaran kata-kata lucu kepada pengunjung juga sudah menjadi kebiasaan para pedangang untuk menarik simpati pengunjung agar membeli dagangan mereka.
Bukan cuma riuh suara pedagang saja yang terdengar, ternyata pembeli pun sibuk dengan aktivitas tawar-menawar dengan pedagang guna mencapai kesepakatan transanksi tersebut.
Tidak heran jika pasar tradisional akan selalu ramai pengunjung serta orang-orang yang berlalu lalang. Selain tersedianya bahan pangan yang sangat dibutuhkan oleh banyak orang, harga yang lebih murah dibanding pasar modern juga menjadi daya tarik bagi mereka.
Di pasar sederhana ini, yang nampak sederhana namun memiliki peran penting dalam kehidupan banyak orang. Tempat dimana seseorang mencari nafkah, tempat bertemunya pembeli dan penjual yang menjadi pusat perbelanjaan bagi para pedagang eceran, penjual makanan, hingga ibu rumah tangga yang membeli bahan kebutuhan sehari-hari. (*)








