ilustrasi. Istimewa
Klikwarta.com - Anda tentu butuh solusi secepatnya terkait Pandemi Covid-19. Karena hampir semua aktivitas anda terganggu akibat wabah yang mendunia ini.
Dampaknya pun sangat dirasakan hampir seluruh kalangan. Ini membuktikan, betapa dahsyatnya wabah Covid-19 ini. Maka dari itu, baiknya tak boleh gegabah dalam menyikapi pandemi Covid-19 ini.
Pencegahan, merupakan langkah yang sangat penting untuk diperhatikan semua kalangan masyakarat. Bukan hanya membaca perkembangan informasi terkait pandemi ini saja, semua kalangan masyarakat harus gotong royong mengindahkan imbauan pemerintah.
Sebab, butuh tindakan kongkrit dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini. Bayangkan, jika pandemi ini tak segera teratasi, semua tentu akan semakin merasakan dampaknya.
Lihat sekitar, aktivitas berkumpul, aktivitas kerja, aktivitas beribadah, aktivitas bersilaturahmi dan juga aktivitas lainnya, nyaris tak lagi bisa dilakukan. Apa yang ada dipikiran anda? Ironis bukan.
Untuk itu, mari bersama galang semangat bersatu gotong royong putus mata rantai penyebaran Covid-19 detik ini juga. Jangan malas, jangan acuh dan jangan menganggap sepele (sembrono).
Jadikan diri anda penyambung lidah untuk informasi-informasi pencegahan. Pun diri anda untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19, jika merasa tidak sehat dan mengarah pada gejala-gejala yang memungkinkan anda terindikasi terpapar corona. Seperti, demam tinggi, batuk dan pilek, gangguan pernapasan, sakit tenggorokan, letih dan lesu.
Perlu diketahui, data terbaru di Indonesia per 6 Mei 2020, orang positif corona sudah mencapai 12.438 pasien. Sedangkan kasus corona di dunia semakin mendekati angka 4 juta.
Sekali lagi, apakah anda masih mau sesuka hati mengacuhkan imbauan pemerintah? tentu tidak bukan. Data tersebut, tentu penting menjadi perhatian kita bersama untuk segera ikut serta mengatasinya.
Bagaimana caranya? Ya, semua berusaha terapkan langkah-langkah pencegahan sesuai imbauan pemerintah, salah satunya Social Distancing:
1. Jauhi Kerumunan
2. Kerja, Belajar dan Ibadah di Rumah
3. Minimalisir bersentuhan dan berdekatan dengan orang lain
4. Usahakan berjemur matahari diteras rumah pada pagi hari.
5. Pastikan sirkulasi udara baik sehingga terhindar dari ruangan lembab
6. Tunda kegiatan-kegiatan massal, seperti arisan, reuni, nongkrong bareng dan lain sebagainya.
Tak cukup sampai disitu, anda juga harus memperhatikan hal-hal yang memungkinkan ada bisa tertular saat beraktivitas di luar rumah. Maka, penting bagi anda menerapkan hal sebagai berikut:
1. Selalu gunakan masker
2. Jaga jarak antar sesama (tidak bersentuhan/bersalaman)
3. Sesering mungkin mencuci tangan dengan benar
4. Perhatikan situasi lingkungan saat beraktivitas. Apabila ramai, segera menghindar. Misal, saat mengantre di ATM, Belanja di Pasar, atau ditempat-tempat lainnya.
Disisi lain, jangan lupa konsumsi makanan bergizi dan istirahat yang cukup, upayakan ruang terpisah dengan anggota keluarga yang lain dan jaga jarak dengan orang sehat minimal 1 meter, hindari pemakaian bersama alat makan (piring, sendok, garpu dan gelas) jangan lupa cuci alat makan dengan bersih, jaga kebersihan rumah dan gunakan cairan disinfektan.
Imbauan diatas apakah anda anggap sulit atau ribet ? Ya, memang. Tapi hal itu bisa menghindarkan anda dan keluarga yang anda cintai dari Pandemi Covid-19. Jadi, tak perlu anda pikir-pikir, tak perlu anda merasa berat menerapkannya. Itu semua demi keselamatan bersama, juga demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sehingga cepat teratasi dan juga anda bisa segera beraktivitas normal kembali.
Jangan Mudik Lebaran
Kenapa tidak boleh mudik, toh itu hak semua orang, kok tidak boleh...???
Sadari, mudik berisiko anda tertular Covid-19 di tempat umum, juga berisiko menularkan Covid-19 di kampung halaman. Kenapa demikian?
Mungkin, saat anda hendak mudik anda merasa sehat. Kemudian anda melakukan perjalanan mudik. Nah, tak disadari anda terjangkit di tempat umum. Maka, anda menjadi berisiko menularkan Covid-19 di kampung halaman. Tentu hal ini sangat tidak baik untuk dilakukan. Maka, urungkan niat mudik. Tunda sampai keadaan normal kembali baru mudik.
Sisi lain, pemerintah sudah melarang mudik, bahkan diterapkan protokol keamanan apabila ada yang nekat mudik. Akan di cek kesehatan di posko-posko penjagaan pintu masuk semua wilayah. Selanjutnya, akan dikarantina terlebih dulu hingga dipastikan tidak terpapar corona, baru dipulangkan. Apakah itu gak membuat ribet, maka tundalah mudik.
Solusinya, pakai digital untuk tetap bisa menyambung silaturahmi dan juga melepas kerinduan dengan orang-orang yang berada di kampung halaman. Misal, video Call via WhatsApp atau saluran komunikasi lainnya.
Stay At Home (Di Rumah Aja)
Makan apa? gimana semua tanggungan keluarga bisa ditanggulangi kalau hanya berdiam dirumah??.
Ya itulah gerutu seorang kepala keluarga dan juga para pekerja. Memang berdiam di rumah tak menjadi solusi bagi kelangsungan ekonomi. Semua butuh aktivitas di luar rumah. Ada tanggung jawab yang harus dipenuhi, ada kebutuhan yang harus ditanggulangi, setiap hari pun tiap bulannya.
Lalu, bagaimana solusinya?
Semua profesi punya klasifikasi khusus untuk bisa disiasati, tetap beraktivitas bekerja, tapi tetap mengindahkan imbauan pemerintah. Misal, jika ada berprofesi sebagai pedagang tentu anda harus berdagang diluar, bahkan di pasar. Hal apa yang harus anda lakukan agar tidak terpapar corona?, jawabanya terapkan standar pencegahan. Tetap gunakan masker, sering cuci tangan dengan benar dan menjaga kebersihan dagangan maupun lingkungan tempat berdagang.
Apabila terjadi keramaian?, ya anda harus bisa mengatasinya dengan menyuarakan imbauan untuk bersama menjaga jarak, masing-masing minimal 1 meter.
Soal profesi lainnya, penulis rasa, anda lebih mengetahuinya untuk mensiasati bagaimana untuk tetap bersama melakukan pencegahan terkait Covid-19 ini, terkhusus dalam profesi anda.
Baiknya, jika memang tidak ada hal yang penting di luar rumah, utamakan untuk tetap berada dirumah bersama keluarga anda yang anda sayangi. Buat aktivitas yang bisa membuat anda nyaman berada di rumah bersama keluarga.
Nah sudah tidak ada alasan untuk tidak mengindahkan imbauan pemerintah, semua wajib sinergi memerangi Covid-19. PUTUS MATA RANTAINYA, DETIK INI JUGA!
Berikut Protokol Kesehatan Penanganan Covid-19 :
JIKA ANDA MERASA TIDAK SEHAT
1. Jika Anda merasa tidak sehat dengan kriteria:
a. Demam 38 derajat Celcius, dan
b. Batuk/pilek
Istirahatlah yang cukup di rumah dan bila perlu minum. Bila keluhan berlanjut, atau disertai dengan kesulitan bernafas (sesak atau nafas cepat), segera berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).
Pada saat berobat ke fasyankes, Anda harus lakukan tindakan berikut:
a. Gunakan masker
b. Apabila tidak memiliki masker, ikuti etika batuk/bersin yang benar dengan cara menutup mulut dan hidung dengan tisu atau punggung lengan
c. Usahakan tidak menggunakan transportasi massal
2. Tenaga kesehatan (nakes) di fasyankes akan melakukan screening suspect COVID-19:
a. Jika memenuhi kriteria suspect COVID-19, maka Anda akan dirujuk ke salah satu rumah sakit (RS) rujukan yang siap untuk penanganan COVID19.
b. Jika tidak memenuhi kriteria suspect COVID-19, maka Anda akan dirawat inap atau rawat jalan tergantung diagnosa dan keputusan dokter fasyankes.
3. Jika anda memenuhi kriteria Suspect COVID-19 akan diantar ke RS rujukan menggunakan ambulan fasyankes didampingi oleh nakes yang menggunakan alat pelindung diri (APD).
4. Di RS rujukan, akan dilakukan pengambilan spesimen untuk pemeriksaan laboratorium dan dirawat di ruang isolasi.
5. Spesimen akan dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di Jakarta. Hasil pemeriksaan pertama akan keluar dalam 24 jam
setelah spesimen diterima.
a. Jika hasilnya positif,
i. maka Anda akan dinyatakan sebagai penderita COVID-19.
ii. Sampel akan diambil setiap hari
iii. Anda akan dikeluarkan dari ruang isolasi jika pemeriksaan sampel 2 (dua) kali berturut-turut hasilnya negatif
b. Jika hasilnya negatif, Anda akan dirawat sesuai dengan penyebab penyakit.
JIKA ANDA SEHAT, namun:
1. Ada riwayat perjalanan 14 hari yang lalu ke negara terjangkit COVID-19, ATAU
2. Merasa pernah kontak dengan penderita COVID-19, hubungi Hotline Center Corona untuk mendapat petunjuk lebih lanjut di nomor
berikut: 119 ext 9.
Penulis : Like Jansen (Pemred Klikwarta.com)













