Kementerian Ekraf Jadikan Kreativitas Warga Motor Pemulihan Pascabencana Aceh

Jumat, 28/08/2026 - 16:10
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mempercepat pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh melalui program 'Cerita Pulih: Pelatihan Fotografi dan Storytelling

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mempercepat pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh melalui program 'Cerita Pulih: Pelatihan Fotografi dan Storytelling

Klikwarta.com, Aceh - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mempercepat pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh melalui program 'Cerita Pulih: Pelatihan Fotografi dan _Storytelling_'. Melalui program itu, Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan ekonomi kreatif memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan, menghasilkan karya, dan mengolah pengalaman menjadi potensi ekonomi.

"Pemulihan pascabencana tidak hanya tentang membangun kembali apa yang rusak, tetapi juga bagaimana kita membangun kembali semangat, kapasitas, dan kesempatan masyarakat untuk bergerak. Melalui ekonomi kreatif, masyarakat dapat menjadi bagian dari proses tersebut dengan menghasilkan karya yang merekam perjalanan mereka sekaligus membuka peluang ekonomi baru," ujar Menteri Ekraf, Kamis (27/8).

Program melalui Direktorat Penerbitan dan Fotografi, Kementerian Ekraf ini diikuti 70 fotografer dan videografer lokal di WD Coffee, Karang Baru yang bertujuan mentransformasi trauma bencana menjadi karya visual bernilai ekonomi melalui penguatan kapasitas visual, penulisan naratif, hingga monetisasi konten digital. Direktur Penerbitan dan Fotografi, Iman Santosa, mengatakan pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pembangunan kembali infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan fisik masyarakat, tetapi juga mencakup pemulihan semangat, kapasitas, dan produktivitas masyarakat. 

“Kami tidak ingin masyarakat hanya menjadi objek dari sebuah cerita. Kami ingin masyarakat menjadi pencerita, pencipta, dan pelaku utama dari proses pemulihan itu sendiri,” ujar Iman Santosa.

Menurut Iman, melalui fotografi, tulisan, dan _storytelling_, pengalaman masyarakat dapat direkam dan diolah menjadi karya yang memiliki nilai sekaligus membuka peluang ekonomi. Cerita tentang bagaimana masyarakat bertahan, bangkit, dan membangun kembali kehidupannya dapat menjadi bagian dari proses pemulihan sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi kreatif di daerah terdampak.

Kegiatan dibuka oleh Asisten III Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, M. Zein, bersama Direktur Penerbitan dan Fotografi, Iman Santosa. Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan materi dari Nurul Fauziah dan Ferdy Siregar yang mencakup pengembangan kemampuan fotografi, _storytelling_, serta keterampilan menulis, termasuk pemahaman mengenai peluang komersialisasi karya melalui platform fotografi stok, media sosial, dan kanal digital lainnya.

Selain pembekalan materi, peserta mengikuti praktik fotografi secara langsung dengan dukungan Xiaomi Indonesia melalui penyediaan unit telepon genggam yang digunakan sebagai alat praktik selama pelatihan. Xiaomi Indonesia juga memberikan apresiasi berupa _doorprize_ kepada peserta dengan karya terbaik, sementara Faber Castell Indonesia memberikan dukungan berupa alat tulis sebagai hadiah bagi peserta terbaik yang meraih juara 1, 2, dan 3 dalam kegiatan praktik fotografi dan storytelling.

Sebagai salah satu output kegiatan, karya foto dokumentasi yang dihasilkan peserta selama pelatihan akan dihimpun menjadi sebuah buku dokumentasi. Buku tersebut akan menjadi arsip visual yang merekam proses rehabilitasi dan rekonstruksi ekonomi kreatif pascabencana di Aceh Tamiang sekaligus menjadi dokumentasi pelaksanaan program Kementerian Ekraf.

Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Kabupaten Padang Pariaman pada 20 Agustus 2026 dan selanjutnya akan dilaksanakan di Kabupaten Tapanuli Selatan pada 17 September 2026. Melalui rangkaian program tersebut, Kementerian Ekraf mendorong pemulihan yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga pada penguatan kapasitas, kreativitas, dan peluang ekonomi masyarakat. (**) 

Tags

Berita Terkait