Kolaborasi Kemendikdasmen dan ANRI dalam Pemanfaatan Arsip sebagai Sumber Pembelajaran

Kamis, 27/08/2026 - 20:21
Mendikdasmen Abdul Mu'ti bersama Kepala ANRI Mego Pinandito dalam penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta, Kamis (27/8)

Mendikdasmen Abdul Mu'ti bersama Kepala ANRI Mego Pinandito dalam penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta, Kamis (27/8)

Klikwarta.com, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menandatangani Nota Kesepahaman antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), sekaligus menyerahkan arsip Kemendikdasmen, termasuk naskah _national statement_ Mendikdasmen dalam Sidang Umum UNESCO ke-43. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan dan pemanfaatan arsip sebagai sumber informasi, pembelajaran, kebudayaan, serta sejarah bangsa.
 
Mendikdasmen mengatakan bahwa arsip memiliki peran penting dalam menghadirkan kembali berbagai peristiwa yang menjadi bagian dari perjalanan bangsa. “Inilah yang menurut saya menjadi bagian dari bagaimana arsip itu menjadi dokumen hidup. Dia tidak hanya menjadi tumpukan kertas, tetapi menjadi dokumen hidup yang membuat bangsa itu juga menjadi kaya dengan dokumennya itu dan bisa berjaya dengan dokumennya itu,” ujarnya di Jakarta, Kamis (27/8).
 
Menurutnya, dokumen masa lalu dapat menjadi bagian dari modal sejarah dan modal intelektual bagi bangsa untuk memahami perjalanan yang telah dilalui sekaligus menatap masa depan dengan lebih optimistis. “Menghadirkan kembali dokumen dalam bentuk yang relatif otentik itu menjadi sesuatu yang punya makna dalam konteks kita belajar,” tuturnya.

.

 
Salah satu arsip yang diserahkan pada kesempatan tersebut adalah naskah _national statement_ Mendikdasmen dalam Sidang Umum UNESCO. Menteri Mu’ti menyebut dokumen tersebut sebagai bagian dari arsip nasional sekaligus sejarah perjalanan bangsa Indonesia, termasuk perjalanan bahasa Indonesia di tingkat dunia.
 
“Semuanya adalah bagian dari sejarah bangsa yang menjadi tonggak penting tidak hanya bagi kita sebagai bangsa Indonesia, tetapi juga bagi peradaban dunia. Karena dengan menjadi salah satu bahasa resmi UNESCO, Indonesia berkontribusi besar dalam membangun khazanah kesusastraan dan peradaban dunia,” ujarnya.
 
Arsip Tidak Berhenti sebagai Dokumen

Kepala ANRI, Mego Pinandito, mengatakan bahwa sinergi dengan Kemendikdasmen tidak hanya berkaitan dengan peningkatan tata kelola kearsipan, mulai dari penyelamatan, pelestarian, hingga pelindungan arsip, tetapi juga pemanfaatannya secara lebih luas.

.

 
Mego juga menyampaikan apresiasi kepada Kemendikdasmen atas pengelolaan kearsipan yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil pengawasan kearsipan tahun 2025, Kemendikdasmen memperoleh nilai 98,14 dengan kategori sangat memuaskan. Sementara itu, tingkat digitalisasi arsip mencapai 98,09 dan juga berada dalam kategori sangat memuaskan.
 
“Jadi dengan model yang seperti inilah kemudian kami selalu mengharapkan kementerian dan lembaga bisa minimal sama dengan Kemendikdasmen,” ujarnya.
 
Lebih dari sekadar memenuhi fungsi pertanggungjawaban, Mego mendorong agar arsip statis yang diserahkan dan dilestarikan di ANRI dapat dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan. “Arsip statis yang diserahkan dan dilestarikan di ANRI bukan hanya sebagai bukti pertanggungjawaban, tetapi kami terus dorong untuk bisa menjadi bagian penting dari sumber informasi, pendidikan, kebudayaan, dan sejarah, tentu yang sangat kaya,” ungkap Mego.
 
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan arsip statis Kemendikdasmen kepada ANRI, forum diskusi, serta penandatanganan perjanjian kerja sama tentang pemanfaatan arsip statis dalam pembelajaran dan penyusunan buku pendidikan.

(Kontributor : Arif)

Berita Terkait