Kota Solo Dinyatakan Zona Hitam Covid-19, Penyemprotan Desinfectan Kembali Digiatkan

Selasa, 14/07/2020 - 19:08
Persiapan penyemprotan desinfectan massal guna mencegah perluasan penyebaran Covid-19 di sejumlah lokasi di Kota Solo Jawa Tengah.

Persiapan penyemprotan desinfectan massal guna mencegah perluasan penyebaran Covid-19 di sejumlah lokasi di Kota Solo Jawa Tengah.

Klikwarta.com, Solo - Pertambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 pada Minggu (12/07/2020) lalu, memicu dinyatakannya Kota Solo menjadi zona hitam.

Guna mencegah penyebaran Covid-19 agar tidak meluas, Satuan Gugus Tugas Pengendalian dan Pencegahan Covid 19 Surakarta kembali melakukan berbagai upaya, salah satunya yakni menggiatkan penyemprotan desinfectan massal.

Adapun lokasi penyemprotan tersebut sementara ini akan di lakukan di sejumlah titik seperti di kawasan sekitar Pasar Harjodaksino, belakang kampus UNS, Pasar Manahan, Gilingan dan daerah Kadipiro.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Andy Rifai mengatakan, kegiatan penyemprotan desinfenctan di lokasi sejumlah lokasi publik tersebut dilakukan sesuai pembagian wilayah tugas.

“Pelaksanaan kegiatan ini tidak tahu sampai kapan karena belum ditemukannya obat atau vaksin yang tepat. Yang terpenting bagaimana kita bisa melakukan tindakan preventif dengan penyemprotan di beberapa tempat publik dan akan dibagi sesuai per wilayah yang telah dibagi,” terang Kapolresta Surakarta saat acara apel persiapan penyemprotan desinfectan yang diikuti sejumlah instansi, Selasa (14/07/2020), di halaman Balaikota Surakarta.

Sementara itu, Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo kembali menekankan agar masyarakat wajib mengenakan masker dan tetap mentaati protokol kesehatan.

“Masyarakat wajib hukumnya untuk waspada dan kita bersama pemerintah bersama Gugus Pengendalian dan Pencegahan Covid 19 nanti tegas, jangan dianggap kami galak, arogan atau otoriter," tegas Rudy, sapaan Walikota Solo.

Walikota Solo juga menyampaikan, pihaknya akan menertibkan tempat - tempat publik yang berpotensi dapat menimbulkan adanya kerumunan massa. 

"Sudah kita sampaikan berkali – kali bahwa tempat – tempat yag bisa menghadirkan masyarakat banyak, mall, pasar maupun tempat bermain anak salah satunya Pasar Manahan,
begitu berkerumun kita akan tertibkan, kita tutup dan kita lakukan swab. Tempat lainnya seperti Mojosongo yang banyak terpapar dan tempat lain kalau perlu kita tutup. Ini semua demi masyarakat karena kita sayang,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, pertambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 pada Minggu (12/07/2020) tersebut lantaran sejumlah 25 tenaga kesehatan yang merupakan dokter residen dari Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi Solo terkonfirmasi positif Corona dan 18 di antaranya merupakan warga Kota Solo. 

Selain itu, sehari sebelumnya, salah seorang pedagang di Pasar Harjodaksino juga meninggal dunia. Meski dikabarkan memiliki riwayat penyakit jantung, namun berdasarkan hasil swab warga Desa Toriyo, Bendosari Sukoharjo tersebut dinyatakan positif. Kejadian ini berimbas terhadap penutupan sementara pasar tradisional yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Danukusuman, Serengan, Kota Surakarta, Jawa Tengah tersebut selama sepekan, mulai Selasa (14/07/2020).

Pemkot Solo juga telah menutup kawasan Alun -Alun Kidul Keraton Kasunanan Surakarta karena disinyalir menjadi tempat kerumunan massa guna mengantisipasi penyebaran Covid-19.

(Pewarta : Kacuk Legowo)

Berita Terkait