Pasar Jaya Mayestik (Youtube: Wisata Bareng Arivandy)
Oleh : Nadhifa Fitrina
Klikwarta.com - Meski zaman silih berganti, perdagangan di Kota Jakarta tak akan pernah sepi. Itulah ungkapan yang dapat dimaknai bahwa Jakarta memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Namun siapa sangka dibalik itu terdapat pasar tradisional yang telah hadir sejak dahulu. Berawal dari munculnya keberadaan pelabuhan yang dijadikan sebagai bersandarnya kapal sekaligus transaksi jual beli.
Deru mesin sepeda motor memecah keheningan pagi yang masih diselimuti dingin yang menggigit. Bergegas melihat plang biru putih bertuliskan "Pasar Jaya Majestic". Aroma surabi menguar seakan mengajak untuk segera menelusuri setiap inci pasar tradisional yang dibangun pada tahun 1981 ini. Kios gerai kain memenuhi jalan pasar menyambut dengan hangat para pembeli.
Deretan kios-kios penjual daging berbaris dan memanggil pembeli untuk segera berhenti. Kedua kaki mulai melangkah masuk menembus hiruk pikuk dengan rasa kantuk. Menerobos kerumunan orang yang berjalan. Memulai perjalanan melalui kerumunan. Lekuk senyuman mereka para pedagang menyapa demi mengharapkan transaksi.
Pasar tradisional Mayestik namanya, dahulu masyarakat mengenalnya sebagai tempat bioskop dengan diberi nama “Majestic” yang sempat menjadi tren di kawasan Kebayoran Baru saat itu. pasar Mayestik telah dilakukan peremajaan pasar tradisional pada tahun 2012, yang dimana untuk mengubah citra pasar tradisional. Pasar tradisional yang selalu diidentikkan sebagai tempat yang kumuh, kotor, tidak tertib, serta kurang nyaman.
Sesampainya di sana, mata akan terkagum-kagum melihat betapa terampilnya pedagang daging memotong setiap potong daging dengan cepat dan tepat. Memasuki lebih dalam, sayuran segar hasil jerih payah para pahlawan pangan itu sudah berjajar rapih. Manjakan mata pembeli dengan warna yang ditawarkan. Jika kita menemukan pedagang daging di dekat pasar, maka kios sayur mengisi dari tengah hingga ujung pasar.
Tak sedikit ibu rumah tangga yang dengan lincahnya memilah sayuran terbaik untuk dibawa pulang. Bernegosiasi agar diberikan penurunan harga atau sekedar meminta sayuran tambahan. Siap memanjakan lidah anggota keluarga lainnya yang mungkin sekarang masih terlelap di kasur empuknya. Di pasar tradisional ini, yang nampak sederhana namun memiliki peran penting dalam kehidupan. Bagaimana tidak, pasar tradisional merupakan penentu perekonomian yang didalamnya tersimpan sejuta kisah tentang untaian alur hidup manusia.
Tempat yang memanfaatkan ruang bawah tanah sebagai kios pedagang, dimana kepala keluarga berkeringat mencari nafkah. Tempat yang diam-diam menyaksikan proses kehidupan yang rumit. Di sinilah kisah kepala keluarga dimulai, menjadi awal cerita si kepala keluarga ketika berceloteh dongeng sebelum tidur kepada buah hatinya. Di tempat ini, seorang wanita paruh baya tidak henti-hentinya tersenyum dan menawarkan makanan yang sudah dimasak kepada setiap orang yang lewat.
Dengan suara lembut mengingatkan orang yang lewat untuk mengisi perut mereka terlebih dahulu yang beriringan dengan suara mesin pemarut kelapa yang menenggelamkan suara lembutnya. Saat itu pagi masih tersembunyi di tempatnya yang sunyi, namun di sini tiap pasang mata sudah terbangun mengabaikan dinginnya embun. Bergelut dengan waktu sampai senja menyapa. Bagi mereka para pedagang, pasar Mayestik adalah tempat mereka memulai hari, menghabiskan waktu dan melakukan segala kegiatan yang melekat menjadi kebiasaan.
Banyak hal menarik yang bisa dijumpai ketika berkeliling di pasar Mayestik, salah satunya adalah tempatnya yang bersih dan rapi. Inilah yang membuat pasar Mayestik disebut bukan pasar sembarangan karena tampilannya cukup berbeda dari pasar tradisional lainnya. Selain itu pasar Mayestik juga dikenal oleh banyak orang sebagai pusat tekstil terbesar di Jakarta. Tak heran jika kota Jakarta mempunyai peran penting dalam perekonomian Indonesia.








