Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhamad Natanegara, saat menerima piagam penghargaan pada Festival Mangrove Jatim V, di Romokalisari adventure land, Kecamatan Benowo, Kota Surabaya, Selasa (31/10/2023)
Klikwarta.com, Trenggalek - Pemerintah Kabupaten Trenggalek, mendapatkan penghargaan Festival Mangrove Jatim V, di Romokalisari adventure land, Kecamatan Benowo, Kota Surabaya, Selasa (31/10/2023)
Hal ini diraih karena dinilai Pemerintah Kabupaten Trenggalek, berkomitmen tinggi dukung upaya Pelestarian Ekosistem Mangrove, diwilayah Kabupaten Trenggalek sehingga mendapat Apresiasi dari Gubernur Jatim.
Dalam hal ini, Wakil Bupati Trenggalek Syah Muhamad Nata Negara, mewakili Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menerima piagam penghargaan pada Festival Mangrove Jatim V, serta serahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar parawansa.
Selanjutnya, dalam kegiatan Festival Mangrove Jatim V, di Romokalisari adventure land, Kecamatan Benowo, Kota Surabaya, Wakil Bupati Trenggalek, juga ikut menanam bibit mangrove bersama Gubernur Jatim, serta melepas liar benih ikan, udang, burung dan unggas.
"Terima kasih atas apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan semoga ini menjadi motivasi bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek untuk lebih peduli dalam melestarikan ekosistem mangrove," ungkap, Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhamad Natanegara.
Kemudian, dalam sambutannya, Gubernur Khofifah mengatakan Festival Mangrove ini merupakan bentuk upaya Pemprov Jatim dalam rangka memasifkan upaya penguatan eksosistem Mangrove dari hulu hingga hilir. Sekaligus, untuk mewujudkannya Net Zero Emission (NZE) 2060.
“Terima kasih atas semua kebersamaan yang kita lakukan hari ini. Festival Mangrove ini merupakan bagian dari upaya pencapaian target yang diukur guna mewujudkan Net Zero Emission Tahun 2060,” ungkap Gubernur Khofifah.
Lebih lanjut, “Saat ini, sudah banyak seminar untuk menuju NZE 2060. Namun langkah kongkret juga harus dilakukan. Makanya saya lebih banyak mengajak ayo sedekah oksigen. Ayo nandur nandur dan nandur, Ayo rawat, rawat dan rawat. Dengan begitu langkah kita akan terukur dalam mencapai target NZE 2060,” lanjutnya.
Pihaknya menjelaskan, saat ini, Jawa Timur memiliki kawasan mangrove seluas 27.221 hektare atau 48-50% dari kawasan mangrove di Pulau Jawa. Berdasarkan data Dinas Kehutanan, kawasan ini merupakan yang terluas di antara provinsi lain di Pulau Jawa dan Bali.
“Karena kerapatan mangrove lebatnya kita 47,26%, mangrove sedang 46,07% dan mangrove jarang 6,66%. Sementara potensi mangrove Jawa Timur seluas 51.557 hektare,” bebernya.
Berdasarkan data Dishut Prov. Jatim sejak tahun 2020 hingga saat ini telah dilaksanakan penanaman mangrove di pesisir Jawa Timur melalui dana APBD, APBN dan dukungan pihak lainnya seluas 1.930,53 Ha. Dengan jumlah bibit mangrove sebanyak 6.813.947 batang termasuk kegiatan penanaman di Festival Mangrove Jawa Timur ke-V ini.
Posisi ini sangat penting karena mangrove merupakan tanaman penyangga yang sangat besar manfaatnya bagi lingkungan. Tanaman mangrove mampu memproduksi oksigen dan mampu menyerap karbon lima kali lipat dibandingkan pohon biasanya.
Secara khusus Khofifah juga mengapresiasi hilirisasi yang telah dilakukan oleh para petani Mangrove di Jatim. Salah satunya seperti yang telah mengembangkan sirup mangrove, aneka makanan ringan dari mangrove, juga batik mangrove.
(Pewarta : Hardi Rangga)








