Festival Film Tegal Mendongkrak Generasi Millenial Tegal Go Internasional
Klikwarta.com, Tegal - Saat kaum millenial Tegal mulai menggeliat memasuki wilayah perfilman ditengah sunyi film karya anak Tegal usai film 'Turah' berlalu, penguasaan kaum millenial dalam merespond pergeseran peradaban dengan dukungan teknologi tinggi sudah sedemikian dahsyatnya.
Festival Film Tegal atau FFT merupakan sebuah upaya anak muda Tegal dalam menggugah adrenalin, mendorong terciptanya karya-karya film Tegal, Terutama mereka anak-anak muda Tegal yang semakin banyak menyelesaikan studinya di lembaga-lembaga pendidikan lebih tinggi di bidang seni.

Rangkaian pemutaran film-film Tegal berdurasi pendek yang diputar di Gajahmada Cinema kelak akan menjadi penilaian untuk menemukan rantai terlemah dalam penggarapan film yang kelak akan menjadi parameter produksi film selanjutnya.
Hadirnya dua Narasumber sehari sebelum rangkaian pemutaran film dilaksanakan seperti Sugar Nadia (Film Festival Programmer / Madani Film Festival, Plaza Indonesia Film) dan Arie Kartikasari (Content Creator Community Manager Viddsee), keduanya memaparkan tentang bagaimana memproduksi film untuk bisa diterima Bioskop atau acara Festival Film baik nasional maupun Internasional.
Kedua Narasumber itu dihadirkan panitia Festival Film Tegal 2019 dalam agenda kegiatan Kelas Kreatif dengan tajuk "Apa yang kau cari, Filmmaker" bertempat di Pendopo Kecamatan Tegal Selatan - Kota Tegal, Jumat (6/12).
Sutradara kenamaan asal Tegal, Imam Tantowi memberikan pandangannya mengenai FFT yang baginya sangat penting dapat berkesinambungan dan disamping pembuatan juga ada rutinitas diskusi film dengan memutar film-film bermutu sehingga akan memacu munculnya gagasan-gagasan baru.

Seperti di kutip dari media online Ia mengutarakan " Jangan batasi hanya film Tegalan. Bebaskan milenial berkreasi. Jangan dipatok bahasa Tegal. Sebab ada cerita yang bisa sampai hanya dengan bahasa Tegal tapi ada juga yang hanya bisa sampai dengan bahasa Indonesia. Yang penting terus adakan rutinitas diskusi film dan rutinitas membuat, " Ujar Imam Tantowi sutradara dan penulis skenario film Indonesia yang asli Tegal pada Kantor Berita Online Jurnalis Indonesia Satu melalui komunikasi WhatsApp, Sabtu (7/12). Film-film yang banyak disutradarai Imam Tantowi pada umumnya bergenre laga.
Bahkan hadirnya 3 pejabat asal Tegal yakni Wakil Walikota Tegal HM. Jumadi, ST, MM, Wakil Bupati Tegal, H. Sabilillah Ardie, BSc, dan Anggota DPR RI H. Abdul Fikri Faqih, MM dalam acara nonton bareng dan pemilihan film favorit oleh penonton yang digelar di Gajah Mada Cinema Tegal, Sabtu, (7/12) diisyaratkan kaum millenial agar pemerintah kota dan Kabupaten Tegal serta wakil rakyat Tegal kedepan dapat memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan film karya anak muda Tegal, khususnya dalam pembiayaan tiap produksi film dengan kualitas terbaiknya.
Festival Film Tegal atau FFT 2019 merupakan hasil kerja kolaborasi antara Pemkot, Pemkab Tegal, dan Sinema Pantura, terdapat beberapa film karya anak Tegal yang diputar seperti diantaranya "Tegal Kota Bahari" (Abilla Nhasya US), "Halusinasi" (SMK Bina Nusa Slawi), "Cumbu" (SMK N 3 Tegal), "Phanty Lost" (SMA Negeri 1 Slawi), "Krenteg" (Desa Sinema Kepunduhan), "Sandaran" (GTT), "Saudara Kembar" (Multimedia SMK Mutu), "Kampung Topeng" (Kampung Sinema Kejambon). (Red/An/CN)








