Gambar ilustrasi (Sumber : Cahaya Islam)
Oleh : Putri Wulandari
Klikwarta.com - Korupsi waktu merupakan bentuk penyalahgunaan yang sering kali tidak kita sadari, namun memiliki dampak yang signifikan pada kegiatan atau acara individu maupun organisasi. Tindakan ini melibatkan penggunaan waktu kerja untuk kegiatan non-produktif atau kegiatan pribadi yang tidak berkaitan dengan tanggung jawab resmi.
Fenomena ini dapat ditemukan di berbagai kalangan, baik pemerintahan maupun masyarakat biasa, dan sering kali dianggap sepele dibandingkan dengan korupsi finansial. Kebiasaan menunda pekerjaan dan datang terlambat juga termasuk dari tindakan korupsi waktu, sudah menjadi budaya yang susah untuk dirubah.
Hal ini tak hanya merugikan orang lain tapi juga merugikan diri sendiri, orang yang selalu datang terlambat dan menunda pekerjaan cenderung melakukan hal yang tidak penting seperti bermain game atau berselancar di media sosial hingga berjam jam.
Memanajemen waktu perlu dibenahi sedini mungkin agar tindakan korupsi waktu ini bisa dihilangkan. Orang lain akan ikut terdampak dari kebiasaan kita yang sering korupsi waktu, seperti pada cuitan salah satu pengguna sosial media Instagram “diantara kesalahan yang dilakukan sebagai pegawai adalah korupsi waktu, contohnya : perjanjian masuk jam sekian, tapi datangnya selalu telat. Ini termasuk tidak amanah dalam bekerja”. Tulis @detty_noviani pada keterangan caption di postingannya.
Meskipun ada beberapa orang yang memiliki alasan untuk datang terlambat, bukan berarti tindakan ini menjadi lumrah dan menjadi tameng sebagai alasan untuk mangkir dari tugas dan tanggung jawab.
Jika seorang pemimpin melakukan korupsi waktu di perusahaannya pasti akan ada karyawan yang ikut mencontoh kebiasaan itu dan tertular menjadi suka menyepelekan waktu kerja dan datang terlambat. Hal ini tidak bisa dihindari karena manusia cenderung mencontoh apa yang orang lain lakukan terlebih ini atasannya sendiri, dengan berpikir bahwa bosnya saja bisa kenapa karyawannya nggak.
Korupsi waktu bisa dicegah jika kita mampu menanamkan nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, kerja keras, dan tanggung jawab atau yang biasa disebut integritas pada diri kita sendiri. Kita perlu menerapkannya agar generasi di bawah kita dapat mencontoh dan tidak ada lagi yang namanya korupsi waktu.
Dengan kita menerapkan nilai-nilai ini kita akan menyadari bahwa pekerjaan adalah amanah atau tanggung jawab yang harus dikerjakan dengan penuh rasa syukur, kita perlu berpegang teguh pada prinsip, karena korupsi waktu bertentangan dengan nilai-nilai ini.
Di era perkembangan digital yang semakin berkembang ini menjadi tantangan sulit bagi orang yang tidak teguh pada prinsip. Mudah terbawa suasana jika sudah bermain media sosial apalagi sampai kecanduan, hal ini dapat membuat seseorang menjadi terlena dan pada akhirnya suka menunda pekerjaan yang seharusnya dapat diselesaikan dengan tepat waktu.
Stop korupsi waktu, karena jika sering menerapkan kebiasaan kecil ini maka kamu sudah menjadi seseorang yang memiliki nilai integritas dan berpegang teguh pada prinsip, serta dapat melakukan hal produktivitas yang positif untuk diri sendiri dan orang lain.








