Angkut material TMMD
Klikwarta.com, Kepulauan Selayar - Laut Selayar pagi itu tak sekadar membentang biru, ia menjelma seperti lembar ujian yang harus ditaklukkan dengan keberanian. Ombak berkejaran, angin berbisik keras, seakan ingin menguji seberapa kuat tekad yang dibawa oleh perahu-perahu kecil yang sarat muatan harapan. Senin 4/5/3026
Di atas gelombang yang tak pernah benar-benar jinak, prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD Ke 128 Kodim 1415/Selayar bersama masyarakat berdiri teguh, memanggul lebih dari sekadar bahan bangunan. Mereka mengangkut mimpi—mimpi tentang rumah yang layak, tentang kehidupan yang lebih hangat, tentang masa depan yang tak lagi bocor saat hujan datang.
Setiap hentakan ombak adalah tantangan, namun juga pengingat bahwa perjalanan menuju kebaikan memang jarang tenang. Perahu-perahu itu melaju seperti doa yang dipanjatkan dengan keyakinan penuh, menembus angin dan arus demi sampai ke daratan harapan.
Tak ada sekat di antara mereka. Tangan prajurit dan warga saling menguatkan, seperti akar-akar yang saling menggenggam di bawah tanah, kokoh menahan badai. Di tengah laut yang bergolak, kebersamaan menjadi jangkar yang tak terlihat, menjaga semangat tetap tertambat pada tujuan.

Daeng bunga ( 59 ) th, merupakan warga Desa Kahu Kahu Utara yang merupakan penerima RTLH TMMD menyampaikan, terimakasih kepada TNI khususnya Kodim 1415/Selayar dan pemerintah Daerah yang telah mewujudkan mimpi dan harapan kami sehingga menjadikan rumah kami layak untuk di huni, kami merasa sangat bersyukur dan bahagia," Ujarnya.
Dikesempatan yang sama Dansatgas TMMD Ke 128 TA. 2026 Kodim 1415/Selayar Letkol Czi Yudo Haryanto ST., mengatakan, Program Sasaran Fisik TMMD Ke 128 TA. 2026 Kodim Selayar ini meliputi RTLH, Hal ini kami bersama Masyarakat bergotong royong untuk membangun RTLH di Desa Kahu Kahu Utara walaupun harus menyeberangi lautan dalam pengangkutan bahan bahan bangunan, terimakasih kami ucapkan kepada Masyarakat yang membantu dalam pelaksanaan TMMD ini, semuanya kami lakukan demi Masyarakat semoga apa yang kami lakukan bermanfaat" Tandasnya.
TMMD ini bukan hanya soal mendirikan dinding dan atap. Ia adalah kisah tentang gotong royong yang hidup, tentang hati yang saling terhubung tanpa kata. Saat bahan-bahan bangunan itu akhirnya tiba di tujuan, bukan hanya rumah yang akan berdiri—tetapi juga harapan yang kembali bersemi.
Dan ketika senja turun, menyapu laut dengan warna keemasan, lelah mereka berubah menjadi cerita. Cerita tentang keberanian, tentang kebersamaan, dan tentang keyakinan bahwa badai sebesar apa pun tak akan mampu menenggelamkan tekad yang berlayar bersama.
(Kontributor : Eris)








