BNPB Tutup Pelatihan Senior Disaster Management Training Gelombang III Tahun 2026

Minggu, 17/05/2026 - 00:12
Sekretaris Utama BNPB Dr. Rustian, S.Si., Apt., M.Kes., menutup pelatihan Senior Disaster Management Training (SDMT) gelombang III 2026 dengan penyematan brevet dan penyerahan sertifikat kepada peserta pada Sabtu (16/5) di InaDRTG, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana BNPB, Sentul, Bogor

Sekretaris Utama BNPB Dr. Rustian, S.Si., Apt., M.Kes., menutup pelatihan Senior Disaster Management Training (SDMT) gelombang III 2026 dengan penyematan brevet dan penyerahan sertifikat kepada peserta pada Sabtu (16/5) di InaDRTG, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana BNPB, Sentul, Bogor

Klikwarta.com, Bogor - Sekretaris Utama BNPB Dr. Rustian, S.Si., Apt., M.Kes., menutup Pelatihan Senior Disaster Management Training (SDMT) gelombang III 2026. Kegiatan pelatihan yang diikuti sebanyak 68 peserta dari Kepala Pelaksana ( Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Indonesia telah dilaksanakan selama 12 hari sejak 4 Mei 2026.

Dalam sambutan penutupan,  Rustian  menyampaikan bahwa tantangan bencana yang semakin kompleks akibat perubahan iklim, urbanisasi, dan dinamika sosial menuntut adanya penguatan kapasitas sumber daya manusia yang adaptif dan responsif. Oleh karena itu, SDMT 2026 diharapkan mampu melahirkan para pemimpin penanggulangan bencana yang memiliki perspektif kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada pengurangan risiko bencana.

“Diklat SDMT ini bukan hanya sekadar transfer ilmu, tetapi juga merupakan kesempatan untuk berbagi pengalaman, strategi dan best practices dalam mengelola bencana. Saya berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di sini dapat benar-benar diterapkan di daerah masing-masing, untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan serta respons dalam menghadapi bencana” ujar Rustian.

Selama pelaksanaan pelatihan, para peserta mendapatkan berbagai materi strategis mengenai manajemen risiko bencana, kepemimpinan dalam situasi krisis, koordinasi lintas sektor, pemanfaatan teknologi dan data kebencanaan, hingga praktik baik penanganan darurat dan pemulihan pascabencana. Selain sesi kelas, kegiatan juga diisi dengan diskusi kelompok, simulasi, serta pertukaran pengalaman antar daerah.

Ketua kelas perwakilan dari peserta menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan SDMT 2026 yang dinilai mampu memperkuat jejaring kerja sama di bidang kebencanaan. Momentum ini diharapkan dapat menjadi sarana berbagi pengalaman dan memperkuat solidaritas kemanusiaan dalam menghadapi ancaman bencana yang semakin meningkat.

Penutupan SDMT 2026 juga menjadi penegasan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah,  melalui pelatihan ini  para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh untuk mendukung penguatan sistem penanggulangan bencana di daerahnya masing-masing.

Kegiatan ditutup secara resmi dengan penyerahan brevet serta sertifikat kepada peserta dan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan bangsa terhadap bencana. (***)

Tags

Berita Terkait