Video Interaktif dan Anotasi IFP Jadi Pengalaman Mengajar Paling Berkesan Bagi Guru

Senin, 29/06/2026 - 17:33
Ahmad Fahrudin (berkaos biru), Guru PJOK, SMPN 2 Kutasari, Purbalingga, Jawa Tengah

Ahmad Fahrudin (berkaos biru), Guru PJOK, SMPN 2 Kutasari, Purbalingga, Jawa Tengah

Klikwarta.com, Purbalingga - Tiga puluh tahun mengajar Pendidikan Jasmani bukan waktu yang singkat. Selama itu pula Ahmad Fahrudin terbiasa menjelaskan gerakan olahraga berulang kali agar murid memahami setiap tahapan. Namun pengalaman mengajarkan Senam Anak Indonesia Hebat berubah sejak hadirnya Interactive Flat Panel (IFP) di kelas.

"Biasanya anak-anak membutuhkan waktu lama memahami gerakan karena sudut pandang mereka terbatas saat melihat guru memberi contoh. Dengan IFP, saya memutar video panduan dengan kualitas gambar yang tajam dan audio yang menggelegar. Melihat anak-anak antusias meniru gerakan di layar sambil tersenyum gembira menjadi kepuasan luar biasa bagi saya setelah 30 tahun mengajar," ujar Ahmad Fahrudin, Guru PJOK, SMPN 2 Kutasari, Purbalingga.

Menurut Ahmad, fitur yang paling membantunya adalah pemutaran video multimedia, screen mirroring, dan anotasi langsung di layar. Fungsi anotasi pada IFP memungkinkan seseorang membuat catatan tertentu untuk menerangkan atau memberikan komentar. Inilah yang mampu mengasah pemahaman dan menumbuhkan pola berpikir kritis murid sekaligus membuka peluang diskusi. 

"Olahraga adalah materi yang bersifat kinestetik dan visual. Saya cukup memutar video, menghentikannya pada gerakan tertentu, lalu memberi anotasi untuk menunjukkan posisi kaki atau tangan yang benar. Saya tidak perlu lagi mendemonstrasikan gerakan berulang-ulang sehingga waktu mengajar jauh lebih efisien dan materi lebih mudah dipahami murid," jelas Ahmad.

Pengalaman serupa dirasakan Patmiarsih Winarni, Guru IPA yang telah mengajar selama 25 tahun. Baginya, IFP menghadirkan pengalaman belajar yang jauh lebih hidup dibandingkan metode konvensional.

"IFP memberi kemudahan dalam menyajikan video, presentasi, YouTube hingga berita aktual yang sesuai materi. Pengalaman yang paling berkesan adalah ketika murid sangat antusias mengikuti kuis interaktif dan gim (game) edukasi. Anak yang biasanya kurang memperhatikan pun langsung fokus ke layar karena pembelajarannya terasa menyenangkan," katanya yang saat ini juga mengajar di SMPN 2 Kutasari.

Patmiarsih menyebut fitur digital whiteboard, anotasi, dan screen mirroring menjadi favoritnya. "Saya bisa mengakses berbagai referensi dengan cepat, memberi catatan langsung di layar, sekaligus menyesuaikan pembelajaran sesuai kebutuhan murid. Anak visual belajar lewat video dan infografis, anak auditori melalui audio, sementara anak kinestetik dapat maju menyentuh, menulis, atau memindahkan objek di layar," terangnya.

Pemanfaatan fitur-fitur pada IFP memberikan manfaat nyata, baik bagi guru maupun murid. Bagi guru, proses mengajar menjadi lebih efisien, materi tersampaikan lebih jelas, dan tidak lagi menguras tenaga untuk mengulang demonstrasi atau penjelasan. Sementara bagi murid yang merupakan generasi digital, pembelajaran terasa lebih menarik sehingga mereka lebih fokus, cepat memahami materi, lebih percaya diri tampil di depan kelas, serta terdorong untuk belajar secara mandiri dan berkolaborasi dengan teman-temannya. 

Para guru berharap, pemanfaatan IFP terus diperkuat melalui pelatihan yang berkelanjutan, dukungan koneksi internet yang stabil, serta penambahan konten pembelajaran interaktif. Dengan begitu, teknologi tidak hanya menjadi perangkat di ruang kelas, tetapi benar-benar menjadi jembatan yang membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih efektif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.

Tahun 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyalurkan masing-masing satu buah IFP ke 45.357 sekolah yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Khusus untuk Kabupaten Purbalingga, sebanyak 824 sekolah telah mendapatkan satu IFP. Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif mengapresiasi berbagai program yang dinilai berdampak langsung terhadap peningkatan mutu pendidikan di daerah. Salah satunya adalah program Digitalisasi Pembelajaran melalui IFP. (**)

Berita Terkait