Kegembiraan anak-anak disalitas foto bersama di Yonif 512/QY
Klikwarta.com, Malang – Hari masih pagi. Udara dingin masih menyelimuti Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Matahari belum sepenuhnya memancarkan kehangatan ketika suasana di seberang Markas Koramil 0818/07 Pakisaji mulai dipenuhi keceriaan.
Sekitar seratus anak berkebutuhan khusus bersama orang tua mereka tampak berbaris menunggu giliran menaiki sebuah bus. Pemandangan yang tersaji begitu menyentuh. Ada anak yang digendong ibunya, ada pula yang digendong anggota Koramil.
Sebagian menggunakan tongkat penyangga, sementara lainnya melangkah perlahan dengan tuntunan orang tua. Namun, keterbatasan yang mereka miliki tak sedikit pun mengurangi semangat yang terpancar dari wajah-wajah polos tersebut.
Mereka adalah murid Sekolah Informal Yayasan Disabilitas Kartika Mutiara (YKM) Pakisaji yang selama ini rutin mengikuti pembelajaran dan pembinaan tiga kali dalam sepekan di Makoramil 0818/07 Pakisaji.
Pagi itu menjadi pengalaman yang berbeda. Melalui kegiatan Studi Tur Wawasan Kebangsaan, mereka diajak mengunjungi Batalyon Infanteri Mekanis 512/Quratara Yudha (Yonif 512/QY), yang berjarak sekitar 12 kilometer dari Pakisaji.

Program hasil sinergi Koramil 0818/07 Pakisaji dan Yonif 512/QY tersebut dikemas dalam konsep edukasi, permainan, serta outbound untuk menanamkan nilai-nilai cinta tanah air, kebersamaan, sekaligus mengenalkan kehidupan prajurit kepada anak-anak berkebutuhan khusus, Kamis (2/7/2026).
Sepanjang perjalanan, bus dipenuhi lantunan lagu-lagu perjuangan. Sebagian anak hanya mampu menganggukkan kepala mengikuti irama karena keterbatasan yang dimiliki, namun semangat nasionalisme tetap terpancar jelas dari senyum dan sorot mata mereka.
Sesampainya di Yonif 512/QY, rombongan disambut hangat oleh Komandan Yonif 512/QY, Letkol Inf. Yudha Bhakti Irawan, S.A.P., bersama para prajurit dan ibu-ibu Persit. Kehangatan langsung terasa ketika para prajurit dengan sigap membantu anak-anak turun dari bus, mendorong kursi roda, hingga menggendong mereka menuju lokasi kegiatan.
Dalam kesempatan tersebut, Danramil 0818/07 Pakisaji Kapten Arh. Feri Hariyanto menyampaikan apresiasi kepada Yonif 512/QY yang telah membuka ruang belajar bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada anak-anak kami untuk belajar wawasan kebangsaan di Yonif 512/QY. Kami juga menyampaikan salam dan ucapan terima kasih dari Ketua Dewan Pembina Yayasan Kartika Mutiara, Mayjen TNI Dr. Farid Makruf, M.A., atas terselenggaranya kegiatan ini," ujar Kapten Feri.

Sementara itu, Danyonif 512/QY Letkol Inf. Yudha Bhakti Irawan, S.A.P., mengaku bahagia menerima kunjungan tersebut.
"Saya senang sekali mendengar adik-adik akan datang ke sini. Kalian bisa belajar, melihat kehidupan prajurit, mengenal alutsista, naik panser, dan semoga semakin semangat belajar. Teruslah bermimpi dan gantungkan cita-cita setinggi langit," pesannya.
Pada kesempatan itu, Letkol Inf. Yudha juga menyampaikan bahwa sekitar 450 prajurit Yonif 512/QY akan melaksanakan tugas operasi ke Papua pada Oktober mendatang.
"Kami akan berangkat ke Papua. Mohon doa agar kami berangkat dengan selamat, menjalankan tugas dengan baik, dan kembali ke keluarga dalam keadaan selamat," ucapnya penuh harap.
Suasana berubah haru ketika Lina, salah seorang murid Yayasan Kartika Mutiara yang merupakan penyandang tunagrahita, maju menyampaikan doa bagi para prajurit.
"Saya Lina, murid Kartika Mutiara. Semoga bapak dan ibu panjang umur, diberi kesehatan dan keselamatan. Semoga selamat menuju tujuan," ucapnya dengan polos.
Ucapan sederhana itu membuat banyak hadirin terdiam. Di balik segala keterbatasannya, Lina memperlihatkan ketulusan, empati, dan rasa hormat kepada para prajurit yang sebentar lagi mengemban amanah negara menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan senam bersama, permainan edukatif, hingga pengenalan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Anak-anak bergantian menaiki kendaraan tempur Anoa dan Komodo, bahkan diajak berkeliling kesatrian menggunakan lebih dari enam kendaraan tempur.
Dengan penuh rasa ingin tahu, mereka mendengarkan penjelasan para prajurit mengenai fungsi kendaraan serta tugas TNI dalam menjaga kedaulatan negara.
Gelak tawa dan senyum bahagia memenuhi halaman markas batalyon.
"Apakah kalian senang?" tanya pembawa acara.
"Senang...!" jawab anak-anak serempak dengan wajah sumringah.

Menutup kegiatan, Letkol Inf. Yudha kembali mempersilakan mereka untuk berkunjung di lain kesempatan, meski sebagian besar prajurit nantinya tengah menjalankan penugasan di Papua.
"Markas ini selalu terbuka untuk adik-adik. Doakan kami berangkat dan kembali dengan selamat," tuturnya.
Kegiatan tersebut bukan sekadar kunjungan edukatif. Lebih dari itu, menjadi ruang pembelajaran tentang kepedulian, inklusivitas, cinta tanah air, serta penghormatan kepada para prajurit yang mengabdikan diri demi menjaga keutuhan Indonesia.
Di tengah keterbatasan yang dimiliki anak-anak itu, tersimpan pelajaran besar tentang ketulusan, semangat, dan harapan bagi negeri.
(Kontributor : Arif)








