Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, bersalam dengan Pemimpin Redaksi Detikcom, Ardhi Suryadhi seusai audiensi di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Rabu (4/11/2026)
Klikwarta.com, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) siap membuka ruang kolaborasi strategis dengan Detikcom untuk memperluas eksposur, meningkatkan promosi, serta membuka peluang komersialisasi bagi pegiat ekonomi kreatif Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada penguatan publikasi, tetapi juga mampu menciptakan dampak ekonomi nyata melalui pengembangan ekosistem kreatif, mulai dari daerah hingga pasar global.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan bahwa media memiliki peran strategis dalam memperkenalkan potensi ekonomi kreatif, termasuk talenta dan produk unggulan dari berbagai daerah. Peluang tersebut dapat dikembangkan dengan mengintegrasikan tiga program _flagship_ Kementerian Ekraf, yakni Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub, serta Creative by Indonesia.
“Detikcom bisa menjadi mitra strategis karena secara tidak langsung telah banyak menampilkan talenta-talenta ekonomi kreatif, baik melalui profil maupun pemberitaan, termasuk dari daerah. Kami berharap ke depan kolaborasi ini semakin erat karena banyak hal yang bisa kita kerjakan bersama. Kolaborasi tidak hanya berhenti pada publikasi, tetapi bisa berlapis seperti melalui Program Creative by Indonesia, yang mana kita bisa bersama mengkurasi _local heroes_, memperkenalkan pegiat kreatifnya, memperkuat komersialisasi kekayaan intelektual, membuka akses pasar, hingga mendorong mereka menjadi _national champion_ yang mampu menembus pasar global,” jelas Teuku Riefky di Autograph Tower, Thamrin Nine, pada Rabu (4/11).
Menteri Ekraf menambahkan, kemitraan dengan media juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional, baik dari sisi investasi, ekspor, penyerapan tenaga kerja, maupun produk domestik bruto (PDB). Dengan cakupan 21 subsektor dan jaringan lebih dari 150 asosiasi, Kementerian Ekraf memiliki peluang membangun kolaborasi heksaheliks yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Selama dua tahun terakhir, Detikcom turut berkontribusi memperkenalkan kiprah pegiat ekonomi kreatif kepada masyarakat luas.
“Kementerian Ekraf senantiasa melakukan hilirisasi industri kreatif berbasis kekayaan intelektual, yang mana mengolah kreativitas menjadi nilai ekonomi yang lebih besar. Kami ingin tumbuhnya karya kreatif Indonesia seperti film dan musik lokal bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri, begitu juga dengan subsektor fesyen, kriya, kuliner, gim, dan aplikasi. Orientasinya bukan sekadar menghasilkan karya, tetapi seperti apa karya dan talenta ekraf bisa dikomersialisasikan, memperluas pasar, dan memberikan dampak nyata terhadap perekonomian,” tambah Teuku Riefky.
Pemimpin Redaksi Detikcom, Ardhi Suryadhi menyambut positif peluang kerja sama tersebut. Menurutnya, Detikcom memiliki berbagai kanal yang dapat mendukung publikasi lintas subsektor ekonomi kreatif, mulai dari film, musik, seni dan budaya, fesyen, desain, hingga teknologi digital dan gim. Jaringan biro daerah juga menjadi kekuatan untuk menjangkau potensi lokal serta memperkenalkan figur-figur inspiratif di berbagai wilayah.
“Target audiens kami untuk pemberitaan daerah sebenarnya memang pembaca di wilayah tersebut (hiperlokal). Maka, Detikcom harus mengangkat konten-konten lokal dan _local heroes_ yang memiliki potensi di wilayahnya. Kami melihat peluang untuk berkolaborasi dengan Kementerian Ekraf dalam mengangkat potensi desa dan pegiat ekonomi kreatif daerah,” ungkap Ardhi Suryadhi.
Lebih lanjut, Detikcom juga memperkenalkan Indonesia Now, platform pemberitaan berbahasa Inggris yang ditujukan untuk audiens internasional. Kehadiran platform ini membuka peluang bagi pegiat ekonomi kreatif Indonesia untuk memperkenalkan produk, jenama, dan potensi bisnis kepada pasar global, sekaligus mendukung upaya menarik investasi asing ke tiap subsektor ekonomi kreatif.
Kolaborasi juga berpeluang dikembangkan melalui penguatan ekosistem konten, aktivasi digital dan luring, _business matching_, kompetisi kreatif, hingga penyelenggaraan kegiatan yang mempertemukan pegiat ekonomi kreatif dengan mitra industri. Detikcom turut menawarkan pengembangan microsite khusus yang dapat menghimpun berbagai konten dan kisah sukses pegiat ekonomi kreatif agar memiliki ruang publikasi berkelanjutan.
Kedua pihak juga membahas peluang penyusunan _year in review_ untuk mengangkat capaian dan dampak program ekonomi kreatif sepanjang 2026. Selain menyajikan data dan angka, publikasi ini akan mengangkat cerita serta testimoni pegiat kreatif dari berbagai daerah mengenai manfaat program pemerintah bagi pengembangan usaha dan karya mereka.
Melalui kolaborasi ini, Kementerian Ekraf berharap media dapat mengambil peran lebih luas sebagai mitra pengembangan ekosistem ekonomi kreatif, mulai dari memperkuat narasi, mempertemukan pemangku kepentingan, memperluas akses pasar, hingga mendorong peningkatan nilai ekonomi produk dan karya kreatif Indonesia untuk mewujudkan kemandirian bangsa.
Turut mendampingi Menteri Ekraf yaitu Kepala Biro Komunikasi, Kiagoos Irvan Faisal; serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Gemintang Kejora Mallarangeng. Hadir pula perwakilan Detikcom, yakni Head of Business Development (Enterprise & Government), Tria Halimatu Sadiyah; Group Head Business Government, Jody Padmakusuma; dan Account Executive Government, Meily Repture. (**)








