Penyaluran Donasi Sedekah Online Pasca Kebakaran Rumah Tahfidz Al-Falah
Klikwarta.com - Setelah pada awal tahun 2020 lalu mengalami kebakaran yang diakibatkan karena korsleting kabel listrik, kini Rumah Tahfidz Al-Falah masih terus berbenah. Sekarang bangunan rumah tahfidz telah selesai diperbaiki, kasur-kasur dan lemari santri yang dilahap api telah diganti dengan tempat tidur bertingkat beserta lemari untuk setiap santri.
Semua itu tak terlepas dari peran para donatur PPPA Daarul Qur'an melalui Sedekah Online. Kedermawanan para donatur telah berhasil merubah wajah Rumah Tahfidz Al-Falah menjadi lebih baik.
Sedekah Online merupakan platform crowdfunding muslim pertama di Indonesia inisiasi dari PPPA Daarul Qur'an. Berbagai program sosial kemanusiaan digulirkan oleh Sedekah Online sejak diresmikannya beberapa tahun lalu.
Rumah Tahfidz Al-Falah sendiri terletak di Desa Minomartani, Ngaglik, Sleman. Sejak berdiri pada tahun 2010, rumah tahfidz ini awalnya hanya ada empat santri. Namun kini setelah perjuangan panjang yang dilakukan oleh para pengurusnya, kini Rumah Tahfidz Al-Falah telah memiliki 19 santri yang rata-rata masih sekolah SD/MI.
Ustadz Muhammad Asri Saputra, salah satu asatidz dan pengurus Rumah Tahfidz Al-Falah sangat beryukur menerima bantuan dalam yang diserahkan bentuk alat perlengkapan kantor dan logistik, seperti komputer, meja kerja, baju seragam, dan sound system itu.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada para donatur Sedekah Online. InsyaAllah ini akan sangat bermanfaat untuk pembelajaran santri dan dakwah ke warga sekitar," terang Ustadz Asri.
Berbagai bantuan telah dipetakan olehnya, seperti sound system yang akan dapat digunakan santri untuk murojaah atau simakan dan komputer untuk membantu pekerjaan administrasi Rumah Tahfidz Al-Falah. Sebelumnya, Ustadz Asri dan lainnya memang belum memiliki komputer administrasi sehingga selama ini menggunakan laptop dari salah seorang pengajar.
Sejak mewabahnya Covid-19, para santri mengikuti pembelajaran secara daring atau online. Meski demikian, Ustadz Asri berharap agar para santri yang sedang belajar di rumah dapat menyerap materi pembelajaran dengan baik. Ia memberitahukan bahwa pentingnya menjadi santri sejak belia di era digital sekarang ini.
Menurutnya, informasi yang bertebaran di dunia maya menjadi sangat rawan untuk anak-anak jika orang tua sampai lalai. Dengan menitipkan anaknya di pesantren atau rumah tahfidz, maka lingkungan mereka diharapkan akan selalu terjaga. Terlebih mereka didorong untuk membiasakan kebiasaan-kebiasaan positif sejak dini.
"Alhamdulillah, berkat bantuan dari para donatur, Rumah Tahfidz Al-Falah dapat terus berbenah. Dukungan dari mayarakat telah membuat Rumah Tahfidz Al-Falah kembali bangkit walau musibah kebakaran hampir menghanguskan tempat santri menuntut ilmu," ujar Abdul Ghofur selaku Direktur Utama PPPA Daarul Qur'an.
Ia dan lembaganya berkomitmen akan terus mendampingi para penghafal Qur'an yang bertebaran di penjuru Nusantara. Sebab, penghafal Qur'an tak hanya aset bagi orang tua, namun juga bagi negara dan agama. [*]








