Walikota Santoso Dampingi Gubernur Khofifah Pantau Operasi Pasar Migor

Minggu, 27/02/2022 - 18:08
Walikota Blitar Santoso (pakai baju batik) Dampingi Gubernur Khofifah bersama Forkopimda Konferensi Pers seusai Pantau Operasi Pasar Minyak Goreng (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)

Walikota Blitar Santoso (pakai baju batik) Dampingi Gubernur Khofifah bersama Forkopimda Konferensi Pers seusai Pantau Operasi Pasar Minyak Goreng (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)

Klikwarta.com, Blitar - Walikota Blitar Santoso mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam lawatannya ke Kota Blitar untuk memantau proses operasi pasar minyak goreng (migor) dan penyerahan bantuan zakat produktif berupa modal usaha bagi pelaku usaha ultra mikro, di kantor UPT Bapenda Provinsi Jawa Timur di Kota Blitar, Minggu (27/2/2022).

Pantauan Klikwarta.com di lokasi, Gubernur Khofifah dengan Walikota Santoso menyempatkan meninjau sejumlah masyarakat yang ikut membeli migor dengan harga murah di lokasi yang telah disiapkan panitia. Walikota Santoso menyampaikan terimakasih kepada Gubernur Khofifah yang telah melihat langsung kondisi kebutuhan minyak goreng di Kota Blitar ditengah situasi langkanya minyak goreng meski di Kota Blitar tidak ada kelangkaan migor.

Sementara Gubernur Khofifah melalui momen ini meminta produsen dan distributor minyak goreng untuk segera mendistribusikan seluruh stok yang ada. Melihat pabrik migor terus melakukan produksi, proses sirkulasi kegunaan minyak goreng diharapkan terus berjalan secara dinamis. 

"Di pasar aman, produsen tetap bisa memaksimalkan produksinya. Begitu juga kepada distributor tolong segera mendistribusikan. Karena rasa aman, tenang dan nyaman itu penting bagi seluruh masyarakat, apalagi hari ini juga terjadi kekurangan suplai kedelai yang berpengaruh kepada pengrajin tempe dan tahu," ungkap gubernur di hadapan awak media.

Khofifah menyebut, bupati dan walikota di Jawa Timur telah melakukan operasi pasar minyak goreng. Namun, upaya langkah ini ternyata belum seimbang dengan kebutuhan masyarakat. Pemenuhan kebutuhan pokok yang strategis ini harus dilakukan dengan pemenuhan yang strategis pula. 

"Se Jawa Timur ini kebutuhan minyak goreng setiap bulannya 59 ribu ton. Sebetulnya di Jawa Timur ini stok minyak goreng 63 ribu ton. Seharusnya kita masih surplus 4 ribu ton. Tapi yang terjadi hari ini sejak tanggal 19 Februari yang lalu hampir tiap hari saya keliling seperti ini, yang kita lakukan ini belum seimbang dengan upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat secara keseluruhan," paparnya. 

Khofifah berharap nantinya operasi minyak goreng akan seimbang dengan kebutuhan pemenuhan minyak goreng masyarakat. Suplai minyak goreng menjadi penentu keberlanjutan pendistribusian yang tengah dinanti masyarakat.

 

(Pewarta : Faisal NR)

Berita Terkait