Foto bersama Anggota DPRD Jatim Dapil XIV (Madura), Zainal Abidin, saat menggelar reses II di Desa Jaba'an, Minggu (5/6/2022).
Klikwarta.com, Jawa Timur - Nasib guru ngaji dan madrasah di Desa Jaba'an, Kecamatan Manding, Sumenep masih di bawah kata layak. Hal itu terungkap saat Anggota DPRD Jatim Dapil XIV (Madura), Zainal Abidin menggelar reses II tahun 2022 di Desa Jaba'an, Minggu (5/6/2022).
Zainal mengaku, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebenarnya sudah membuat program yang bagus berkaitan dengan kesejahteraan guru ngaji dan madrasah. Hanya saja, program tersebut tidak mengcaver semua guru ngaji dan madrasah.
"Untuk guru ngaji dan madrasah sebenarnya ada program gubernur yang bagus sekali. Namun mungkin tidak mengcaver keseluruhan. Nanti kita konfirmasikan ke pemerintah," ujarnya.
Anggota Komisi E DPRD Jatim itu menegaskan, dengan banyaknya guru ngaji dan madrasah tidak tersentuh kesejahteraan oleh pemerintah, ia menilai perlu ada pendataan secara detail masyarakat yang sudah mendapat dan warga yang belum memperoleh.
Zainal menyebut dalam serap aspirasi, masyarakat mengaku ada yang terhambat memperoleh bantuan dari pemerintah. Namun ada juga masyarakat yang tidak mengetahui, mendapatkan bantuan atau tidak dari pemerintah.
"Maka perlu perhatian. Ini perlu sosialisasi," tuturnya.
Politisi asal Partai Demokrat itu menilai masyarakat yang berprofesi guru ngaji dan madrasah mengharapkan kesejahteraan menjadi penting dan wajar. Mengingat saat ini perekonomian masyarakat belum fit betul setelah dihadapkan pandemi Covid-19 selama dua tahun lebih.
"Ini juga terjadi di Pamekasan Bangkalan. Termasuk program ibu hamil, KIP (Kartu Indonesia Pintar), PKH (Program Keluarga Harapan), " ungkapnya.
Mantan birokrat Pemprov Jatim itu mendorong ada perbaikan mulai dari data. Selanjutnya dilakukan monitoring untuk memastikan masyarakat yang menerima sesuai data . "Pendataan ulang atau program direkturisasi," terangnya.
Selain persoalan guru ngaji dan madrasah, juga ada aspirasi soal kegiatan keagamaan. Pasca pandemi Covid-19, masyarakat menginginkan kegiatan keagamaan seperti pengajian, sholawatan dan peringatan maulid nabi kembali digelorakan. Untuk itu, warga berharap ada bantuan berupa tikar, tenda dan alat lain untuk menunjang kegiatan ibadah.
"Usulan menarik pasca Covid-19. Kegiatan sehari-hari untuk ibadah. Mungkin dulu kegiatan ini berkurang (sejak pandemi Covid-19). Namun sekarang mulai tumbuh kembali. Kita perhatikan betul aspirasi masyarakat," papar dia.
Dalam kesempatan reses itu, warga juga ada bantuan berupa air bersih. Mengingat ketika musim kemarau masyarakat kekurangan air.
"Mungkin bisa dengan sumur bor. Nanti dibuatkan tandon yang dapat mengaliri rumah warga. Kita perhatikan betul mereka di tahun 2022," pungkasnya.(*)








