Gus Najib: Sumber Daya Manusia Unggul, Seperti Apa Barometernya ?

Minggu, 18/08/2019 - 19:37
Gus Najib Saat memberikan Tausiah dalam giat Istighosah di Pendopo Kabupaten Brebes

Gus Najib Saat memberikan Tausiah dalam giat Istighosah di Pendopo Kabupaten Brebes

Klikwarta.com, Brebes - “Apa barometer SDM Unggul? Apakah warganya berpendidikan S3 semua? Orangnya kaya-kaya semua ? , Ataukah yang unggul orang tersebut karena mampu menjadi pejabat dan raja?” ungkit Narasumber Sarasehan  Direktur Kanzul Ilmi Center Bumiayu, Brebes DR KH Gus Najib Afandi. 

Tema SDM Unggul, Indonesia Maju, menjadi renungan bersama bagi masyarakat Indonesia. Seperti halnya di Kabupaten Brebes, tema tersebut menjadi bahan kajian bersama saat Sarasehan Memperingati HUT ke-74 RI di Pendopo Bupati Brebes, Jumat (16/8) malam. 

Menurut Gus Najib, Indonesia maupun Brebes tidak kurang dari orang-orang pinter dan berpendidikan tinggi hingga sekolah ke luar negeri. Namun kenyataan di lapangan banyak yang berpendidikan tinggi dan juga pejabat serta artis yang tersandung kasus Korupsi, Kolusi, Nepotisme, penyalahgunaan Narkoba serta kejahatan lain. 

Gus Najib menegaskan, hanya ahlakul karimah lah yang menjadi ukuran unggul dan mandulnya Sumber Daya Manusia. Kasus gadis membuang bayinya, merupakan contoh mandulnya SDM meskipun dia berpendidikan. Belajar dari Rosulullah, setelah Merdeka atau hijrah, yang pertama dibangun Rasul adalah Masjid-masjid, mushola-mushola.

Sejatinya Indonesia merdeka, juga mendapat kekuatan luar biasa ketika para Kiai membangun suro-suro, pesanteren-pesantren. Para Ulama telah meletakan pondasi yang sangat kokoh dalam kecintaan terhadap bangsanya. 

“Kiai-kiai kita sudah membangun Indonesia dengan Islam banget. Jadi tidak perlu ada NKRI Syariah, Indonesia sudah bersyariah sejak jaman bahaeula,” tandasnya. 

Gus Najib menandaskan, era sekarang harus memperkuat peran masjid dan pesantren. Kedua tempat ini menjadi tempat pertama dan utama untuk menggembleng SDM unggul. Tapi sayangnya, pesantren di Indonesia masih sangat jarang. Untuk itu, perlu adanya kebijakan nyata untuk pengembangan dan dana operasional dari pemerintah untuk pesantren dan masjid. 

Selain itu SDM unggul, bila terjadi penguatan persaudaraan yang tidak ada hubungan apapun. Paseduluran adalah konsep yang dibangun antara kaum Ansor dan Muhajirin pada masa Kenabian. Indonesia, juga Brebes masih terlihat terkotak-kotak. Ada gerakan sparatisme, terorisme, radikalisme yang berupaya memecahbelah Indonesia dari berbagai sisi. 

“Maka, ayo kita menyatupadukan, gerakan sinergitas. Membangun bersama, dengan Paseduluran ala NU dengan menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah Basyariyah dan Ukhuwah Wathoniyah,” pungkas Najib yang juga Pengasuh Ponpes Al Hikmah 2 Benda, Sirampog, Brebes.

Ditegaskan NKRI sudah bersyariah, jadi tidak perlu NKRI Syariah, yang perlu syariah orangnya. Indonesia sudah final tak perlu ada NKRI Bersyariah.

Usai Acara Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti Lakukan Pemotongan Tumpeng di dampingi Wakil Bupati H.Narjo
Usai Acara Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti Lakukan Pemotongan Tumpeng didampingi Wakil Bupati H.Narjo

Sementara Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH dalam sambutannya berharap, Indonesia menjadi bangsa yang maju, sejahtera, aman dan bermartabat sesuai cita-cita kemerdekaan yang tertuang dalam pembukaan uud 1945. 

Sudah saatnya segera bangkit berbenah diri, mengejar segala ketertinggalan dan menguatkan kebersamaan. Hal pertama  yang perlu kita lakukan adalah, memperkokoh rasa nasionalisme kita. Jika pada masa penjajahan, nasionalisme di-ekspresi-kan dengan perlawanan kita pada penjajah, dan ketidaksukaan sebagai bangsa terjajah, pada saat ini nasionalisme semestinya, diwujudkan dalam bentuk olah rasa, olah karsa dan olah karya. 

Saatnya semua bidang yang memberikan nilai positif, bagi bangsa dengan berdasar kecintaan pada bangsa dan negara kita.

Strategi pembangunan, lanjut Idza, fokus utama bangsa Indonesia adalah pembangunan sumber daya manusia yang terampil dan unggul berkontribusi membangun bangsa dan negara

Selanjutnya acara istiqosah ini ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti di dampingi Wakil Bupati Brebes H.Narjo. (*CY*)

Berita Terkait