Puguh Wiji Pamungkas Ajak Jadikan Maulid Nabi Momentum Kembali ke Teladani Rasulullah Hadapi Tatangan Zaman

Senin, 24/08/2026 - 20:27
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PKS, Dr. Puguh Wiji Pamungkas

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PKS, Dr. Puguh Wiji Pamungkas

Klikwarta.com, Surabaya - Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PKS, Dr. Puguh Wiji Pamungkas, mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai ruang refleksi kolektif. 

Melalui gerakan “PKS Love Maulid”, ia mendorong masyarakat meneladani kepemimpinan, akhlak, dan cara Rasulullah mengelola umat sebagai jawaban atas tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Maulid bukan hanya seremoni. Ini momentum untuk menimbang kembali, apakah kita sudah berjalan di atas nilai-nilai yang diajarkan Nabi,” ujar Dr. Puguh, Minggu (24/8/2026).

Menurut legislator PKS itu, Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai provinsi dengan karakter keagamaan yang kuat. Hal ini tercermin dari kultur religius masyarakat dan keberadaan sekitar 7.000 pondok pesantren yang tersebar di berbagai daerah.

“Ini menjadi simbol bahwa Jawa Timur adalah provinsi religius. Seyogianya, momentum Maulid ini menjadi bagian dari refleksi kita bersama untuk meneladani apa yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad,” ungkap Dr. Puguh.

Ia menilai, kuatnya basis keagamaan di Jatim harus diimbangi dengan praktik keteladanan nyata di tengah masyarakat. Bukan hanya dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam perilaku sosial, politik, dan pemerintahan.

Dr. Puguh menyoroti kondisi bangsa yang saat ini menghadapi persoalan multidimensi. Mulai dari persoalan sosial kemasyarakatan, tata kelola pemerintahan, kebijakan publik, dinamika politik, hingga isu keamanan.

Ia mencontohkan sejumlah degradasi sosial yang semakin mengkhawatirkan. Di antaranya maraknya jeratan pinjaman online, kekerasan dalam rumah tangga, perundungan, budaya permisif, hingga merosotnya moralitas dan karakter generasi muda.

“Tentu ini harus menjadi refleksi bahwa keteladanan itu sangat penting sekali. Hari ini bangsa dan masyarakat kita butuh keteladanan. Dari siapa? Dari para pemimpinnya, dari para pemangku kebijakannya, dan kalau di rumah berarti dari para orang tua,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Puguh juga mengaitkan ajaran Nabi dengan kebijakan negara saat ini yang sedang mendorong efisiensi anggaran dan penghematan.

Ia menyebut sejarah mencatat Rasulullah adalah sosok yang sangat efektif dan efisien dalam memimpin, namun dampak perubahannya luar biasa besar.

“Kalau kita kenal istilah low cost high impact, dengan sesuatu yang sedikit tetapi menghasilkan dampak yang luar biasa, itu adalah salah satu keteladanan Nabi Muhammad. Artinya, menghindari sifat boros itu juga bagian dari yang dicontohkan oleh beliau,” paparnya.

Lebih jauh, Dr. Puguh menyinggung maraknya konflik dan kekerasan, baik di tingkat global maupun lokal. Ia menegaskan, kekerasan sangat bertentangan dengan prinsip dakwah Nabi. 

Rasulullah lebih memilih pendekatan dakwah bil-hikmah, yaitu mengajak dengan cara baik, bijaksana, dan mengedepankan dialog.

“Ini yang hari ini perlu terus kita kuatkan, supaya kita lebih mengedepankan upaya menjaga persatuan daripada memperuncing perpecahan dan perbedaan,” pungkas Dr. Puguh mewakili Fraksi PKS DPRD Jatim.

Menurutnya, jika semangat Maulid diterjemahkan dalam kebijakan, kepemimpinan, dan kehidupan rumah tangga, maka nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin akan benar-benar terasa di tengah masyarakat. (**) 

Tags

Berita Terkait