Sambil Menunggu Izin, PT BMS Persiapkan Operasional

Senin, 16/04/2018 - 21:07
Lokasi Tambang PT. BMS di Desa Tebing Rambutan, Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur
Lokasi Tambang PT. BMS di Desa Tebing Rambutan, Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur

Kaur, Klikwarta.com - Keberadaan tambang pasir PT. Bengkulu Mega Stell (BMS) di Desa Tebing Rambutan, Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur seluas 58 Hektar masih belum jelas terkait masalah Izin Usaha Pertambangan (IUP). Pasalnya sesuai perjanjian antara pemilik tanah dengan PT BMS bahwa lahan yang di gunakan untuk penambangan bukan di perjual belikan melainkan dikontrakkan selama 4 tahun 8 bulan sejak tahun 2010. 

Ujang Bin Herman selaku pemilik lahan saat di temui Senin (16/4/2018) mengatakan bahwa Rini selaku perantara PT. BMS dengan pemilik tanah meminjam surat-surat tanah dengan alasan akan dikembalikan setelah pelantikan Bupati Kabupaten Kaur Warman Suardi, nyatanya hingga saat ini surat-surat tersebut tidak dikembalikan.

"Pada saat itu ibuk Rini megatakan, setelah lima tahun kontrak berakhir tanah beserta surat tanah akan di kembalikan. Padahal seharusnya bila menuruti kontrak berakhir pada tahun 2015, tapi sampai saat ini surat-surat tanah kami belum juga dikembalikan. Secara pribadi kami merasa sangat di rugikan dalam hal ini", terang Ujang.

Ujang menambahkan "Saya sendiri merasa heran, IUP PT. BMS seharusnya 58 hekter termasuk di dalamnya lahan pak Ibrahim, tapi kenapa PT. Rusan Sejahtera juga masuk dalam IUP PT. BMS", tambah Ujang.

Sementara itu dilain pihak Edi selaku Mandor PT. BMS saat ditemui mengatakan PT. BMS sudah melakukan kerja sama dengan PT. Sumber Mas sembari menunggu proses IUP dan pembangunan Smalter selesai.

"Segala sesuatunya terkait penambangan dan pemurnian sedang dipersiapkan", ujar Edi.

Edi Sugono Humas PT. Sumber Mas (SM) di komfirmasi mengatakan "Terkait perizinan sampai saat izin memang belum rampung dan masih dalam proses, namun kita sudah mulai persiapan operasi sambil menunggu perizinan keluar" tegas Humas PT. SM Edi Sugono melalui sambungan Telaphone.

Sementara itu Wenfi selaku Direktur dari PT. BMS dan Utomo Afew alias Mr Hou dari PT. SM tidak dapat di hubungi ataupun di mintai keterangan, dari informasi yang diperoleh Mr Hou sedang berada di luar Kota. 


Menanggapi hal tersebut, Edi Baksir Anggota LSM Lipan Jaya angkat bicara sebaiknya Perusahaan taat pada Peraturan Undang-Undang dan Peraturan Mentri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 34 Tahun 2017. 

"Saya melihat di lokasi tambang seakan-akan banyak pelanggaran, terutama masalah pemurnian dan limbah pencucian yang di tengarai belum sesuai dengan Peraturan Mentri ESDM dan Peraturan Mentri LHK. Ini tidak bisa di biarkan begitu saja, harus ada tindakan tegas dari Pemerintah Daerah, ini merupakan sumber PAD jangan sampai ini juga menjadi sumber kerusakan lingkungan" tegas Edi. (Sulek)

TMMD

 

Related News