Wawasan Kebangsaan, H. Gunawan Sebut Nasionalisme dan Kebangsaan Dua Hal Berkaitan

Sabtu, 22/10/2022 - 17:03
H. Gunawan, S.H., M.Hum, saat memaparkan tentang wawasan kebangsaan, Sabtu (22/10/2022), di Hotel Mirabell, Kepanjen Kabupaten Malang.

H. Gunawan, S.H., M.Hum, saat memaparkan tentang wawasan kebangsaan, Sabtu (22/10/2022), di Hotel Mirabell, Kepanjen Kabupaten Malang.

Klikwarta.com, Kabupaten Malang - Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Fraksi PDI Perjuangan, dapil Malang Raya, H.Gunawan HS, S.H.,M.Hum, kembali menggelar Sosialisasi/wawasan kebangsaan (Wasbang), Sabtu (22/10/2022), di Hotel Mirabell, Kepanjen, Kabupaten Malang. Wasbang kali ini, mengusung tema,"Membangun jiwa Nasionalisme dengan benteng kebangsaan".

Hadir sebagai pemateri, Khoirul Basar dan Mu'tasim Billa. Sebagai peserta Sosialisasi/Wasbang kali ini, para anggota Nahdiyin dan pengurus serta anggota Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) dan warga NU, Desa Gondanglegi Wetan, Kabupaten Malang.

Gunawan menjelaskan, wawasan kebangsaan adalah cara pandang mengenai diri dan tanah air. Juga cara bersikap bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungan dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Wawasan kebangsaan, kata dia, merupakan sebuah pedoman yang masih bersifat filosofis normatif.

"Maka itu, wawasan kebangsaan harus senantiasa dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan dan berbagai bentuk implementasi", kata Gunawan.

Wasbang H. Gunawan

Memahami dan mempedomani ajaran wawasan kebangsaan, akan menumbuhkan keyakinan dan kepercayaan masing-masing individu di tengah masyarakat yang majemuk. Sehingga terwujud ketahanan pribadi dan dapat menciptakan suatu ketahanan nasional Indonesia.

Gunawan juga mengatakan, wawasan kebangsaan merupakan salah satu kunci terwujudnya toleransi dan nasionalisme.

Wawasan kebangsaan juga menjadi kunci penguatan kebhinekaan, toleransi dan gotong royong di tengah tantangan disrupsi dan globalisasi peradaban. Selain itu, wawasan kebangsaan juga memiliki keterkaitan erat dengan jiwa nasionalisme.

Pada era kekinian, lanjut Gunawan, nasionalisme tidak bisa hanya dipandang sebagai nasionalisme sempit yang menutup diri dan mengasingkan diri. Sebab, nasionalisme dalam era kini secara pikiran lebih terbuka dan memperkaya diri terhadap nilai-nilai luar yang memperkaya khazanah nilai-nilai kebangsaan, serta menambah pengembangan diri dalam nilai-nilai peradaban. Sehingga menjadikan bangsa nasionalis yang maju ke depan dan unggul dalam segala hal.

Wasbang H. Gunawan

"Oleh karena itu, nasionalisme tidak hanya cukup jika wujud pemikiran dan jiwa nasionalis kita tidak didukung dengan dasar semangat kebangsaan", ujarnya.

Menurut Politisi PDI Perjuangan itu, jiwa semangat nasionalisme yang tinggi jika tidak diimbangi dengan rasa nilai kebangsaan yang seimbang maka hanya akan menghasilkan nasionalisme semu dan nasionalisme fiktif yang hanya ada dalam angan-angan. Tidak menjiwai ke dalam jiwa.

"Karena itulah nasionalisme dan kebangsaan dapat dikatakan sebagai dua hal yang saling berkaitan satu sama lain", tandas pria yang akrab disapa Abah Gun itu.

Bertepatan dengan hari Santri Nasional, Gunawan pun mendorong para warga NU untuk terus maju dalam hal pengembangan UMKM. Khususnya warga NU Desa Gondanglegi Wetan.

"Dengan harapan warga NU Gondanglegi Wetan, bisa menjadi percontohan bagi NU lainnya dalam pengembangan UMKM", demikian H. Gunawan.

(Pewarta : Asral)

Berita Terkait