Kisah Inspiratif Aipda Suranto, Bhabinkamtibmas yang Rela Sisihkan Gaji Bulanan Demi Bantu Warga Kurang Mampu

Senin, 20/01/2025 - 18:46
Kisah Inspiratif Aipda Suranto, Bhabinkamtibmas yang Rela Sisihkan Gaji Bulanan Demi Bantu Warga Kurang Mampu  Klikwarta.com, Karanganyar - Sebaik baik manusia adalah yang menjalani hidup untuk memberi manfaat bagi orang lain. Pedoman itulah yang ada dalam diri anggota Polres Karanganyar, Aipda Suranto.  Pria kelahiran Sragen tahun 1984 itu, mulai berdinas di Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sejak tahun 2003. Dan pada 2020 hingga sekarang, dia mengemban tugas menjadi Bhabinkamtibmas Polsek Kebakkramat

Kisah Inspiratif Aipda Suranto, Bhabinkamtibmas yang Rela Sisihkan Gaji Bulanan Demi Bantu Warga Kurang Mampu Klikwarta.com, Karanganyar - Sebaik baik manusia adalah yang menjalani hidup untuk memberi manfaat bagi orang lain. Pedoman itulah yang ada dalam diri anggota Polres Karanganyar, Aipda Suranto. Pria kelahiran Sragen tahun 1984 itu, mulai berdinas di Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sejak tahun 2003. Dan pada 2020 hingga sekarang, dia mengemban tugas menjadi Bhabinkamtibmas Polsek Kebakkramat

Klikwarta.com, Karanganyar - Sebaik baik manusia adalah yang menjalani hidup untuk memberi manfaat bagi orang lain. Pedoman itulah yang ada dalam diri anggota Polres Karanganyar, Aipda Suranto.

Pria kelahiran Sragen tahun 1984 itu, mulai berdinas di Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sejak tahun 2003. Dan pada 2020 hingga sekarang, dia mengemban tugas menjadi Bhabinkamtibmas Polsek Kebakkramat di Desa Nangsri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar.

Selama menjalankan tugas sebagai Bhabinkamtibmas di wilayah desa tersebut, Aipda Suranto harus melaksanakan perintah pimpinan, yaitu melakukan program kunjungan dari rumah ke rumah atau door to door.

Dari rutinitas tugas kedinasannya itu, Aipda Suranto mengetahui bahwa ada kondisi warga desa binaannya yang masih hidup kekurangan, hingga ia pun berpikir mencari cara agar bisa membantu.

Pada 2022, Aipda Suranto berinisiatif memulai program “Welas Asih” dengan menyisihkan sebagian uang dari gaji bulanannya agar bisa berbagi untuk meringankan beban warga binaannya yang dhuafa.

Aksi kemanusiaan itu masih dilakukan Aipda Suranto pada Minggu (19/1/2025). Dengan mengendarai sepeda motor dinasnya, dia mengunjungi rumah yang dihuni oleh pasangan Gito Wiyono (79) dan Yatmi (69), di Dusun Kebak Jetis, Desa Nangsri, Kecamatan Kebakkramat.

Kepada pasangan lansia itu, Aipda Suranto memberikan bantuan paket sembako juga sejumlah uang tali asih untuk biaya pengobatan bagi Yatmi yang tengah terbaring menderita sakit gula dan stroke.

Aipda Suranto menjelaskan alasan memilih “Welas Asih” sebagai nama programnya. Dikatakannya, bahwa dalam bahasa Indonesia, kata “welas asih” memiliki arti rasa belas kasih yang mendalam atau sikap cinta kasih.

"Program ini saya mulai sejak tahun 2022, dan masih rutin berjalan hingga sekarang, dengan menyisihkan sebagian uang dari gaji bulanan saya. Setidaknya agar dapat sedikit meringankan beban bagi mereka yang membutuhkan. Sebagaimana tugas Bhabinkamtibmas, saya harus memiliki rasa empati kepada warga desa binaan saya," ungkapnya.

Menurut Aipda Suranto, keikhlasan menyisihkan uang dari gaji bulannya demi program Welas Asih terus berjalan, sudah menjadi keputusan yang tepat bagi dirinya. Apa yang dilakukannya itu juga mendapat dukungan dari sang istri.

”Awalnya saya berpikir bagaimana saya bisa membantu orang lain dengan cara yang tidak membebani siapa saja. Dan akhirnya, saya memutuskan menyisihkan gaji saya setiap bulan untuk membantu warga desa binaan saya yang membutuhkan. Istri saya juga memberi mendukung,” ungkapnya.

Disinggung soal berapa anggaran yang dia sisihkan tiap bulannya untuk membantu setiap warga desa binaannya, Aipda Suranto mengatakan tidak menentukan jumlahnya. Akan tetapi, jika dinominalkan, satu paket sembako yang dia berikan memiliki nilai Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu.

“Selama saya hidup dan masih diberi kesempatan, saya akan terus membantu sesama. Ini bisa menjadi jalan mencari pahala di kemudian hari,” kata Aipda Suranto.

Pewarta : Kacuk Legowo

Berita Terkait