Peliharaan Dapat Menyebabkan Kematian

Jumat, 07/07/2023 - 17:39
Credit: Ilustrasi memelihara anjing /freepik.com

Credit: Ilustrasi memelihara anjing /freepik.com

oleh: Tera Oktaviani Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta 

Klikwarta.com - Siapa yang tak gemas memelihara binatang? Selain sebagai hiburan peliharaan juga mempunyai tingkah lucu untuk menyenangkan pemiliknya. Memelihara hewan juga dapat mengurangi stres. Namun jangan salah, beberapa hewan dapat menimbulkan penyakit hingga kematian.

Seringkali para pecinta hewan tidak mempedulikan pe liharaanya. Mereka hanya memberikan makan dan menjadikannya sebagai hiburan. Padahal, hal tersebut awal dari timbulnya berbagai macam penyakit. Mulai dari mudah diobati sampai menyebabkan kematian. Salah satu penyakit mematikan ialah rabies atau yang biasa disebut anjing gila.

Penularan Rabies

Rabies atau penyakit anjing gila merupakan virus yang menyerang sistem saraf pusat manusia dan hewan mamalia. Virus tersebut biasanya ditularkan oleh gigitan dan cakaran anjing liar, tetapi bukan hanya anjing yang bisa menyebabkan rabies. Rabies bisa juga disebabkan kucing, rubah, rakun, kelelawar, bahkan manusia.

Hewan yanf terinfeksi virus rabies memiliki gejala agresif, gelisah, air liur berlebihan dan menghindari cahaya. Virus nya akan masuk ke tubuh korban melalui air liur hewan yang sudah terjangkit rabies. Bisanya korban sering melakukan kontak secara langsung lalu menimbulkan luka. Korban menganggap gigitan hewan peliharaan merupakan kejadian biasa, tidak berdampak fatal. 

Gejala Rabies

Setelah terinfeksi biasanya korban tidak langsung merasakan gejala. Bahkan tidak melakukan tindakan langsung, dengan mengobati luka menggunakan alkohol. Penyakit anjing gila akan bereaksi pada tubuh korban sekitar 4-12 minggu. Setelah masa inkubasi virus selesai muncul gejala demam, panas dan kesemutan. Gejala cenderung berlangsung cepat dan berakibat fatal.

Parahnya lagi korban mungkin mengalami kejang, kesulitan menelan, kecemasan, tidak sadar dan kebingungan mental. Selain itu, korban juga dapat mengalami sensitivitas terhapat cahaya dan air (hidrofobia) yang parah. Tingkat kematiannya jika mengalami gejala tersebut bisa mencapai 99,9 persen. 

Pencegahan Rabies

Pencegahan sangat penting untuk dapat melindungi diri sendiri dan hewan peliharaan agar terhindar dari virus rabies. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk pencegahan:

1. Vaksinisasi : Jika mempunyai peliharaan alangkah baiknya memberikan vaksin secara teratur minimal satu tahun sekali.  Kita juga harus memperhatikan luka yang ada peliharaan agar mereka tidak terinfeksi virus dari tempat lain.

2. Hindari kontak langsung : Hewan liar dengan ciri agresif, gelisah serta air liur berlebihan berpotensi terinfeksi rabies. Jangan melakukan kontak langsung pada mereka. Jika niat ingin mengobati baiknya dilakukan bersama tenaga medis dan peralatan yang lengkap.

3. Tindakan setelah tergigit : Jangan anggap sepele gigitan binatang! Bila tergigit hewan yang dicurigai terinfeksi segera mencuci luka dengan air mengalir dan sabun antiseptik hingga tidak terlihat bekas darah. Kemudian hubungi puskesmas atau rumah sakit terdekat agar mendapatkan penangan medis serta vaksinisasi pencegahan diri.

Kesadaran akan rabies merupakan infromasi yang harus disebarkan kepada masyarakat. Jangan sampai menyepelekan luka dalam bentuk apapun. Pencegahan dan tindakan langsung sangat penting untuk melindungi diri dan orang terdekat. Serta upaya dari pemerintah seperti vaksinisasi dan pembatasan perdagangan hewan dari luar negeri. Penyuluhan ke daerah terpencil dengan tingkat resiko tinggi lebih ditingkatkan.

Berita Terkait