Bupati Blitar Drs. H. Rijanto M.M. saat memberikan sambutan dalam acara ritual Siraman Gong Kyai Pradah tahun 2019 di Sutojayan Kabupaten Blitar.
Klikwarta.com, Blitar - Animo masyarakat Blitar dalam mencari berkah cukup bergeliat ketika mendatangi lokasi ritual Siraman Gong Kyai Pradah, di area Pendopo Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Senin (11/11/2019).

Warga lokal Blitar bahkan dari luar Blitar, menurut pantauan lapangan pewarta klikwarta.com lumayan besar di lokasi upacara sakral Siraman Gong Kyai Pradah.
Pelaksanaan upacara ritual Siraman Gong Kyai Pradah dipimpin langsung oleh Bupati Blitar Drs. Rijanto, didampingi Wakil Bupati Blitar Marhaenis Urip Widodo beserta jajaran Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Kabupaten Blitar.
Sebelum dilakukan jamasan (siraman) terhadap Gong Kyai Pradah, didahului sejumlah ritual seperti pembacaan sejarah Gong Kyai Pradah, Araan Gong Kyai Pradah dari suatu tempat untuk dibawa ke tempat yang telah disediakan panitia saat akan dilaksanakan siraman. Terkahir, puncak ritual yakni dilakukannya siraman Gong Kyai Pradah oleh Bupati dan Wakil Bupati Blitar. Kemudian, acara dilanjutkan dengan tasyakuran atau selamatan berupa kenduri.
"Ini kegiatan yang setiap tahun kita adakan. Siraman Gong Kyai Pradah dilaksanakan di bulan Maulud. Alhamdulilah kegiatan berjalan dengan baik. Ini acara tradisi peninggalan leluhur kita, maka kita wajib menguri-uri budayanya. Masyarakat juga antusias sekali untuk datang, karena mereka percaya kalau mereka datang dan saat siraman dia mendapat air dari bekas siraman Gong Kyai Pradah, mendapatkan berkah," jelas Bupati Rijanto kepada awak media saat dihubungi seusai acara.
Lantaran mengais berkah itu, lanjut Rijanto, masyarakat terlihat semangat untuk menuai apa yang masyarakat kehendaki dari hasil ritual jamasan Gong Kyai Pradah. Rijanto menyebut, tradisi ritual Siraman Gong Kyai Pradah juga telah ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai warisan budaya tak benda.
Selain sebagai sarana melestarikan budaya, Bupati Rijanto menilai ritual Siraman Gong Kyai Pradah juga menjadi ikhtiar menumbuh kembangkan nilai ekonomi oleh pelaku usaha mikro setempat untuk memperlebar kesempatan berusaha.
"Multi efeknya luar biasa yah, ekonomi rakyat kecil bergerak. Pedagang kaki lima, pelaku UMKM, semua merasakan manfaatnya dari ritual Siraman Gong Kyai Pradah. Sarana yang bagus mengembangkan usaha," tukasnya.
Bupati Rijanto berharap, kedepan kegiatan tahunan ini bisa dikembangkan oleh panitia menjadi peristiwa yang bisa menciptakan Wisata Budaya. Dimana, wisata budaya itu akan menjadi salah satu destinasi wisata lokal unggulan yang mampu menyuplai nilai pendapatan daerah.
(Faisal / Kmf / Adv)








