Pemkab BS Fokus Tekan Inflasi dan Perkuat Ekonomi Desa Lewat Koperasi

Senin, 19/05/2025 - 12:41
TPID Bengkulu Selatan ikuti rakor nasional via daring

TPID Bengkulu Selatan ikuti rakor nasional via daring

Klikwarta.com, Bengkulu Selatan - Pemkab Bengkulu Selatan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kembali menunjukkan keseriusannya dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok. Komitmen ini dibuktikan dengan keikutsertaan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi yang digelar secara virtual pada Senin pagi, 19 Mei 2025.

Rapat yang berlangsung di ruang rapat Sekretariat Daerah tersebut merupakan bagian dari agenda rutin mingguan dan diikuti oleh seluruh TPID se-Indonesia. Rakor ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, serta dihadiri narasumber dari berbagai kementerian terkait, termasuk Kemenko Perekonomian, BPS, Kementerian Perdagangan, Kementan, Badan Pangan Nasional, dan Perum Bulog.

Selain membahas strategi pengendalian inflasi di tingkat daerah, rakor kali ini juga memperkenalkan kebijakan baru berupa Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih di desa dan kelurahan.

Sekretaris Daerah Bengkulu Selatan, Sukarni Dunip, memimpin langsung tim daerah dalam rakor tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemkab Bengkulu Selatan siap mendukung penuh kebijakan pusat, baik dalam upaya pengendalian inflasi maupun pembentukan koperasi.

“Kami terus memantau harga pasar dan menjalin koordinasi dengan dinas terkait, pelaku usaha, hingga Bulog. Tujuannya jelas: agar intervensi tepat waktu bisa dilakukan, terutama menjelang hari besar keagamaan atau masa rawan pasokan,” ujar Sukarni.

Sukarni juga menyampaikan bahwa keberadaan Koperasi Merah Putih akan menjadi motor penting dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa. Koperasi ini, menurutnya, mampu menjadi wadah pemberdayaan UMKM, distribusi barang, serta meningkatkan pendapatan warga secara berkelanjutan.

“Kami menyambut baik arahan Presiden. Bengkulu Selatan siap menjalankan Inpres ini melalui penguatan koordinasi lintas OPD, pembinaan koperasi, dan pendampingan desa. Koperasi Merah Putih adalah jawaban untuk memperkuat ketahanan ekonomi lokal,” tegas Sukarni.

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian juga menekankan pentingnya pengawasan harga bahan pokok strategis seperti beras, cabai, bawang, dan daging. Inflasi yang terkendali menjadi indikator penting dalam stabilitas sosial dan pembangunan daerah.

Melalui rakor ini, Pemkab Bengkulu Selatan berharap mampu mempercepat respons terhadap dinamika harga pasar sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan lewat koperasi yang profesional dan berdaya saing.

Langkah sinergis ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam menciptakan sistem ekonomi desa yang tangguh dan mendukung ketahanan pangan nasional. Dukungan terhadap koperasi dan pengendalian harga dianggap sebagai kombinasi efektif dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. (Adv)

Berita Terkait