Ilustrasi. AI
Klikwarta.com, TEHERAN - Operasi militer udara yang dilancarkan koalisi Israel dan United States terhadap Iran terus diperluas memasuki hari kelima konflik, Rabu (4/3). Serangan kini dilaporkan menjangkau puluhan provinsi, menandai eskalasi signifikan dalam kampanye militer di kawasan tersebut.
Militer Israel menyatakan bahwa gelombang serangan terbaru menargetkan “infrastruktur militer Iran di seluruh wilayah negara,” termasuk sistem pertahanan udara, fasilitas peluncur rudal, serta pusat logistik militer.
Sejumlah laporan juga menyebutkan bahwa puluhan jet tempur dikerahkan untuk menghantam lebih dari 30 target strategis di wilayah barat dan tengah Iran, termasuk instalasi pertahanan dan jaringan rudal balistik.
Di ibu kota Teheran dan beberapa kota lain, ledakan dilaporkan terdengar sepanjang hari, sementara asap tebal terlihat dari sejumlah lokasi yang menjadi sasaran serangan. Warga melaporkan gangguan listrik dan komunikasi di beberapa wilayah, diduga akibat serangan terhadap infrastruktur pendukung militer.
Serangan udara ini merupakan bagian dari upaya koalisi untuk melumpuhkan kemampuan militer Iran, khususnya dalam meluncurkan rudal balistik dan drone ke wilayah Israel. Sejak konflik pecah pada 28 Februari lalu, operasi militer disebut telah menghantam ratusan target di berbagai wilayah Iran.
Sementara itu, Iran terus melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke wilayah Israel, meskipun intensitasnya dilaporkan mulai berfluktuasi seiring tekanan militer yang meningkat dari pihak koalisi.
Dampak konflik juga semakin terasa di dalam negeri Iran. Laporan menyebutkan jumlah korban jiwa terus bertambah, dengan lebih dari seribu orang dilaporkan tewas sejak awal serangan udara berlangsung.
Eskalasi ini memicu kekhawatiran global akan meluasnya konflik di Timur Tengah. Sejumlah negara mulai meningkatkan kewaspadaan militer, sementara komunitas internasional terus menyerukan penghentian kekerasan dan pembukaan jalur diplomasi.
Hingga Rabu malam, belum ada tanda-tanda meredanya serangan dari kedua pihak. Para analis menilai perluasan operasi udara ke hampir seluruh wilayah Iran menunjukkan bahwa konflik telah memasuki fase perang skala besar. (**)








