Ilustrasi Adegan Pencegatan Rudal
*Gelombang serangan meluas ke Israel dan negara-negara Teluk di tengah tekanan militer koalisi
Klikwarta.com, TEHERAN - Iran meluncurkan serangan rudal balistik dan drone dalam skala besar pada Kamis (5/3), menandai salah satu eskalasi paling signifikan sejak konflik dengan Israel dan United States pecah pada akhir Februari lalu.
Menurut laporan militer, ratusan rudal dan ribuan drone telah diluncurkan Iran dalam beberapa hari terakhir, dengan sedikitnya lima gelombang serangan terjadi hanya dalam rentang 24 jam terakhir.
Serangan tidak hanya menyasar wilayah Israel, tetapi juga meluas ke sejumlah negara di kawasan Teluk seperti Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak. Beberapa sistem pertahanan udara di negara-negara tersebut dilaporkan berhasil mencegat sebagian besar proyektil yang masuk.
Di Israel, sirene peringatan kembali berbunyi di berbagai kota saat sistem pertahanan udara diaktifkan untuk menghadapi gelombang serangan. Militer Israel menyatakan sebagian besar rudal berhasil dicegat, meskipun beberapa di antaranya menyebabkan kerusakan di wilayah terbuka.
Serangan besar-besaran ini terjadi di tengah tekanan militer yang terus meningkat terhadap Iran. Dalam operasi udara yang berlangsung sejak 28 Februari, Israel dan Amerika Serikat dilaporkan telah menghancurkan ratusan peluncur rudal dan fasilitas militer Iran.
Militer Israel bahkan mengklaim lebih dari 300 peluncur rudal Iran telah dibuat tidak berfungsi sejak awal konflik, sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi kemampuan serangan balasan Iran.
Meski demikian, Iran tetap menunjukkan kapasitas ofensifnya dengan meluncurkan serangan dalam jumlah besar. Pemerintah Iran menyatakan operasi tersebut merupakan respons terhadap serangan udara yang terus dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap wilayahnya.
Sementara itu, serangan udara koalisi juga terus berlanjut pada hari yang sama. Puluhan jet tempur dilaporkan menyerang fasilitas militer di berbagai wilayah Iran, termasuk pangkalan rudal, pusat komando, serta fasilitas produksi senjata.
Eskalasi konflik ini semakin memperluas cakupan perang di Timur Tengah dan meningkatkan kekhawatiran akan dampak regional yang lebih luas, termasuk ancaman terhadap jalur energi global di kawasan Teluk.
Hingga Kamis malam, belum ada tanda-tanda meredanya konflik. Para analis menilai meskipun kemampuan militer Iran mulai tertekan, intensitas serangan balasan menunjukkan bahwa perang masih jauh dari berakhir. (**)








