Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim (foto : Faisal NR / Klikwarta.com Blitar)
Klikwarta.com Blitar - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Blitar Syahrul Alim mengimbau setiap masyarakat untuk tidak melakukan mudik lebaran tahun ini. Imbauan ini ia utarakan demi menjaga kebersamaan dalam memutus mata rantai penyebaran virus Korona atau Covid-19.
Perihal larangan mudik, dikatakan Syahrul sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat medio akhir Maret lalu. Dengan begitu, lanjut dia, otomatis daerah praktis mengikuti instruksi pemerintah pusat.
"Saya kira selain kita mengikuti pusat, tidak mudik dulu besok ini juga menjaga komitmen kita bersama bagaimana semangat untuk memutus penyebaran Covid-19 ini masih terus berjalan. Untuk itu saya mengimbau masyarakat tidak mudik lebaran di tahun ini," ungkapnya, Kamis (22/4/2021).
Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar, bagi Syahrul wajib mengantisipasi jika terdapat pemudik dari luar kota Blitar yang tetap nekat mudik. Pihaknya turut mengajak masyarakat pro aktif melaporkan kepada RT/RW, tingkat kelurahan, kecamatan hingga kota bilamana mengetahui adanya pemudik masuk ke kota Blitar.
"Antisipasi harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Apa yang harus dilakukan jika ada yang nekat mudik atau yang masuk ke kota Blitar. Jadi pemerintah daerah harus sudah menyiapkan skenario ini. Masyarakat saya minta lapor ke RT, RW, kelurahan, kecamatan bahkan ke petugas tingkat kota jika mendapati orang (pemudik) yang masuk ke kota Blitar," tandasnya.
Petugas Posko PPKM mikro, menurutnya juga sangat efektif bekerja dalam memanagemen penularan wabah Covid-19 sejauh ini. Oleh karena itu, peran tenaga Posko PPKM mikro ini bisa difungsikan sebagaimana mestinya dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 terlebih adanya larangan mudik Lebaran Idul Fitri Mei mendatang.
"Larangan mudik ini kan tanggal 6 sampai 17 Mei. Kami mengajak warga tidak ke luar daerah sebelum dan sesudah tanggal itu. Boleh keluar, kalau situasinya benar-benar mendesak saja. Semoga ikhtiar kita ini mampu mencegah penularan Covid-19," tukasnya. *
(Pewarta : Faisal NR)








