Salah seorang Pemuda Singkil, yang terus berupaya bangkit ditengah masa pandemi covid-19 ini.
Klikwarta.com, Aceh Singkil - Sejak Pandemi Covid-19 melanda Indonesia berdampak terhadap roda perekonomian masyarakatyanh serba sulit. Namun hal itu, tidak membuat sosok generasi muda ini patah semangat untuk tetap teguh terus berusaha mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan peluang-peluang yang ada.
Mereka merupakan sosok pemuda milenial yang dianggap berjiwa kreatif, berinovasi pantang menyerah dan memiliki keberanian mengambil segala risiko melakukan terobosan terus berusaha enggan berpangku tangan, menyerah di tengah keadaan situasi yang tak pasti ini.
Karena, dengan melihat peluang yang ada, mereka ingin terus berjuang demi kehidupan yang lebih baik, dalam situasi sulit yang masih mendera.
Salah satu dari sosok pemuda yang pemberani, mandiri, terus berdikari ditengah masa pandemi covid-19 ini, yakni Pandi (21) seorang pemuda Singkil yang masih lajang itu, memutuskan untuk terus membuka dan mengembangkan usaha pangkas serta door smeer (cuci kendaraan) ditengah pandemi COVID-19 masih berlangsung ini.
"Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, kita tetap harus terus berinovasi, berusaha. Jangan kalah dengan keadaan yang sedang sulit, tak ada yang tidak bisa", kata anak bungsu dalam keluarganya itu.
Pandi mengakui, usaha pangkas dan doorsmeer tersebut memang sudah lama dicita-citakan nya untuk dikembangkan nya.
Ketertarikannya terjun mengembangkan usaha pangkas dan doorsmeer tersebut, lantaran disamping sesuai dengan skil yang dimilikinya, juga memiliki kepraktisan, dan sederhana untuk dikembangkan, ucap Pandi, Kamis (21/10/2021).
Kepraktisan usaha pangkas dan doorsmeer tersebut, kita hanya perlu menyiapkan tempat, alat-alatnya, dan bahan lainnya yang tidak perlu pusing memikirkan bahan baku.
Dalam menjalankan usahanya, Pandi yang hanya tamatan SMA tersebut, merintis usaha yang digelutinya itu sendiri dengan menerima masukkan dari kerabat dekat.
"Dengan tertatih-tatih, saya merintis dan menjalankan usaha ini sendiri secara mandiri dengan memanfaatkan potensi peluang yang ada, dan kemampuan pengalaman, serta kemauan yang tinggi. Alhamdulillah walau masih sangat sederhana, usaha yang dirintisnya itu saat ini tetap jalan" ungkapnya.
Rencananya, kedepan Pandi akan mengembangkan usahanya tersebut dengan akan memberdayakan beberapa pemuda setempat untuk bekerja ditempat usaha yang telah dibukanya sejak beberapa tahun lalu.
Pandi juga menilai, usaha pangkas dan doorsmeer memiliki peluang usaha yang besar dan berpotensi untuk dikembangkan.
Awalnya, Pandi yang tergolong masih sangat muda itu, melihat banyak keponakan, Abang, dan sanak saudaranya tiap bulan memangkas rambut nya. Untuk itu, saya berfikir apa salahnya kalau mencoba membuka usaha pangkas.
Selanjutnya, dengan modal seadanya, Ia mencoba merintis usahanya secara mandiri dilokasi ibukota Kabupaten Aceh Singkil.
Alasannya membuka usaha dilokasi tersebut, selain memiliki lahan tempat usaha yang tidak perlu menyewa, juga memiliki potensi yang sangat menjanjikan.
Harga yang ditawarkan cukup terjangkau dan efektif untuk menarik pelanggan datang berpangkas dan menggunakan jasa cuci kendaraan ditempat usahanya yakni, berkisar Rp. 10.000 hingga Rp.20.000 ribu perorangnya untuk jasa pangkas. Untuk doorsmeer disesuaikan dengan jenis kendaraan nya.
Dengah pandemi COVID-19, sebagai pelaku usaha, Pandi mau tidak mau harus menerima tantangan yang dihadapi. Dia mengakui, pandemi memengaruhi keberlangsungan usahanya.
"Di saat membuka usaha ini kan sudah masuk ke era pandemi. Kendalanya adalah pengunjung yang terbatas", imbuhnya.
Meski pandemi COVID-19 memengaruhi kelangsungan bisnis usahanya, Pandi mencoba berpikir cerdas demi berupaya mencari metode yang tepat bagi usahanya.
“Selain terus meningkatkan pelayanan yang baik bagi pelanggan, Ia juga terus berupaya memutar otak untuk menata tempat usahanya. Sehingga kelihatan lebih menarik dan menciptakan kepuasan pelanggan walau saat ini masih terlihat sederhana. Begitu pun, omzetnya saat ini mulai lumayan.
Dengan berbagai strategi yang dijalankan, usaha pangkas dan doorsmeer yang dirintisnya itu saat ini setidaknya mampu memenuhi kebutuhan hidupnya dan mengembangkan tempat usahanya secara perlahan.
Dalam menjalankan bisnisnya di tengah pandemi COVID-19, ia tak lupa untuk selalu menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini menjadi bagian yang penting untuk menambah kepercayaan konsumen.
Pandi juga menitipkan pesan bagi para pelaku usaha, terutama bagi yang masih dalam awal merintis bisnis apa pun.
"Jangan takut mulai bisnis, meski rasa lelah ketika menjalankan bisnis, akan terbayarkan saat bisnis kita geluti mulai mapan", ujarnya.
Diharapkan, meski kondisi pandemi kita terutama Pemuda dapat terus memotivasi tetap semangat menggeluti usaha yang sedang dijalankan di masa sulit saat ini, tandasnya.
(Pewarta Er)








