Gubernur Jatim dan Bupati Blitar Sambangi dan Berikan Santunan ke Keluarga Korban Hanyut Diterjang Banjir

Jumat, 28/10/2022 - 07:21
Gubernur Khofifah (pakai hijab warna oranye) didampingi Bupati Blitar Rini Syarifah (pakai rompi warna cokelat) Berta'ziah di Kediaman Almarhum Riyanto Korban Hanyut Diterjang Banjir Bandang,di Desa Tumpakoyot, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. (Foto : Faisal NR / Klikwarta.com)

Gubernur Khofifah (pakai hijab warna oranye) didampingi Bupati Blitar Rini Syarifah (pakai rompi warna cokelat) Berta'ziah di Kediaman Almarhum Riyanto Korban Hanyut Diterjang Banjir Bandang,di Desa Tumpakoyot, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. (Foto : Faisal NR / Klikwarta.com)

Klikwarta.com, Kabupaten Blitar - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Blitar Rini Syarifah menyambangi dan memberikan santunan kematian kepada keluarga korban yang hanyut diterjang banjir, Kamis (27/10/2022) malam di Desa Tumpakoyot, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar.

Kedatangan orang nomor satu di Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Blitar itu sebagai wujud turut serta berbela sungkawa atas musibah yang dialami keluarga almarhum Riyanto warga Desa Tumpakoyot, dimana Riyanto dan anaknya yang bernama Obet ditemukan tewas setelah hanyut diterjang aliran air sungai Kedung Cenit Desa Plandirejo Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, ketika terjadi banjir bandang, pada Selasa (25/10/2022) malam. 

Khofifah bersama Rini juga memberikan semangat moral kepada keluarga yang ditinggalkan agar mampu mengikhlaskan berpulangnya korban kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Sehingga, meninggalnya korban bisa tercatat sebagai golongan kematian yang husnul khatimah.

"Kita tentu semua ikut belasungkawa, Innalillahi wainnailaihi raji'un, mudah-mudahan mereka yang lebih dulu dipanggil kehariban Allah Subhanahuwata'ala yang kemarin kena musibah banjir kemarin di sini, semua amal ibadahnya diterima Allah, khilafnya diampuni Allah dan semua mendoakan semua yang dipanggil dalam keadaan Husnul Khatimah. Itulah kenapa kami kesini, terimakasih bu bupati bisa menemani ta'ziah di sini," ungkap Gubernur Khofifah.

Merespon potensi terjadinya cuaca ekstrem di Jawa Timur mulai Oktober 2022 hingga Januari 2023, Khofifah menyebut kondisi ini bisa membawa intensitas hujan yang sangat tinggi dari dampak Hidrometeorologi. Tentu situasi ini harus diuraikan prioritas-prioritas pembangunan infrastruktur di daerah, sebagai antisipasi langkah-langkah rekonstruksi pasca terjadinya bencana. 

"Blitar ternyata di sini ada kebutuhan relokasi. Jadi ini ada semacam tanah bergerak, jadi sama-sama mencari opsi lahan yang memungkinkan dijadikan lahan hunian tetap yang aman. Kalau ibu Bupati Blitar opsinya mengambil dari perhutani. Lalu yang dipakai membangun dari dana BTT untuk mengantisipasi dari langkah-langkah rekonstruksi rehabilitasi pasca terjadinya bencana. Jadi kita sambil mitigasi bencana bersama-sama," jelasnya. 

Terpisah, Bupati Blitar Rini Syarifah menambahkan, terjadinya peristiwa banjir bandang hingga membawa korban jiwa ini bisa dijadikan catatan kewaspadaan semua masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dini dikala cuaca kurang bersahabat termasuk intensitas hujan deras yang menimbulkan tingginya genangan air hingga banjir. 

"Ini bencana karena ini mengalami musim hujan, waspada Hidrometeorologi selain tanah longsor, angin puting beliung, dan juga mungkin banjir ini maka masyarakat harus waspada. Saat musim hujan untuk warga, saya kira jangan turun ke jalan dulu dan waspada. Dikhawatirkan air datang dengan tiba-tiba seperti musibah yang ada di Plandirejo," ucap Bupati Rini.

 

(Pewarta : Faisal NR)

Berita Terkait