Pemkab Jember Rangkul Pesantren dan Guru Ngaji
Klikwarta.com, Jember - Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan komitmennya untuk menempatkan kalangan pesantren dan guru ngaji sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengukuhan Forum Komunikasi Pondok Pesantren dan Forum Komunikasi Guru Ngaji Kabupaten Jember yang berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa (16/6/2026).
Di hadapan para pengasuh pesantren, tokoh agama, dan guru ngaji yang hadir, Bupati Jember Gus Fawait menekankan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara soal infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, kemajuan daerah juga harus ditopang oleh penguatan nilai-nilai keagamaan, pendidikan karakter, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Karena itu, Pemkab Jember memandang pesantren dan guru ngaji sebagai mitra yang memiliki peran strategis dalam mengawal arah pembangunan daerah.
"Pesantren dan guru ngaji memiliki kedekatan yang sangat kuat dengan masyarakat. Mereka memahami kondisi riil di lapangan sekaligus menjadi rujukan moral bagi masyarakat. Karena itu, keberadaan mereka sangat penting dalam pembangunan Jember," ujar Gus Fawait.
Pengukuhan dua forum tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi yang lebih intensif antara pemerintah daerah dengan komunitas keagamaan.
Melalui wadah komunikasi yang resmi, berbagai persoalan maupun potensi yang ada di lingkungan pesantren diharapkan dapat tersampaikan secara langsung kepada pemerintah.
Bagi Gus Fawait, forum ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana koordinasi, tetapi juga menjadi ruang untuk merumuskan solusi bersama atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.
Mulai dari persoalan pendidikan, ekonomi, kesehatan, hingga pemberdayaan generasi muda.
Ia menilai pesantren memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Oleh karena itu, pemerintah daerah berupaya menghadirkan berbagai program yang dapat dimanfaatkan oleh kalangan santri.
Program-program tersebut mencakup pelatihan keterampilan kerja, penguatan usaha mikro dan kecil, hingga pembinaan bagi santri yang ingin bekerja di luar negeri melalui jalur resmi sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Menurutnya, selama ini masih ada anggapan bahwa pesantren hanya menjadi penerima bantuan pemerintah.
Padahal, pesantren memiliki kapasitas yang jauh lebih besar untuk menjadi bagian dari solusi pembangunan.
"Yang ingin kami bangun adalah kemitraan. Pesantren bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku dan penggerak pembangunan bersama pemerintah," tegasnya.
Selain pengembangan ekonomi dan ketenagakerjaan, Pemkab Jember juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas lingkungan pesantren.
Isu sanitasi, kesehatan santri, dan fasilitas pendukung lainnya akan menjadi bagian dari perhatian pemerintah melalui koordinasi yang dilakukan bersama kedua forum tersebut.
Gus Fawait optimistis sinergi yang dibangun melalui Forum Komunikasi Pondok Pesantren dan Forum Komunikasi Guru Ngaji akan memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Dengan jaringan pesantren yang tersebar hampir di seluruh wilayah Jember, pemerintah berharap berbagai program pembangunan dapat menjangkau masyarakat secara lebih efektif.
"Kalau pemerintah berjalan sendiri, hasilnya tidak akan maksimal. Ketika pemerintah, pesantren, dan guru ngaji bergerak bersama, maka pembangunan akan lebih cepat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," pungkasnya. (**)








