Pencurian Mesin Tempel di Raja Ampat Sulit Terungkap, Ini Penyebabnya

Senin, 01/06/2020 - 20:37
Kasat Reskrim IPTU Nirwan Fakaubun SIK
Kasat Reskrim IPTU Nirwan Fakaubun SIK

Klikwarta.com, Raja Ampat-Papua Barat - Pencurian mesin tempel  di Raja Ampat sangat meresahkan dan sudah banyak dilaporkan oleh masyarakat, tapi ada sedikit kesulitan untuk diungkap oleh Kepolisian Resort (Polres) Raja Ampat.

“Sudah lama kita melakukan penyelidikan tentang pencurian mesin tempel ini, tapi ada kendala untuk menjerat pelaku karena tidak ada alat bukti yang cukup”, jelas Kasat Reskrim IPTU Nirwan Fakaubun SIK saat ditemui diruang kerjanya di kantor Polres Raja Ampat, Senin (01/06/2020).

Lanjutnya, sudah banyak laporan tentang kasus pencurian motor tempel tapi pihak korban tidak punya bukti surat-surat pembelian. Lagipula kebanyakan disini adalah mesin hibah sehingga bukti kepemilikan hitam diatas putih rata- rata tidak ada di masyarakat.

“Kita bisa ungkap tapi dari pihak masyarakat yang belum mendukung, karena kepemilikan hanya berdasarkan lisan saja”, ucap Kasat Reskrim.

Dia juga mengatakan, Ini sangat penting untuk diketahui oleh Masyarakat Raja Ampat, apabila menerima hibah atau membeli mesin harus dilengkapi dengan surat- suratnya, dan yang paling penting lagi adalah mengetahui serta menghafal nomor mesinnya.

“Kalau itu terpenuhi kami yakin secepatanya akan didapat, karena sudah banyak laporan yang kami kantongi tapi sedikit kesulitan karena tidak dibantu oleh pihak pemilik menyangkut dengan bukti kepemilikannya”, jelasanya.

Kasat Reskrim juga meminta masyarakat agar, apabila melapor jangan hanya membawa bukti pembelian, karena itu bisa dipalsukan. Yang harus dibawah adalah surat- surat mesinnya, termasuk nomor mesin dan buku panduan. Bila perlu di foto pada saat pembelian.

“Pihak pemilik tidak bisa membuktikan nomor mesin miliknya sehingga calon tersangka juga berdalih bahwa itu miliknya”, pungkasnya.

(Pewarta : Mustajib)

Related News

Loading...

pers

loading...