Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat secara resmi menutup rangkaian Pembinaan Program Adiwiyata KotaTanjungpinang Tahun 2025 dengan tema “Menuju Sekolah Adiwiyata Kota Tahun 2026”, yang digelar di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah Kantor Wali Kota, Rabu (26/11/2025)
Klikwarta.com, Tanjungpinang - Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat secara resmi menutup rangkaian Pembinaan Program Adiwiyata KotaTanjungpinang Tahun 2025 dengan tema “Menuju Sekolah Adiwiyata Kota Tahun 2026”, yang digelar di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah Kantor Wali Kota, Rabu (26/11/2025). Penutupan ini menandai berakhirnya kegiatan pembinaan yang telah berlangsung sejak 22 November 2025.
Turut hadir pada acara penutupan kegiatan, Staf Ahli Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Kepala Kemenag Kota Tanjungpinang;m, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang beserta jajarannya, serta para kepala sekolah dan tenaga pendidik dari berbagai satuan Pendidikan.
Sekda Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, menegaskan bahwa Program Adiwiyata merupakan bagian strategis dalam pembentukan karakter peduli lingkungan sejak dini.
“Program Adiwiyata di Kota Tanjungpinang mulai diikuti sejak tahun 2012. Berdasarkan laporan Kepala DLH, jumlah sekolah SD dan SMP sederajat yang telah memperoleh penghargaan Adiwiyata, baik di level kota, provinsi, nasional hingga mandiri, baru mencapai 45 sekolah atau sekitar 41,7%. Angka ini tentu masih perlu kita tingkatkan bersama,” ujarnya.
Zulhidayat juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta pembinaan yang telah mengikuti seluruh tahapan hingga selesai.
“Saya mengapresiasi semangat Bapak/Ibu yang hadir dengan tekad membawa sekolah menuju predikat Adiwiyata. Ini adalah perjalanan yang memerlukan komitmen, konsistensi, dan kerja keras. Dengan dukungan semua pihak, saya yakin sekolah-sekolah di Tanjungpinang dapat meraih Adiwiyata Kota Tahun 2026 dan terus meningkat ke jenjang berikutnya,” tambahnya.
Dalam laporan kegiatan, Kepala DLH Kota Tanjungpinang, Ahmad Yani, menjelaskan bahwa Program Adiwiyata merupakan program kolaboratif lintas kementerian yang telah berjalan selama 22 tahun sejak pertama kali dicanangkan pada 2003.
“Tahun ini peserta berjumlah 63 orang dari 21 sekolah. Mereka merupakan sekolah yang belum pernah mengikuti Program Adiwiyata atau sudah mulai melaksanakan Gerakan Perilaku Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) namun belum terdaftar dalam program. Melalui kegiatan ini, kami berharap sekolah dapat memahami tata kelola pembinaan Adiwiyata dan mengimplementasikan perilaku peduli lingkungan secara menyeluruh,” jelasnya.
Hadir sebagai narasumber kegiatan Dra. Mery Syafriati, yang membawakan materi “Pengintegrasian Gerakan Adiwiyata/Upaya-Upaya Perilaku Ramah Lingkungan”. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya integrasi PBLHS ke dalam seluruh aspek manajemen dan pembelajaran di sekolah.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan Adiwiyata tidak hanya bertumpu pada sarana pendukung, tetapi pada perubahan perilaku warga sekolah secara konsisten.
“Gerakan Adiwiyata harus menjadi budaya dan bukan sekadar program tahunan. Integrasi nilai-nilai lingkungan ke dalam pembelajaran dan aktivitas sekolah adalah kunci untuk membangun karakter peduli lingkungan yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Mery juga menekankan pentingnya dukungan bersama guna memastikan implementasi berjalan nyata.
“Jika sekolah mampu menjalankan PBLHS dengan komitmen bersama, maka predikat Adiwiyata bukan hanya target administratif, tetapi benar-benar tercermin dalam perilaku siswa, guru, dan seluruh warga sekolah,” tegasnya.
Materi yang disampaikan pada sesi penutupan ini menjadi penguatan terakhir bagi seluruh peserta sebelum melangkah ke tahapan implementasi menuju Penilaian Adiwiyata Kota Tahun 2026.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam memperluas gerakan sekolah berbudaya lingkungan serta mempersiapkan satuan pendidikan menuju penilaian Adiwiyata Kota Tahun 2026.
Pewarta : Surya








