Puluhan Tahun Kesulitan Air,Tim Sedekah Air Akhirnya Temukan Mata Air di Dukuh Alasmalang

Selasa, 05/10/2021 - 09:13
Tim Sedekah Air SMA N 1 Blora dan warga Dukuh Alasmalang saat mengebor tanah untuk temukan sumber mata air

Tim Sedekah Air SMA N 1 Blora dan warga Dukuh Alasmalang saat mengebor tanah untuk temukan sumber mata air

Klikwarta.com, Blora - Setelah puluhan tahun kesulitan mendapatkan air bersih,warga Dukuh Alasmalang, Desa Pengkoljagong, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora kini bisa bernapas lega.Pasalnya,saat ini warga sudah menemukan sumber mata air di kedalaman 120 meter.Misi pencarian sumber air ini diinisiasi oleh alumni SMA N 1 Blora angkatan 2006 bersama tim sedekah air. 

"Alhamdulillah setelah dilakukan pengeboran sedalam 120 meter diketemukan sumber air yang cukup melimpah," kata Febrian Chandra alumni SMA N 1 Blora,Senin (4/10/2021). 

Chandra menjelaskan, pencarian sumber mata air ini sempat terhenti di kedalaman 80 meter karena debit airnya sangat kecil.

"Saat kita uji ternyata debit airnya tidak sampai 30 menit sudah habis," tuturnya. 

Setelah tim berdiskusi, akhirnya diputuskan untuk memperdalam pengeboran hingga 120 meter. 

"Dalam pencarian sumber air ini kita tidak asal mengebor, namun sebelumnya telah dilakukan surve pemetaan secara geolistrik, di kedalaman 120 meter.Menurut geolistrik terdapat potensi air yang cukup besar. Makannya kita lanjutkan dan alhamdulillah sesuai dengan perkiraan kita temukan sumber air yang cukup besar," jelasnya. 

Terpisah, alumni SMA 1 Blora Ardian Putera mengatakan, pemilihan lokasi di Dukuh Alasmalang karena selama bertahun-tahun masalah kekeringan selalu menghantui warga dukuh tersebut. 

"Kami alumni SMA N 1 Blora angkatan 2006 bersama tim sedekah air memberikan perhatian khusus agar bencana tahunan ini terselesaikan dengan cara menemukan titik sumber air," ungkapnya. 

Sementara itu, Sugiyono Kepala Desa Pengkoljagong mengatakan, kekeringan dan kesulitan air bersih adalah bencana tahunan yang harus dihadapi warga Dukuh Alasmalang. Sebab untuk mencari sumber air warga harus berjalan sejauh 7 kilometer di dalam hutan. 

"Itupun terkadang jika sudah sampai ke lokasi warga tidak kebagian air. Sebab sumber air didalam hutan itu juga diperebutkan oleh warga di beberapa dukuh lainnya,"  terangnya. 

Alternatif lain untuk mendapat air bersih, warga harus membeli air yang diantarkan truk tangki air. 

"Harganya Rp 300 ribu sekali antar dengan kapasitas  2000 liter. Karena jalan menuju lokasi jelek, maka untuk sampai ke lokasi hanya berani mengantar 2000 liter. Takut truknya ambles dan terguling," tuturnya. 

Sugiyono juga menambahkan, jika mendapatkan bantuan air bersih, biasanya justru malah menjadikan perselisihan antara warga. Karena saling berebut bantuan air. 

"Kalau tidak dalam jumlah yang banyak, malah menimbulkan perselisihan antar warga," katanya. 

Kondisi seperti itu sudah dialami warga selama berpuluh - puluh tahun. Selain kesulitan air bersih, infrastruktur jalan juga menjadi persoalan untuk warga Alasmalang. 

Sugiyono juga bersyukur atas diketemukan sumber air sedalam 120 meter. Karena kini warga tak lagi kesusahan untuk memenuhi kebutuhan air bersih. 

"Alhamdulillah, Terima kasih orang - orang baik," katanya.

(Pewarta : Fajar)

Berita Terkait