Regenerasi Kepemimpinan, Tri Haryadi Pilih Absen di Muscab Demokrat Karanganyar

Kamis, 02/07/2026 - 22:09
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Karanganyar, Tri Haryadi

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Karanganyar, Tri Haryadi

Klikwarta.com, Karanganyar - Peta politik internal Partai Demokrat di Jawa Tengah mulai bergerak dinamis menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Demokrat tahun 2026, yang rencananya digelar di Semarang pada bulan ini. 

Salah satu kejutan besar datang dari Karanganyar, di mana Ketua DPC Demokrat Karanganyar saat ini, Tri Haryadi, memastikan diri tidak akan maju lagi dalam bursa pemilihan. Langkah ini diambil Tri Haryadi demi membuka ruang regenerasi bagi kader-kader muda potensial di Bumi Intanpari.

Proses penjaringan bakal calon ketua DPC resmi dimulai dengan menerapkan sistem satu pintu. Berbeda dari gelaran sebelumnya, seluruh berkas pendaftaran kini langsung dipusatkan di tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD), bukan di masing-masing DPC.

"Pendaftaran kita buka satu pintu melalui DPD dari tanggal 1 sampai 7 Juli. Siapa pun kader terbaik yang ingin mencalonkan diri, silakan mendaftar langsung ke Semarang," ujar Tri Haryadi saat memberikan keterangan, Kamis (2/7/2026).

Untuk memastikan validitas kepesertaan, para pendaftar diwajibkan membawa dokumen penting berupa KTP sebagai bukti warga negara Indonesia dan Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai bukti otentik kader Partai Demokrat.

Setelah pos pendaftaran ditutup pada 7 Juli, para bakal calon dijadwalkan mengikuti tahapan pemaparan visi dan misi. Seluruh berkas tersebut nantinya akan digodok langsung oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) sebelum dibawa ke forum Muscab. Tim Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPD Jawa Tengah yang dipimpin oleh Asrar ditunjuk sebagai motor penggerak proses penjaringan ini.

Keputusan Tri Haryadi untuk menolak maju kembali didasari atas pertimbangan matang mengenai masa depan partai. Di usianya yang kini menginjak 62 tahun, ia merasa tantangan politik ke depan—terutama menyongsong kontestasi Pemilu—akan jauh lebih berat dan membutuhkan energi baru.

"Saya tidak akan meneruskan jabatan untuk memimpin Karanganyar. Saya ingin ada regenerasi karena kader-kader Demokrat di Karanganyar yang muda dan potensial itu cukup banyak," tegasnya.

Ia juga menjamin tidak akan ada intervensi atau pengkondisian apa pun terhadap jalannya pemilihan ketua baru. Tri menegaskan akan memegang teguh komitmen untuk mengikuti seluruh aturan dan ritme yang telah digariskan oleh DPD.

Meski melepas tongkat estafet kepemimpinan di tingkat cabang, kiprah Tri Haryadi di partai berlambang Mercy ini dipastikan belum usai. Dirinya telah mendapatkan penugasan baru dari partai untuk memperkuat jajaran pengurus di tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Jawa Tengah.

"Saya nanti akan bergeser ke provinsi untuk membantu Ketua DPD di kepengurusan tingkat DPD Jawa Tengah. Sedangkan untuk Muscab kali ini, posisi saya berada di jajaran kepanitiaan," pungkas Tri.

Langkah Tri Haryadi ini dinilai banyak pihak sebagai angin segar bagi iklim demokrasi internal Demokrat di Karanganyar, yang kini menanti figur pemimpin muda untuk menakhodai partai di masa depan.

Pewarta : Kacuk Legowo

Berita Terkait