Sentuhan Patriot NKRI di Bumi Sekundang Setungguan

Kamis, 19/10/2023 - 00:46
(Membelah Bukit, TMMD ke-118 Kodim 0408/Bengkulu Selatan bangun infrastruktur jalan di Desa Kembang Ayun, Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan. Selain jalan sentra produksi, juga sebagai penghubung antar desa).

(Membelah Bukit, TMMD ke-118 Kodim 0408/Bengkulu Selatan bangun infrastruktur jalan di Desa Kembang Ayun, Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan. Selain jalan sentra produksi, juga sebagai penghubung antar desa).

Oleh : Like Jansen Supanser (wartawan klikwarta.com)

Deburan ombak Pantai Duayu Sekundang memecah karang, merilis keindahan suasana pagi itu di Bumi Sekundang Setungguan. Berkabut tipis, menambah sejuknya udara kabupaten paling selatan Provinsi Bengkulu itu.

Dari kejauhan, tampak ratusan prajurit berbaris rapi, dikomando sosok pria berwibawa dan tegas menuju Desa Kembang Ayun, Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Tegap tak bersuara berhenti di depan gerbang desa, ratusan prajurit itu mendengarkan arahan sang komandan. Ia adalah Dansatgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-118 Kodim 0408/Bengkulu Selatan, Letkol Inf Aswin Suladi, SE, M.Ak yang memberi komando prajuritnya (Tim Satgas TMMD) untuk mengerjakan sasaran fisik dan non fisik di Desa Kembang Ayun, kurun waktu 1 bulan.

Ketegasan komandan dan kekompakan para prajurit itu, mejadi perhatian masyarakat setempat, yang turut mendengarkan arahan Dansatgas.

Teriring impian kesetaraan pembangunan yang lama dinanti, masyarakat yang mendengar arahan sangat antusias siap membantu. Sebab dalam arahan itu, Desa Kembang Ayun akan dibangun mulai dari sasaran fisik akses jalan sepanjang 2 kilometer dengan lebar 7 meter, pembangunan plat duiker dan jembatan. Kemudian, sasaran fisik tambahan pembuatan sumur bor, rehab masjid, rehab Rumah Tak Layak Huni (RTLH), lapangan sepak bola dan pembuatan pos kamling, serta kegiatan non fisik melalui penguatan literasi, penyuluhan-penyuluhan dan pelayanan.

Terlihat siaga, dua alat berat Bulldozer dan Escavator. Tersedia pula cangkul, garpu tanah, skop, material batu, koral, pasir, semen dan peralatan lainnya penunjang kinerja tim Satgas TMMD.

Turut berbaris, bapak-bapak, emak-emak dan para pemuda desa. Mereka akhirnya turut mengambil bagian tugas dalam arahan Dansatgas.

Terekam kemanunggalan TNI-Rakyat semakin erat. Beberapa warga pun bersedia menjadi bapak dan ibu asuh Satgas TMMD, dengan menyediakan tempat tinggal dikediamannya.

  • Gotong Royong, Perkokoh Kemanunggalan TNI-Rakyat

Kekeluargaan terjalin, kekompakan kegotong-royongan berangsur menyatukan pola jalannya progres sasaran fisik pagi itu, dimulai dengan pembukaan badan jalan dengan menerjunkan dua alat berat Bulldozer dan Escavator.

Jalan setapak yang mulanya dipakai untuk mengangkut hasil pertanian dibedah dengan Bulldozer. Tebing dan sungai di keruk menggunakan Escavator dengan membentuk badan jalan seluas 7 meter.

tni
(Membelah bukit, alat berat dikerahkan membentuk badan jalan)

Bergantian, dua alat berat itu mulai membentuk badan jalan dengan arah yang sudah dipetakan dalam rencana TMMD Reguler ke-118.

Memastikan lebar badan jalan yang seimbang dan terarah sesuai jalur perencanaan, beberapa pohon kelapa sawit ditumbangkan, bongkahan batu dan juga bukit setinggi 5-7 meter dibelah.

Tak hanya itu, dua jalur sungai yang dangkal dan rimbun semak belukar dibersihkan dengan Escavator. Pelepah-pelepah kelapa sawit yang berserakan disekitar area jalur jalan pun dirapikan.

Batu-batu disekitar sungai juga diangkut secara gotong royong TNI dan masyarakat kearah badan jalan untuk bahan tambahan sekaligus memperkuat sebagian jalur jalan yang masih berlumpur.

Beberapa personel Polri dan anggota TNI Angkatan Laut turut mebantu dalam proses sasaran fisik itu.

Terpisah, Satgas TMMD besama tukang sumur bor dibantu beberapa warga juga mulai melakukan pekerjaan mengebor untuk manunggal air bersih. Hal ini terus diprogres karena masyarakat Desa Kembang Ayun mulai kesulitan air besih di musim kemarau yang melanda saat ini.

Terlihat pula, tim Satgas dibantu pemuda desa mulai merehab RTLH milik nenek Rohani (91), merehab masjid dan juga membuat pondasi pos Kamling.

Dilain sisi para ibu-ibu tak mau ketinggalan, dengan kompak, menyiapkan makanan dan gorengan serta kopi robusta 1001 khas Bengkulu untuk tim Satgas dan masyarakat yang bekerja.

Kegotong-royongan itu, menggambarkan kemanunggalan yang kian erat. Antusias warga menambah semangat tim Satgas dilokasi pembangunan.

  • Tiga Alasan

Beberapa hari terlewati, progres pekerjaan fisik menampakan hasil, Dansatgas Letkol Aswin meninjau lokasi bersama Ketua Tim Wasev Sterad.

Diawali penyambutan dengan sekapur sirih dan paparan Dansatgas di Pos Komando Taktis (Kotis), selanjutnya Katim Wasev Sterad, Kolonel Kav. M. Jaelani bersama rombongan meninjau sasaran fisik, dimulai dari lokasi pembangunan badan jalan, 3 plat duiker dan jembatan.

tmmd
(Wujud Kesopanan dan rendah hati, Katim Wasev, Kolonel Kav. M. Jaelani mencium tangan nenek Rohani (91), penerima rehab RTLH)

Setelah itu, Katim Wasev bersama rombongan meninjau rehab RTLH, pembuatan sumur bor dan terakhir meninjau pembuatan pos kamling dan rehab masjid yang letaknya bersebelahan.

“Hasil pembangunan ini, kami harapkan dijaga dan dirawat. Kemudian harapan kami, pembangunan ini ditingkatkan kedepan oleh Pemda Bengkulu Selatan dan Pemdes Ayun yang memiliki anggaran berbeda”, ungkapnya saat didepan awak media, disela-sela peninjauan sasaran fisik.

Lanjutnya mengimbau masyarakat Desa Kembang Ayun untuk bersinergi bersama-sama menuntaskan pembangunan, sehingga kemanunggalan TNI-Rakyat kian erat terwujud.

tmmd
(Dansatgas Letkol Inf. Aswin Suladi, saat meninjau pembangunan infrastruktur jembatan, memastikan pekerjaan lancar)

Lantas, Dansatgas Letkol Aswin menjelaskan, ada tiga alasan kenapa Desa Kembang Ayun dipilih untuk sasaran TMMD ke-118.

Pertama, Desa Kembang Ayun merupakan desa induk setelah pemekaran menjadi beberapa desa, namun masih terisolir. Sementara desa-desa pemekaran sudah lebih maju.

Kedua, sulitnya mengeluarkan hasil panen, seperti tandan buah sawit, karena akses jalan masih setapak dan melewati dua anak sungai dangkal. Selain licin, juga terjal.

Ketiga, jalan penghubung desa, akses jalan yang dibangun menghubungkan desa pemekaran yakni Desa Tambangan.

Sehingga, kata Dansatgas Letkol Aswin, perlu dibangun akses jalan yang memadai, agar membantu kesulitan masyarakat dan juga meningkatkan perekonomian.

“Saat ini, tidak terisolir lagi, hasil panen juga mudah dikeluarkan, karena jalan sudah lebar, plat duiker dan jembatan juga telah terbangun. Disamping itu, kekerabatan antara Desa Kembang Ayun dan Desa Tambangan akan kembali terjalin dengan baik, karena jarak tempuh melewati jalan ini sangat dekat, cukup waktu 5 menit”, jelasnya, disela kesibukannya yang juga sebagai Komandan Kodim 0408/Bengkulu Selatan.

  • Patriot NKRI

Bertepatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 TNI, yang mengusung tema “TNI Patriot NKRI, Pengawal Demokrasi untuk Indonesia Maju”, 5 Oktober 2023, Satgas TMMD sejenak memanjatkan doa dan turut memperingatinya.

Sebagai mana dalam peringatan kali ini, jajaran Kodim 0408/Bengkulu Selatan melakukan bakti ke masyarakat melalui program TMMD Reguler ke-118. Ucapan selamat dan terimakasih TNI berdatangan dari masyarakat Desa Kembang Ayun maupun dari berbagai kalangan.

Dansatgas Letkol Aswin mengatakan, dimomen HUT ke-78 TNI ini, juga mengobarkan semangat persatuan, menjaga nama baik satuan dan memperkokoh kemanunggalan TNI dan Rakyat.

“Kemanunggalan TNI-Rakyat terus dilakukan untuk memperkuat persatuan, sebab TNI semakin kuat bersama rakyat”, ujarnya, sembari mengatakan kerjasama yang kuat juga dilakukan dengan pemerintah daerah Bengkulu Selatan dan berbagai pihak, khususnya dalam mensukseskan program TMMD di Desa Kembang Ayun ini.

  • Pengamalan Pancasila

Dalam sasaran fisik maupun non fisik Program TMMD ini, Dansatgas Letkol Aswin terus menghimbau satgas dan masyarakat untuk bahu membahu secara gotong royong menyelesaikan pekerjaan.

“Penguatan kegotong-royongan ini merupakan pengamalan Pancasila. Bersama-sama kita membangun sasaran fisik pemerataan pembangunan, sehingga keadilan sosial dapat terwujud”, terang Dansatgas.

tmmd
(Tim satgas dan masyarakat merakit besi untuk cor pembuatan plat duiker)

Lanjutnya, sasaran fisik yang dibangun diharapkan dapat mendongkrak perekonomian warga Desa Kembang Ayun, sementara sasaran non fisik guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Hal itu sangat penting menyongsong kemajuan lintas generasi di Desa Kembang Ayun ini. Sehingga, kemandirian dan ketahanan masyarakat dapat terwujud dengan baik”, bebernya.

Pengamalan Pancasila juga dilakukan dalam Sasaran Non Fisik, mulai dari penyuluhan, pelayanan dan literasi digencarkan, seperti Penyuluhan Narkoba, Hukum, Wawasan Kebangsaan, Bela Negara, Cegah Stunting, Kesehatan KB, Pelayanan Posyandu dan Posbindu PTM dan juga Literasi e-Money.

Dijelaskan Dansatgas Letkol Aswin, terkait Wawasan Kebangsaan, satgas menanamkan nilai-nilai pengamalan Pancasila, dimaksudkan agar masyarakat dapat terhindar dari pengaruh buruk seperti radikalisme, intoleransi, ujaran kebencian maupun paham-paham terlarang.

“Cegah tangkal radikalisme, ini penting dilakukan seluruh elemen masyarakat, khususnya masyarakat Desa Kembang Ayun. Maka dari itu, kami menghadirkan pemateri dari Kesbangpol Bengkulu Selatan untuk memberikan pemahaman yang cukup kepada masyarakat”, jelas Letkol Aswin.

Sambungnya, ini juga sebagai aksi Bela Negara, bahwa dalam bernegara, masyarakat dalam segala profesi wajib tahu untuk terus memegang teguh dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila.

“Diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, pengamalan Pancasila memperkokoh cinta tanah air Indonesia”, terangnya.

Dansatgas Letkol Aswin menyampaikan juga membekali masyarakat dalam mempertahankan hak dan melaksanakan kewajiban sebagai warga negara, melalui penyuluhan hukum.

“Menggandeng kejaksaan, kami datangkan pemateri untuk mengedukasi masyarakat tentang hukum. Masyarakat sadar hukum akan meningkatkan kamtibmas yang baik di lapisan masyarakat”, jelasnya lagi.

Tak lupa, ia juga mengingatkan masyarakat terkait Bahaya Narkoba, “Pemateri selanjutnya kami datangkan dari Polres Bengkulu Selatan, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bahaya narkoba. Sehingga masyarakat Desa Kembang Ayun, khususnya para remaja tidak terpengaruh peredaran narkoba”, sebutnya.

Disamping itu juga diadakan Literasi E-money oleh Bank BRI Cabang Manna, dalam hal ini masyarakat dibekali pemahaman membaca data-data transaksi selama berbelanja dan juga diajarkan literasi finansial agar masyarakat mampu menyusun skala prioritas kebutuhan.

Di sektor kesehatan, masih kata Letkol Aswin, bahwa edukasi serta pelayanan dilakukan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan dan juga Puskesmas Kayu Kunyit.

“Pada penyuluhan Kesehatan KB, masyarakat diimbau untuk mensukseskan program pemerintah untuk memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Bukan hanya menyangkut kelahiran dua anak.

Sementara pada pelayanan Posyandu dan Posbindu PTM, ibu hamil, ibu menyusui serta ibu yang memiliki anak balita diajarkan cara-cara menjaga kesehatan dan memperhatikan gizi yang baik, guna memberikan calon bayi dan anak-anak nutrisi yang cukup”, ulasnya.

Kemudian, kepada para lansia di Desa Kembang Ayun juga diberikan pemahaman untuk cek rutin kesehatan, mendeteksi dini kesehatan agar tetap prima dalam beraktivitas.

“Para lansia diberi pendampingan untuk mengecek kesehatannya, serta diberi pemahaman untuk selalu menjaga kesehatan”, jelas Komandan Kodim 0408 itu.

Tambahnya, untuk mencegah Stunting, penyuluhan serta pemberian vitamin dilakukan kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki anak balita.

“Edukasi seperti memberi asupan gizi kepada anak dan makan-makanan yang bernutrisi. Para ibu-ibu juga diajak selalu menjaga kebersihan lingkungan bermain anak dan kuku anak, agar anak terhindar dari berbagai macam penyakit”, tandasnya.

Dengan menjaga kualitas hidup masyarakat, kata Dansatgas Letkol Aswin, tentu akan membentuk pola dan mewujudkan generasi yang cerdas dan mampu bersaing di masa mendatang.

  • Dongkrak Perekonomian Desa

Gubernur Bengkulu Prof. Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, MMA, mengapresiasi kegiatan TNI Manunggal bersama Rakyat untuk membangun infrastruktur di pedesaan, termasuk di wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan.

“Mudah-mudahan ini akan mempermudah akses masyarakat dan juga meningkatkan perekonomian”. “Terima Kasih TNI”, ucap Gubernur Rohidin.

Sementara itu, Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi, SE.MM mengucapkan terima kasih kepada TNI, khususnya atas sinergi dan kerjasamanya dalam program TMMD di Desa Kembang Ayun.

“Kami sangat mendukung, dan berterimakasih banyak kepada Pangdam II Sriwijaya, Korem 041 Gamas dan Kodim 0408/Bengkulu Selatan yang turut serta dalam pembangunan melalui program TMMD di Desa Kembang Ayun. Kerjasama lintas sektoral mewujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat semakin kuat”, tegasnya, sembari mengapresiasi, dengan sinergi jajaran TNI tentu dapat mempercepat pemerataan pembangunan di Kabupaten Bengkulu Selatan.

Terpisah, Panglima Kodam (Pangdam) II Sriwijaya Mayjen TNI Yanuar Adil, sangat mengapresiasi TNI-Polri serta pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat yang turut mensukseskan TMMD ke-118. 

”Melalui kegiatan TMMD ke-118 ini, mari kita tumbuhkan semangat kebersamaan, gotong royong, sehingga dapat membatu percepatan pembangunan didaerah, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memantapkan kemanunggalan TNI-Rakyat”, ujarnya.

Kemudian, Danrem 041/Garuda Emas, Brigadir Jenderal TNI Rachmad Zulkarnaen menyampaikan harapannya. “Semua unsur solid, bersatu padu dan punya keinginan memajukan desa Kembang Ayun”, singkatkan, sesusai meninjau hasil pembangunan sasaran fisik dihadapan para pewarta.

tni
(Meninjau kesulitan warga, Babinsa Kodim 0408/Bengkulu Selatan membantu petani sawit membawakan alat dodos kepala sawit)

Di sisi lain, Kepala Desa (Kades) Kembang Ayun, Mawanudin (54) mengatakan, akses jalan yang digarap TNI dalam program TMMD ini awalnya tidak disangka, karena di kawasan kebun kelapa sawit dan berbukit serta ada beberapa anak sungai.

"Masyarakat disini sangat senang, apalagi yang memiliki lahan pertanian dan perkebunan disini, mereka tidak kesulitan lagi mengeluarkan hasil panen”, ungkap Kades Mawanudin, yang juga mengisahkan, sebelumnya, jalan yang ada masih setapak dan hanya bisa dilewati motor untuk melangsir hasil panen tandan buah sawit.

Senada diungkapkan, Yosi Eka Sumarni (33), warga setempat, “Kami warga Desa Kembang Ayun mengucapkan terimakasih kepada Bapak TNI, dengan adanya pembangunan ini, hasil panen kami diangkut sudah lancar”.

Ditambahkan Sepriyanti (34), yang juga warga Desa Kembang Ayun, “Pokoknya alap ini (pokoknya bagus sekali ini), kami tidak sulit lagi mengangkut hasil kebun, mobil pengangkut langsung bisa masuk”, ungkapnya penuh semangat.

Kemudian, Nenek Rohani (penerima rehab RTLH), dengan isak tangis bersyukur rumahnya disulap tim Satgas TMMD menjadi layak huni. Rumah yang semulanya reot, kini sudah bagus bercat khas hijau TNI.

"Terimakasih Segalonyo (terimakasih semuanya)", ucap nenek yang berusia 91 tahun itu, ketika dikunjungi Katim Wasev, Kolonel Kav. M. Jaelani dan rombongannya yang juga meninjau langsung progres sasaran fisik tambahan rehab RTLH.

Sentuhan Patriot NKRI mengatasi kesulitan rakyat itu, membuahkan hasil. Rakyat senang, keluhan dan kesulitannya teratasi, diharapkan kedepan perekonomian di Desa Kembang Ayun terdongkrak dan meningkat. (*)

Berita Terkait